Pencegahan Stunting pada Anak, Ini yang Harus Dilakukan

2 November 2018

Pernahkah Anda mendapati seorang ibu merisaukan berat badan anaknya yang turun, namun merasa biasa saja ketika tinggi badan buah hatinya tidak bertambah? Ya, sebagian besar masyarakat kita mengukur pertumbuhan dan perkembangan anak melalui penambahan berat badannya saja. Jika, sudah sedikit gendut atau tembam maka dianggap sudah sehat, sedangkan tubuhnya yang pendek sering dianggap karena faktor genetika. Padahal, bisa saja anak mengalami stunting. Apa itu stunting dan bagaimana pencegahan stunting pada anak?

 

Stunting adalah gangguan pertumbuhan pada anak, yang membuat dirinya lebih pendek dibanding teman-teman seusianya. Kondisi ini disebabkan karena:

  • Kurangnya asupan gizi pada anak sejak usia di bawah dua tahun, karena tidak mendapatkan ASI eksklusif atau MPASI (Makanan Pendamping ASI) yang diberikan kurang kualitas dan kuantitasnya.
  • Kurangnya asupan gizi ini sejak dia berada dalam kandungan (gizi ibu buruk) dan berlanjut setelah kelahirannya.
  • Karena pola hidup yang tidak sehat dan pola asuh.
  • Jarak kelahiran terlalu dekat.
  • Kehamilan di usia remaja.
  • Tingginya kontaminasi bakteri pada makanan yang dikonsumsi (sanitasi yang buruk).
  • Ibu hamil mengkonsumsi alkohol, sehingga janin yang terlahir mengalami Fetus Alcohol Syndrome (FAS).

 

Mengenali Gejala dan Dampak Stunting pada Anak

Pencegahan Stunting

orami.co.id

 

Dalam upaya mengenali gejala stunting pada anak, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah memantau tinggi badannya secara berkala.

Rumus Tinggi Potensi Genetik (TPG) Anak :

TPG Anak Laki laki : TB Ibu (cm) + 13 cm + TB Ayah  ± 8,5 cm
2

 

Pemeriksaan Fisis : TB Ayah (cm) – 13 cm + TB Ibu ± 8,5 cm
2

Selain itu, Anda perlu waspada jika si kecil mulai menunjukkan gejala:

Agar kondisi anak lebih terpantau, sebaiknya lakukan pemeriksaan secara rutin dan berkala di Posyandu atau Puskesmas terdekat setiap bulannya. Stunting umumnya akan berdampak lebih lanjut pada kesehatan seseorang, antara lain:

  • Kesulitan belajar
  • Kemampuan kognitif melemah
  • Mudah lelah
  • Berisiko tinggi untuk terserang penyakit infeksi dan penyakit kronis lainnya
  • Kekerdilan atau pertumbuhan yang terhambat
  • Pada wanita yang terkena stunting, ketika melahirkan berisiko besar mengalami komplikasi persalinan karena panggulnya yang kecil.

 

Pencegahan Stunting pada Anak

Pencegahan Stunting

permenpeninggibadan.com

 

Seseorang yang mengalami stunting, kondisi pertumbuhannya tidak bisa dikembalikan lagi ke keadaan semula. Sehingga lambatnya laju pertumbuhan yang terjadi pada waktu balita tersebut akan terus berlanjut hingga dewasa.

Sekalipun saat dewasa Anda memberinya makanan bergizi tinggi, pertumbuhannya tetap tidak akan maksimal seperti pada anak-anak umumnya. Agar laju pertumbuhan yang terhambat tersebut tidak terjadi pada buah hati Anda, berikut pencegahan stunting yang dapat dilakukan:

  • Pencegahan pada ibu hamil
Pencegahan Stunting

batampop.com

 

Memberikan nutrisi dan memperbaiki gizi ibu hamil merupakan pencegahan stunting yang paling efektif, karena sebagian besar kasus stunting memang dimulai sejak bayi ada dalam kandungan. Jika berat ibu hamil kurang atau mengalami kurang energi kronis, maka perlu diberikan asupan tambahan pada ibu hamil. Selain itu, ibu hamil juga perlu mendapat vitamin tambah darah minimal 90 tablet selama masa kehamilan.

  • Pencegahan stunting saat bayi lahir
Pencegahan Stunting

Kompasiana.com

 

Setelah persalinan yang ditolong oleh dokter kandungan atau bidan yang terlatih, segera lakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Berikan hanya ASI eksklusif hingga bayi berusia enam bulan.

  • Pencegahan pada bayi usia 6 bulan hingga 2 tahun
Pencegahan Stunting

vitasi.net

 

Berikan MPASI (Makanan Pendamping ASI) bernutrisi tinggi sejak usia 6 bulan hingga lebih dari 2 tahun. Serta, berikan imunisasi-imunisasi dasar yang dibutuhkan pada usianya.

  • Pencegahan berkelanjutan
Pencegahan Stunting

hiamag.com

 

Terapkan perilaku hidup sehat dan bersih pada setiap anggota keluarga, seperti: mencuci tangan sebelum makan, mengkonsumsi air bersih, membersihkan diri setelah buang air kecil maupun besar, membersihkan peralatan makan dan peralatan masak setelah digunakan, dan membersihkan toilet secara berkala.

Pencegahan stunting pada anak bukan hanya tanggungjawab ibu saja, namun juga seluruh anggota keluarga. Oleh karena itu, ayo ajak keluarga untuk lebih peduli pada kebersihan dan kesehatan bersama.

 

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a reply
Tips Mengajarkan Pola Makan yang Baik pada AnakManfaat Sarapan bagi Si Kecil

Leave Your Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Free Call

We are pleased to answer all your questions
+62 888 1 800 900
Live Chat via Whatsapp!