Kurangi Sibling Rivalry dengan 5 Cara Ini!

6 July 2019

Memiliki lebih dari satu orang anak dan ingin mereka hidup rukun pasti dambaan setiap orang tua. Sayangnya, sibling rivalry atau perselisihan antara kakak dan adik selalu ini. Frekuensi dan beratnya perselisihan tergantung pada kepribadian anak, usia, serta cara orang tua mengatasi perselisihan tersebut.

Perselisihan tersebut disebabkan oleh berbagai hal seperti memperebutkan barang, ingin lebih dominan daripada saudaranya, hingga mencari perhatian orang tua. Orang tua harus segera mengatasinya agar anak tidak berselisih hingga dewasa.

Hargai masing-masing individu

Sibling Rivalry

pixabay.com

Setiap anak memiliki kepribadian, kelebihan dan kekurangan yang berbeda. Oleh karena itu, untuk mengurangi sibling rivalry, orang tua harus melihat anak sebagai individu yang unik dan berhenti membanding-bandingkan satu sama lain. Misalnya, berkata “Adik lebih rajin belajar, kok kamu tidak?” atau “Kakak lebih suka baca buku, kenapa kamu lebih suka main?”

Menghargai individu juga termasuk menghargai barang-barang milik masing-masing anak. Anda harus menghargai barang-barang anak. Sama seperti Anda meminjam barang orang lain, Anda juga harus meminta izin jika mainan anak akan dipinjam atau digunakan oleh saudaranya.

Tunjukkan kasih sayang

Sibling Rivalry

pixabay.com

Anda harus memuji anak-anak ketika sedang rukun. Anda bisa gunakan kalimat yang jelas agar anak mengerti perilaku baik yang diharapkan, seperti “Ibu senang melihat adik dan kakak main bersama. Kalian terlihat manis kalau begini.”

Menunjukkan kasih sayang juga bisa diperlihatkan kepada masing-masing anak. Misalnya hari ini orang tua bermain sama adik dan besok bermain bersama kakak. Hal-hal yang bisa dilakukan seperti jalan-jalan atau membaca buku bersama. Quality time seperti ini penting dilakukan agar anak merasa dicintai dan percaya diri.

Hindari membela anak

Sibling Rivalry

pixabay.com

Orang tua biasa memiliki kedekatan dengan satu anak secara khusus dan ini adalah hal wajar. Namun hindari membela anak, apalagi jika anak tersebut salah. Misalnya, kakak dan adik sedang bertengkar. Biasanya orang tua menyalahkan kakak dan menyuruh mengalah pada adik. Sebaiknya orang tua mencari terlebih dahulu siapa yang salah.

Pembelaan ini akan membuat sibling rivalry semakin runcing. Anak bisa cemburu dan memicu kecemburuan pada anak lainnya. Selain itu, tidak adil bagi kakak disalahkan atas sesuatu yang tidak dilakukannya.

Memunculkan rasa saling membutuhkan

Sibling Rivalry

pixabay.com

Anda dapat memunculkan rasa saling bergantung antara kakak dan adik untuk mengurangi sibling rivalry. Misalnya, Anda bisa meminta kakak untuk mengajari adik sesuatu yang belum ia ketahui. Adik juga bisa bertanya apa saja kepada kakak. Perilaku seperti ini akan membuat kakak berguna dan adik merasa nyaman karena ada kakak yang bisa membimbingnya.

Rasa saling membutuhkan ini bisa dipupuk sedari adik baru lahir. Contohnya, jika adik diberi hadiah, kakak bisa diminta tolong untuk membuka kado-kado tersebut. Selain itu, orang tua juga bisa mendidik kakak untuk sama-sama mengurus adik seperti membantu membawakan popok atau mengajak bermain.

Orang tua jadi penengah

Anak Suka Berbohong

pixabay.com

Saat anak-anak berkelahi, orang tua harus jadi penengah buat anak-anak.  Ini menunjukkan Anda tidak membela salah satu anak dan Anda ada di dalam tim yang sama. Contohnya Anda bisa bertanya “Kenapa kakak marah?” dan “Kenapa adik marah?”. Dari situ, Anda dan anak-anak bisa mencari solusi bersama.

Orang tua juga bisa memberikan hukuman yang sama jika keduanya sama-sama salah dan tidak mau mengalah. Contohnya, Anda bisa memberi hukuman mereka harus membersihkan kamar tidur bersama-sama atau dikurangi waktu untuk menonton televisi.

Perlu diperhatikan bahwa ada kalanya orang tua harus membiarkan mereka menyelesaikan permasalahannya sendiri. Anda bisa melakukan ini jika keributan terjadi dalam tahap normal.

Orang tua harus waspada jika sibling rivalry sudah melibatkan perilaku agresif seperti menghina, menyakiti, atau melempar barang. Jika ini terjadi, segera meminta bantuan profesional agar tidak terjadi kemarahan pada saat dewasa.

Leave a reply
6 Ide Permainan Sensori Untuk Anak5 Tips Bila Anak Terlalu Jujur

Leave Your Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Free Call

We are pleased to answer all your questions

+62 888 1 800 900
Recent Posts
Live Chat via Whatsapp!