Cara Melindungi Anak dari Konten Dewasa di Internet

13 July 2017

Dengan kemajuan teknologi dan koneksi internet yang memadai, baik anak-anak maupun orang dewasa semakin fasih menggunakan internet. Sayangnya, keadaan ini juga memperbesar kemungkinan anak-anak di bawah umur terekspos oleh konten-konten yang tidak sesuai dengan usianya. Konten dewasa bisa berupa pornografi, kekerasan, seksualitas, teks vulgar, minuman beralkohol, dan konten ilegal lainnya. Lalu, bagaimana cara melindungi anak dari konten dewasa di Internet?

Membuat akun khusus anak

FamiliLink

FamiliLink

Google memiliki fitur FamilyLink yang memungkinkan anak-anak di bawah 13 tahun membuat akun sendiri. Fitur ini memungkinkan orang tua memantau aktivitas anak di internet, dari mulai aplikasi yang diunduh hingga mengontrol channel youtube apa saja yang bisa ditonton anak. Sayangnya, fitur ini berbayar dan baru bisa digunakan di US.

Menggunakan fitur SafeSearch Google

SafeSearch

SafeSearch

Untuk melindungi anak dari konten dewasa, kita bisa mengaturnya dengan Google. Google dapat menyaring konten eksplisit berupa video, gambar, dan website jika fitur SafeSearch diaktifkan. Cara mengaktifkan fitur SafeSearch untuk browsing melalui laptop/komputer adalah mengatur ‘Setting’ pada menu di pojok kanan atas dan mencentang ‘Turn on SafeSearch’.

Jika menggunakan tablet dan smartphone berbasis android yang sering digunakan anak- anak, maka Anda bisa mengaturnya pada aplikasi ‘Google Setting’>’Personal Info & Privacy’>Search Setting.

Pada tab SafeSearch Filters, pilih ‘Filter Explicit Results’ dan simpan pengaturan tersebut. Cara memblokir konten dewasa bagi pengguna iPhone/iPad juga dengan Android, Anda tinggal klik pengaturan Google App>Search Setting> Filter Explicit Results.

Memasang situs ramah anak sebagai default search engine

Pencarian Google

Pencarian Google

Anda bisa mengunduh aplikasi untuk membatasi aktivitas buah hati di dunia maya. Namun, jika kesulitan menemukan aplikasi yang cocok, mungkin anda bisa menggunakan situs pencari yang memang dikhususkan untuk anak-anak. Jika anak sudah terbiasa mencari konten dengan bantuan google, maka anda bisa merubah homepage situs pencari mereka. Misalnya anda ingin merubah homepage dari google ke kiddle.

Bagi pengguna Chrome versi desktop bisa mengklik menu More>Settings>Appearance>Show Home Button. Ketik website kiddle pada isian tersebut. Bagi pengguna iOS yang memiliki Safari browser bisa mengaturnya pada Safari Apps>Preference>General>Homepage. Ketik website yang diinginkan sebagai homepage.

Mengaktifkan Restriction Aplikasi/Games

AppStore

AppStore

Apps dan Games pada AppStore maupun PlayStore banyak yang bermanfaat untuk anak seperti mengajarkan calistung, namun beberapa tidak sesuai untuk anak-anak karena kerap menunjukkan kekerasan atau violence. Beberapa orang tua mengaktifkan fitur ini untuk mencegah anak-anak mengunduh aplikasi, games, dan In-App berbayar. Google memblokir konten setiap apps-nya dengan rating.

Standar content rating ini berbeda di setiap negara. Jika anda melihat simbol 12+,16+,dan 18+ pada informasi maka apps tersebut untuk anak usia di atas 12,16,dan 18 tahun dengan penjelasan bahwa apps tersebut mungkin mengandung unsur kekerasan, aksi kriminalitas, penggunaan kalimat kasar, menstimulasi perjudian, dan sebagainya.

Jika Anda ingin melindungi anak dari konten dewasa, maka Anda bisa mengaktifkan restriction agar anak tidak mengunduh games/apps yang tidak sesuai usianya. Cara mengaktifkan fitur ini yaitu membuka Tab Menu pada aplikasi PlayStore. Lalu, masuk ke Setting dan nyalakan Parental Controls.

Anda akan diminta membuat PIN. Jika anak ‘iseng’ mematikan Parental Control, mereka akan dimintai PIN ini. Jadi, pastikan PIN ini tidak diketahui anak, ya. Untuk perangkat berbasis iOS caranya lebih mudah, tinggal masuk ke Setting>Restrictions>Enable Restriction. Anda akan diminta membuat PIN kemudian memilih Apps yang akan diblokir.

Mendampingi anak saat terhubung Internet

Dampingi Anak

Dampingi Anak

Cara paling efektif melindungi anak dari konten dewasa adalah pendampingan orang tua. Orang tua bisa menjelaskan saat mereka menemukan konten yang tidak mereka pahami dan dampak keranjingan internet bagi diri mereka sendiri. Selain cara melindungi anak dari konten dewasa di atas, menaruh komputer di tempat dan layar yang bisa diawasi akan memperkecil kemungkinan anak mengakses konten dewasa.

Tentu saja, hal ini akan semakin efektif jika anak mendapatkan pendampingan orang tua selama terhubung internet.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a reply
Mengintip Cara Belajar Siswa di Negara dengan Murid Terpintar di DuniaIni 5 Kemampuan Dasar yang harus Diajarkan ke Anak Sejak Dini
All comments (2)
  • Bisa Komputer
    22 July 2017 at 13:56

    Menurut saya yang paling tepat adalah yang nomor 5. Dengan pendampingan, secara tidak langsung kita bisa membangun kedekatan terhadap anak secara lebih, tapi over all […] Read MoreMenurut saya yang paling tepat adalah yang nomor 5. Dengan pendampingan, secara tidak langsung kita bisa membangun kedekatan terhadap anak secara lebih, tapi over all thats good news. Read Less

    Reply
  • […] waspada dan memilih aplikasi yang cocok untuk anak-anak. Salah-salah, aplikasi mungkin menampilkan konten yang tidak sesuai atau membingungkan bagi anak-anak. Kendati demikian, Anda tidak […] Read More[…] waspada dan memilih aplikasi yang cocok untuk anak-anak. Salah-salah, aplikasi mungkin menampilkan konten yang tidak sesuai atau membingungkan bagi anak-anak. Kendati demikian, Anda tidak perlu khawatir karena toko aplikasi […] Read Less

    Reply

Leave Your Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Free Call

We are pleased to answer all your questions

+62 888 1 800 900
Live Chat via Whatsapp!