Ciri-Ciri Anak Siap Mendapatkan Pendidikan Usia Dini

24 November 2017

Ketika anak menginjak usia tiga tahun lebih, Bunda mungkin sudah memikirkan kemungkinan anak akan masuk sekolah. Alih-alih memusingkan akan memilih sekolah yang mana, ada baiknya Bunda memastikan terlebih dahulu apakah anak sudah siap betul untuk menerima pendidikan usia dini. Kesiapan masuk sekolah tidak semata diukur dari usia anak saja, melainkan juga kematangan anak secara emosional, perilaku dan juga kemampuan secara kognisi menerima pelajaran dan melakukan kegiatan pembelajaran

Jangan heran jika saat ini banyak sekolah taman kanak-kanak yang melakukan penyaringan siswa dengan metode psikotes maupun evaluasi perilaku. Dengan metode tersebut, pihak pengajar sekolah akan mengetahui kesiapan anak dari berbagai segi yakni kemampuan motorik halus, kemampuan memahami instruksi, kemampuan bersosialisasi dan yang paling penting adalah kemandirian sebagai poin utama. Untuk itu, sebelum mulai memutuskan apakah anak siap mendapatkan pendidikan usia dini, ada baiknya Bunda memperhatikan tanda-tanda dalam diri anak sebagai berikut.

Menunjukkan ketertarikan untuk sekolah

Menunjukkan ketertarikan untuk sekolah - img.okeinfo.net

Menunjukkan ketertarikan untuk sekolah – img.okeinfo.net

Tanda-tanda inilah yang umumnya muncul sebagai kesiapan anak mendapatkan pendidikan usia dini. Ini bisa terlihat ketika anak mulai tertarik dengan alat tulis dan buku. Ia akan senang ketika disodori pensil, spidol dan mulai mencoret-coret tak beraturan di kertas atau dinding. Tanda lain yang bisa Bunda amati adalah saat anak mendengarkan cerita. Jika dia memberikan respons dan tampak tertarik dengan cerita Bunda, artinya anak memiliki kesiapan untuk mendapatkan pendidikan usia dini.

Berani berinteraksi dan komunikasi dengan orang lain

Berani berinteraksi dan komunikasi dengan orang lain - i.kinja-img.com

Berani berinteraksi dan komunikasi dengan orang lain – i.kinja-img.com

Cara untuk memastikan tanda-tanda ini adalah dengan mengamati apakah anak mengerti perintah sederhana yang Bunda ucapkan, apakah dia bisa menjawab ketika ditanya, apa anak bisa meminta bantuan orang lain dan berbagai bentuk komunikasi lainnya. Jika anak sudah bisa, artinya ia memiliki kesiapan untuk mendapatkan pendidikan usia dini.

Sudah lulus toilet training

Sudah lulus toilet training - cdn.rockingmama.id

Sudah lulus toilet training – cdn.rockingmama.id

Pertimbangan ini cukup penting sebagai tanda kemandirian si anak. Jika anak sudah tidak mengompol dan buang air besar di celana, anak memiliki kesiapan untuk memperoleh pendidikan usia dini karena lebih mudah untuk mengajari anak jika anak sudah bisa menggunakan toilet sendiri. Namun, bukan berarti jika anak belum bisa ia tidak siap untuk bersekolah. Jika anak tetap ingin masuk sekolah tapi belum bisa buang air kecil sendiri, ajarkan anak untuk memberi tahu gurunya jika ia ingin menggunakan toilet.

Sudah tidak menempel dengan orangtuanya dan bersedia ditinggal Bunda dalam jangka waktu sementara

Sudah tidak menempel dengan orangtuanya dan bersedia ditinggal Bunda dalam jangka waktu sementara - img.okeinfo.net

Sudah tidak menempel dengan orangtuanya dan bersedia ditinggal Bunda dalam jangka waktu sementara – img.okeinfo.net

Jika anak sudah bisa bermain sendiri tanpa harus didampingi Bunda, artinya ia memiliki kemandirian yang menjadikannya siap memperoleh pendidikan usia dini. Meski begitu, sebagian anak memang membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Wajar jika saat masuk ke sekolah baru, anak butuh waktu untuk didampingi bundanya dan masih belum mau ditinggal oleh pengasuh atau bundanya.

Dengan memperhatikan kesiapan, anak akan lebih mudah mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah. Namun, yang lebih penting hendaknya Bunda tidak memaksa anak harus masuk sekolah jika anak hanya menunjukkan segelintir tanda-tanda di atas, tapi tetap tidak mau bersekolah. Bagaimanapun, meski belum mendapatkan pendidikan anak usia dini, anak tetap bisa berkembang di lingkungan tinggalnya asalkan Bunda terus memberikan stimulasi dengan tepat.

Selain itu, Bunda juga harus tahu bahwa tidak ada sekolah terbaik, yang ada adalah sekolah yang tepat untuk buah hati kita. Pilihlah sekolah yang tidak jauh dari rumah, maksimal tiga puluh menit lamanya perjalanan dari rumah. Jika anak Bunda cukup aktif, carilah sekolah atau kelompok bermain yang memiliki halaman yang luas. Sebaliknya, jika anak tergolong pasif, Bunda bisa memilihkan sekolah dengan jumlah anak yang tidak terlalu banyak dalam satu kelas. Dengan begitu, anak akan berkembang sesuai kemampuannya. Yang terpenting, jadikan tujuan utama anak memperoleh pendidikan usia dini adalah supaya anak merasa senang bersekolah dan bukannya menuntut anak harus pintar belajar.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a reply
Jam Tidur Anak Berantakan? Inilah 5 Tips Mengatur Pola Tidur AnakAnak Suka Melawan, Bagaimana Mengatasinya?

Leave Your Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Free Call

We are pleased to answer all your questions

+62 888 1 800 900
Live Chat via Whatsapp!