Mengenal Zero Waste: Bermain Sambil Belajar Bersama Anak Usia TK

10 June 2017

Sebagai ibu, apakah Anda jijik melihat sampah berserakan di mana-mana? Atau pusing karena sampah rumah tangga yang baunya menyengat? Bayangkan jika bumi semakin dipenuhi sampah, tentu tidak nyaman untuk ditinggali. Itulah kenapa, pendidikan lingkungan hidup semestinya diajarkan sejak dini pada anak. Misalnya, saat mereka berusia 4 sampai 6 tahun atau ketika bersekolah di Taman Kanak-kanak (TK). Salah satu konsep yang bisa diajarkan adalah zero waste. Ingin tahu lebih lanjut? Simak, yuk.

Apa itu zero waste?

forest-868715_640

forest-868715_640

Zero waste adalah suatu konsep lingkungan hidup yang mengacu pada prinsip 3R, yaitu reduce, reuse dan recycle. Intinya yaitu cara untuk mengolah sampah rumah tangga agar tidak mengotori lingkungan hidup, sehingga tercipta lingkungan bersih bebas sampah. Di beberapa negara maju, zero waste bahkan dianggap sebagai gaya hidup.

Lalu, apa yang bisa dilakukan orang tua agar anak-anaknya peduli zero waste? Mudah saja, lakukan pemisahan sampah organik dan non organik mulai dari rumah. Dan agar anak tidak bingung, Anda bisa mengajaknya bermain sambil belajar mengenal konsep ini.

Memilah sampah dengan cara menyenangkan

Dunia anak adalah dunia bermain. Maka akan lebih mudah untuk mengajari anak sesuatu melalui metode bermain sambil belajar. Meskipun agak rumit bahasannya tapi dengan bermain, anak jadi antusias dan penasaran.

Belajar dari buku bergambar

Source - blog.medel

Source – blog.medel

Ibu juga bisa membelikan anak buku mengenai sampah. Contohnya buku yang berisi cerita agar anak tidak membuang sampah sembarangan dan mulai mengenal pemisahan sampah. Jika sulit mendapatkannya di toko buku, mengapa tidak membuat saja buku bergambar sendiri? Ibu dapat menggambar dengan krayon atau pensil warna di buku gambar besar. Tulis teks di bawah gambar, sedikit saja. Gunakan kalimat simpel.

Gambarkan sampah non organik (sampah yang bisa didaur ulang seperti botol bekas, kertas, kaleng, dan lain-lain), sampah organik (sampah sisa sayur, buah, kulit telur dan sebagainya), keranjang sampah, dan Tempat Pembuangan Sampah (TPA).  Lalu, bacakan cerita tersebut kepada anak. Jika anak senang menggambar, ibu juga dapat mengajak mereka menggambar bersama-sama.

Membiasakan anak memilah sampah

Source - Pixabay

Source – Pixabay

Setelah mengajarkan kepada anak cara memilah sampah, langkah selanjutnya adalah dengan mempraktikkannya. Setiap kali membuang sampah ke keranjang, pisahkan antara sampah organik dan non organik. Lakukan aktivitas membuang sampah itu secara rutin dan kreatif. Misalnya, dengan membeli keranjang sampah yang berbeda warna, untuk sampah organik dan non organik. Pilih keranjang yang bentuknya unik atau gambar tokoh kartun, agar anak tertarik melakukan aktivitas itu.

Hal tersebut juga dapat diterapkan di sekolah. Apalagi jika anak melakukannya bersama teman-teman sekelas. Pasti dia senang. Oh ya, jika sekolah TK anak Anda belum menerapkan zero waste, coba mengajukan usul kepada pihak yang berwenang di sekolah.

Aktivitas mendaur ulang sampah

Source - Pixabay

Source – Pixabay

Apabila ibu punya waktu luang, ajak anak bermain sambil mengutak-atik sampah non-organik. Ambil satu botol bekas, isi dengan batu, daun kering, bunga, atau pernak-pernik kesukaan anak. Minta dia menulis botol dengan namanya sendiri. Jika anak masih belajar menulis, pegang tangannya dan beri contoh. Atau gambar saja botol itu dengan karakter lucu, seperti boneka atau mobil-mobilan. Beri warna-warna terang agar botol terlihat indah.

Bisa pula menggunakan kaleng, kertas, atau produk rumah tangga berbahan kayu yang tidak berguna lagi. Jika sudah jadi, sampah-sampah itu bisa dijadikan pajangan atau mainan anak. Lucu, bukan? Sampah yang tadinya akan dibuang, dengan sedikit kreativitas bisa berubah menjadi berguna. Anak pun senang melakukannya karena bisa bermain sekaligus belajar zero waste dengan gampang. Bagaimana, Anda tertarik? Ajak suami juga ya, Bu!

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 1 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a reply
Kurangi Kecanduan Gawai pada Anak dengan 5 Permainan Tradisional  IniAnak Kurang Pandai Bergaul? Bangun Percaya Dirinya Yuk, Bunda!

Leave Your Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Free Call

We are pleased to answer all your questions
+62 888 1 800 900
Live Chat via Whatsapp!