Tips Mengasuh Anak Bagi Pasangan yang Telah Bercerai

1 June 2017

Bagi pasangan suami istri, perceraian adalah momok yang sangat dihindari. Namun, terkadang ada saja alasan kuat bagi mereka untuk bercerai. Sayangnya, kebanyakan anak-anak menjadi korban perceraian orang tua. Padahal dengan pengaturan pengasuhan yang bijak, anak tidak akan kehilangan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Lalu, apa saja tips tepat bagi orang tua yang bercerai saat harus mengasuh anak? Simak di bawah ini, yuk.  

Orang Tua Bercerai, Anak Jadi Korban?

Source - pixabay

Source – pixabay

Anak korban perceraian biasanya membutuhkan perhatian lebih dari ibu dan ayah mereka. Hal ini sebagai kompensasi perasaan anak. Biasanya dia merasa kurang berharga, sehingga tidak mampu membuat kedua orang tuanya bertahan dalam bahtera rumah tangga. Apalagi jika anak tersebut sudah cukup besar untuk memahami arti perceraian.

Berbeda dengan anak usia 2-6 tahun, mereka masih belum paham konsep ‘bercerai’ seutuhnya. Namun, insting seorang anak pasti berbicara saat melihat orang tuanya pisah rumah atau berjauhan, tidak sedekat dulu ketika mereka masih menikah.

Nah, ada baiknya Anda menjelaskan konsep ‘bercerai’ dalam bahasa yang sederhana kepada anak. Pastikan pula mereka menyadari bahwa kasih sayang ibu dan ayah tidak akan berubah meskipun sudah bercerai.

Selain itu, diskusikan juga tipe pengasuhan seperti apa yang akan diterapkan pada anak-anak Anda.  Ingat, mengasuh anak tetap menjadi kewajiban berdua. Tidak bisa satu pihak melempar tanggung jawab kepada pihak lainnya.  

Tips Mengasuh Anak

Source - pixabay

Source – pixabay

Berikut ini tips tepat untuk pasangan yang telah bercerai agar tetap nyaman saat mengasuh anak, yaitu:

1. Bagilah waktu dengan proporsional.

 

Perbedaan yang paling terasa bagi anak adalah hilangnya kebersamaan. Maka, aturlah waktu untuk mengasuh anak dengan adil. Apalagi anak usia 2 sampai 6 tahun masih butuh pengawasan total kedua orang tuanya.

Bicarakan dengan mantan pasangan Anda soal ini agar anak tidak merasa dirugikan. Misalnya Anda yang keluar dari rumah lama dan memutuskan menyewa rumah lain, beri waktu bagi anak menginap di rumah Anda selama 3 hari. Lalu, bagi waktu untuk anak tetap berada di rumah lama, yang ditinggali mantan Anda. Jumlah harinya tidak harus sama persis karena pengaturan tiap rumah tangga berbeda-beda.

 

2. Ajak anak melakukan aktivitas keagamaan secara rutin.

 

Ketika telah bercerai, jangan sampai anak ikut telantar dalam hal mempelajari ilmu agama. Anda sebagai orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam hal ini. Agama adalah landasan hidup manusia, maka anak perlu diajarkan tentang agamanya sejak usia belia.

Diskusikan dengan mantan, kapan waktu tepat bagi anak untuk belajar agama. Misalnya bagi Anda yang beragama Islam, ajak anak salat berjamaah di masjid sejak usianya 4 tahun. Hal ini dapat dilakukan setiap hari Jumat. Bagi yang beragama lain, ajak anak beribadah di gereja, pura, atau vihara setiap minggunya.

3.  Libatkan anak dengan hobi seru Anda.

Setiap orang memiliki hobi, begitu pula dengan Anda dan mantan suami atau istri. Nah, salah satu tips untuk mengasuh anak adalah mencoba melibatkan anak ketika sedang melakukan hobi tertentu. Misalnya Anda senang bertualang ke alam liar, ajak anak turut serta. Anak akan merasa spesial dan lebih mudah mencurahkan perasaan serta pikirannya dalam petulangan tersebut.

Hal ini bisa pula diterapkan oleh mantan pasangan Anda. Jika dia senang menonton konser musik atau membaca buku di perpustakaan umum, beri saran untuk mengajak anak turut serta. Dijamin anak Anda lebih percaya diri dan tetap berpikir positif, bahwa meski kedua orang tuanya bercerai, dia tetap punya akses untuk terlibat dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Selamat mencoba 3 tips di atas, ya. Semoga bermanfaat!  

 

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a reply
3 Tips Asyik Belajar Berhitung sambil Beraktivitas di DapurGames Edukatif Pilihan untuk Anak-Anak

Leave Your Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Free Call

We are pleased to answer all your questions

+62 888 1 800 900
Live Chat via Whatsapp!