Jam Tidur Anak Berantakan? Inilah 5 Tips Mengatur Pola Tidur Anak

23 November 2017

Setiap orang tua pasti pernah mengalami fase kesulitan mengatur pola tidur anak di mana anak justru aktif di malam hari sementara orang tua sudah kelelahan dan ingin beristirahat. Jika dibiarkan, jam tidur anak menjadi berantakan dan anak merasa bermain di malam hari adalah sesuatu yang diperbolehkan. Efeknya akan berpengaruh pada fisik si anak yang mudah merasa lelah karena kurang tidur. Sedangkan dari sisi psikologis, anak akan malas melakukan sesuatu, kurang bersemangat dan jadi lebih rewel.

Untuk itu orang tua perlu mengatur pola tidur anak dan membuat anak cukup tidur. Karena kondisi yang demikian juga mempengaruhi emosi orang tua yang jadi mudah marah dan tidak sabaran. Efeknya, perilaku orang tua jadi mudah menjadikan anak sasaran kemarahan. Berikut tips untuk mengatur pola tidur anak.

Ubah kebiasaan tidur orang tua lebih dulu.

Ubah kebiasaan tidur orang tua lebih dulu - hnmnews.com

Ubah kebiasaan tidur orang tua lebih dulu – hnmnews.com

Sering kali perilaku tidur anak justru meniru orang tua yang sering begadang, terutama jika si anak belum bisa terpisah dengan orang tua. Biasanya anak akan memiliki kecemasan, takut jika dia tidur, bunda atau ayahnya akan meninggalkan dia sendirian di kamar. Untuk itu, sebelum mengatur pola tidur anak, hendaknya orang tua juga mengatur pola tidurnya sendiri dengan membereskan semua pekerjaan sebelum waktu tidur anak dan tidur sebelum larut. Dengan begitu, membiasakan anak tidur lebih awal terasa lebih mudah.

Lakukan pembiasaan waktu tidur yang teratur

Lakukan pembiasaan waktu tidur yang teratur - bubhub.com

Lakukan pembiasaan waktu tidur yang teratur – bubhub.com

Tetapkan kebiasaan pada pukul berapa anak seharusnya tidur dan juga pukul berapa sebaiknya anak bangun. Dengan mengetahui batasan tidur dan bangun, akan membuat anak lebih mudah beradaptasi saat mulai masuk sekolah atau play group. Lakukan kebiasaan di atas terus-menerus dengan konsisten hingga jam biologis anak mengikuti pola tidur yang sudah dibiasakan.

Bedakan kondisi antara siang dan malam

Bedakan kondisi antara siang dan malam - keluargaindonesia.net

Bedakan kondisi antara siang dan malam – keluargaindonesia.net

Salah satu cara mengatur pola tidur anak adalah dengan memberikan pemahaman pada anak situasi di mana ia boleh bermain (siang) dan keadaan saat ia harus beristirahat (malam). Salah satu penyebab anak enggan tidur saat malam adalah karena tidur siang yang lama. Jika demikian, cobalah untuk mengurangi waktu tidur siangnya.

Jika malam tiba, lakukan beberapa persiapan sebelum anak tidur seperti gosok gigi, cuci kaki, ganti piama dan berdoa. Hal ini dimaksudkan agar anak memahami ketika orang tua mengajaknya melakukan hal tersebut, artinya hari sudah malam dan waktunya untuk tidur. Suasana malam hendaknya juga mendukung dengan mematikan televisi, mematikan lampu di ruang keluarga serta meredupkan lampu kamar.

Perhatikan kenyamanan untuk anak

Perhatikan kenyamanan untuk anak - 2.bp.blogspot.com

Perhatikan kenyamanan untuk anak – 2.bp.blogspot.com

Kenali kebiasaan yang membuat anak nyaman. Beberapa di antaranya adalah dengan membersihkan tempat tidurnya, memberikan boneka kesayangannya dan juga selimut favoritnya. Jika anak takut gelap, atur pencahayaan di kamarnya supaya sedikit redup dan bukannya gelap sama sekali. Jika anak merasa nyaman, akan lebih mudah tenang dan mengantuk.

Ajaklah melakukan kegiatan ringan jika anak masih sulit tidur

Ajaklah melakukan kegiatan ringan jika anak masih sulit tidur - d12mbv406oz2c.cloudfront.net

Ajaklah melakukan kegiatan ringan jika anak masih sulit tidur – d12mbv406oz2c.cloudfront.net

Sering kali anak masih menolak tidur dengan berbagai alasan meski orang tua sudah berusaha membuatnya disiplin untuk tidur. Sesekali ajaklah anak beraktivitas ringan di dalam kamar dengan bercakap-cakap, menyanyikan lagu anak-anak yang tenang hingga mendongengkan cerita.

Mengatur pola tidur anak dengan benar adakalanya terganjal beberapa penghalang yang dikarenakan bermacam-macam faktor. Beberapa di antaranya adalah kondisi anak yang sedang sakit,  anak merasa takut setelah menonton tayangan seram, kondisi pencernaan setelah menyantap makanan tertentu, aktivitas yang berlebihan di siang hari atau hanya sekadar minta perhatian orang tua. Apa pun alasannya, sebisa mungkin orang tua tidak menuruti keinginan anak untuk pergi ke luar kamar. Berikan penjelasan bahwa bermain bisa dilakukan esok hari. Jangan membuat anak jadi lebih tergantung pada orang tuanya dengan terlalu sering menggendong atau menepuk-nepuknya saat tidur. Semakin usianya bertambah, anak sebaiknya sudah bisa tidur sendiri.

Leave a reply
Anak Terlalu Agresif? Ini 5 Cara Mengatasi Anak HiperaktifCiri-Ciri Anak Siap Mendapatkan Pendidikan Usia Dini

Leave Your Reply

Your email address will not be published.

Free Call

We are pleased to answer all your questions

+62 888 1 800 900
Live Chat via Whatsapp!