Cara Mengajari Anak Bersosialisasi di Sekolah

26 May 2017

Orang tua memiliki pengaruh penting terhadap pertumbuhan anak. Salah satu perannya yakni mengajari anak bersosialisasi. Kemampuan bersosialisasi ini sangat memengaruhi pembentukan karakter anak.

Sebuah riset membuktikan, seorang anak yang mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan temannya, cenderung akan mengalami guncangan emosi lebih besar ketimbang anak yang mudah bergaul.  Saat mereka dewasa, guncangan emosi yang tidak teratasi akan mendorong mereka untuk berbuat kriminal hingga bunuh diri.

Menghindari terjadinya hal-hal negatif semacam itu, dukunglah dia sejak dini. Misalnya ketika sang buah hati mulai masuk sekolah dan akan bertemu dengan teman-teman sebaya. Ayah dan Bunda perlu mengajarinya berkenalan yang baik, memulai pertemanan dan menjalin hubungan sosial.

Bagi anak-anak yang pada dasarnya memiliki kesulitan bersosialisasi, hal itu tidaklah mudah. Anda harus menerapkan cara-cara yang lebih spesifik, alih-alih sekadar menyampaikan lewat kata-kata.

Lantas, bagaimana cara mengajari anak bersosialisasi? Berikut cara-caranya.

1. Berikan Kehangatan dan Kasih Sayang Pada Anak

Source - ssmtourtravel

Source – ssmtourtravel

Hal terpenting saat mengajari anak bersosialisasi adalah menciptakan terlebih dahulu suasana yang hangat dan penuh kasih sayang. Cara anak berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya sangat bergantung pada pola asuh serta hubungannya dengan orang tua. Anda bisa menghangatkan hubungan dengan sang buah hati melalui berbagai aktivitas bersama.

 

2. Melatihnya Berbagi Cerita dan Perasaan

Anak-anak sudah bisa merasakan hal yang membuat mereka nyaman dan hal sebaliknya. Mereka harus mulai dilatih berbagi cerita dan perasaan, paling tidak pada orang tuanya. Namun, tidak semua anak langsung bisa melakukannya.

Salah satu upaya melatihnya yakni dengan memintanya merasakan empati dari film, dongeng, kartun dan hal lainnya. Penelitian menunjukkan bahwa orang tua yang mendiskusikan perasaan yang berhubungan dengan cerita, akan membuat anak-anak lebih mudah mengerti dan menempatkan dirinya saat berada di posisi orang lain.

 

3. Ajarkan Keramahan

Source - pixabay

Source – pixabay

Anak-anak biasanya memiliki sifat egois atau mementingkan diri sendiri. Hal ini terbilang wajar. Namun, para orang tua perlu mengajarkan anak, kapan harus egois dan kapan untuk tidak. Ayah perlu mengajarkan keramahan pada anak untuk menyapa dan tersenyum kepada orang lain. Keramahan yang diperlihatkan oleh Ayah Bunda terhadap orang lain dapat memicu sang buah hati untuk meniru apa yang dilakukan orang tua mereka.

 

Ajarkan anak untuk mengenal serta menyapa teman-temannya, serta tidak lupa untuk mengucapkan terima kasih saat berbagi dan meminjam barang.

 

4. Ajak Anak Bermain

Tak hanya  mengawasi anak agar tidak sembarangan mengenal orang, orang tua juga perlu mendorong anak untuk bersikap ramah dan bersahabat dengan orang lain. Ini adalah salah satu cara mengajari anak bersosialisasi yang cukup efektif karena si kecil dapat langsung mempraktikannya. Ayah Bunda bisa mengajak si kecil ke perkumpulan yang terdapat banyak anak-anak. Biarkan sang buah hati bermain dengan anak-anak lain. Dari sinilah, Anda bisa mengamati kekurangan anak saat bersosialisasi.

 

5. Mengundang Teman Baru

Source - pixabay

Source – pixabay

Ketika anak sudah mulai akrab dan memiliki teman baru, ajak dia untuk bermain di rumah. Maksimalkan interaksi positif antara anak dengan teman-temannya saat bermain bersama di rumah, dengan menyediakan berbagai fasilitas yang mereka sukai, seperti mencocokkan kepingan puzzle, lego, dan permainan lainnya yang membutuhkan kerja sama. Dengan cara yang menyenangkan, interaksi pun dapat berjalan dengan baik.

 

Ayah Bunda, hal-hal sederhana seperti di atas terbilang efektif sebagai cara mengajari anak bersosialisasi. Memang tidak mudah membuat si kecil langsung akrab dengan teman-teman sebayanya, tetapi bukan tidak mungkin selama Anda sabar dalam mendukungnya.

 

Leave a reply
Inilah 7 Manfaat Membacakan Dongeng untuk AnakBelajar Mengenal Organ Intim Bagi Anak Usia 5-6 Tahun (Pendidikan Seks Usia Dini)
All comments (2)

Leave Your Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Free Call

We are pleased to answer all your questions

+62 888 1 800 900
Recent Posts
Live Chat via Whatsapp!