Awas! Inilah 5 Tanda si Kecil jadi Korban Bullying di Sekolah

27 April 2019

Perundungan alias bullying merupakan salah satu isu penting di sekolah yang masih bisa kita temukan hingga hari ini. Parahnya, sebagian besar pelakunya tidak menyadari bahwa tindakan mereka termasuk ke dalam aktivitas perundungan. Hal inilah yang membuat para korban bullying tidak menyadari bahwa mereka sedang di-bully.

Meski bullying identik dengan kenakalan remaja, pada dasarnya hal tersebut juga bisa muncul di sekolah dasar, atau bahkan taman kanak-kanak.

Untuk itu, Anda selaku orang tua harus memahami apa saja tanda-tanda yang menunjukkan bahwa anak Anda menjadi korban bullying di sekolahnya.

Ini dia 5 tanda-tanda tersebut:

1. Anak Menjadi Pemurung

Korban Bullying

pixabay.com

Apabila anak Anda yang terlihat lebih murung dari biasanya, hal tersebut bisa saja merupakan tanda bahwa ia menjadi korban bully di sekolah. Meskipun ada banyak kemungkinan lain, Anda sebaiknya tidak  mencoret bullying dari daftar kemungkinan tersebut.

Ciri yang paling kentara adalah jika anak sering terlihat murung saat hendak berangkat sekolah dan terlihat jauh ceria saat pulang.

2. Enggan Berangkat Sekolah

Korban Bullying

pixabay.com

Anak-anak memiliki segudang alasan untuk enggan berangkat sekolah. Akan tetapi, jika hal ini terjadi secara terus-menerus, Anda patut curiga, jangan-jangan ada sesuatu yang membuat si kecil takut untuk berangkat.

Terlepas dari alasan yang ada di balik sikap anak, rasa enggan untuk sekolah merupakan hal yang harus segera dicari permasalahannya. Jika tidak, anak bisa menjadi semakin enggan sekolah dan akhirnya tumbuh menjadi siswa yang hanya datang ke sekolah sebagai formalitas belaka.

3. Enggan Bergaul dengan Orang Lain

Korban Bullying

pixabay.com

Tanda selanjutnya dari anak yang menjadi korban bullying adalah sulit bergaul dan enggan mengenal orang baru.

Sebagian anak memang dapat bersikap malu-malu saat bertemu orang baru, namun apabila sifat pemalu tersebut mendadak muncul pada anak Anda yang biasanya ceria, Anda mesti mencari tahu alasan di balik sikap tersebut.

Meskipun aktivitas bully dilakukan di sekolah, efek yang ditimbulkannya dapat terbawa hingga ke rumah. Karena itu Anda sebaiknya tetap waspada yang memperhatikan gerak-gerik anak dari waktu ke waktu.

4. Nilai-Nilai Pelajaran Turun secara Drastis

Korban Bullying

pixabay.com

Korban bullying akan memiliki perasaan gelisah setiap saat sehingga dapat mempengaruhi performa mereka di sekolah secara signifikan. Hal ini tercermin dari nilai-nilai pelajaran yang tiba-tiba turun drastis tanpa sebab.

Apabila hal ini terjadi pada anak Anda, segeralah hubungi wali kelas atau guru di sekolah untuk membantu mencari tahu penyebab dari hal tersebut. Semakin cepat Anda bertindak, semakin efektif penanganan yang bisa diberikan kepada anak.

5. Tidak Mau Menceritakan Kegiatannya di Sekolah

Korban Bullying

pixabay.com

Tanda terakhir yang mengindikasikan bahwa anak menjadi korban bullying di sekolah adalah perubahan perilaku anak yang menjadi kian tertutup dari hari ke hari.

Jika Anda kesulitan untuk mendorong anak menceritakan apa saja kegiatannya selama di sekolah, maka hal tersebut bisa jadi merupakan tanda bahwa anak mendapatkan perilaku yang tidak menyenangkan dari orang-orang di sekitarnya.

Supaya lebih mudah terdeteksi, biasakanlah untuk bertanya kepada anak seputar kegiatannya sehari-hari. Hal ini akan membuat mereka terbiasa untuk membuka diri pada Anda sehingga risiko menjadi korban bullying dapat dikurangi secara signifikan.

Dari kelima tanda tersebut, tampak jelas bahwa anak yang menjadi korban bullying akan sangat kesulitan dalam mengembangkan kemampuan intrapersonal dan interpersonalnya. Karena itu, jangan sampai terlambat menyadari hal tersebut. Waspadalah, waspadalah!

Leave a reply
5 Trik Membuat Anak Bersemangat untuk Pergi SekolahInilah 5 Tips Supaya Anak Mau Belajar Berenang

Leave Your Reply

Your email address will not be published.

Free Call

We are pleased to answer all your questions

+62 888 1 800 900
Live Chat via Whatsapp!