Pentingnya Belajar Skill Berkomunikasi dengan Anak

12 September 2022

 

Ketika anak sudah bertumbuh, orangtua tidak lagi bisa berkomunikasi seperti dulu saat anak masih balita. Mereka sudah semakin mudah menyerap banyak kata-kata yang didengarnya sehingga orangtua perlu hati-hati saat menyampaikan sesuatu. Belum lagi kosakata mereka semakin bertambah. Pergaulan anak juga semakin luas, sedangkan orangtua tidak bisa mengawasinya dari dekat. Inilah mengapa komunikasi yang baik harus dilakukan agar anak lebih memahami maksud orangtua dan tidak terjebak dalam pergaulan yang salah.

 

Dengarkan anak

 

Komunikasi antara anak dan orangtua seharusnya berjalan 2 arah. Bukan hanya orangtua yang terus berbicara, tapi berikan juga kesempatan bagi anak untuk bicara. Jadilah pendengar yang baik bagi anak Anda. Tatap matanya dan cermati perkataan dengan seksama. Biarkan mereka menyadari bahwa dirinya berhak untuk bicara. Hal ini juga melatih anak untuk terbiasa bercerita kepada orangtua karena merasa dihargai.

 

Singkirkan gadget

 

Via Freepik

 

Ketika berkomunikasi dengan anak, simpan terlebih dulu gadget Anda. Dengan demikian Anda bisa fokus berkomunikasi. Ketika berbicara dan mendengarkan anak, tidak ada lagi gangguan bunyi notifikasi atau keinginan untuk membuka aplikasi.

 

Pancing anak berbicara

 

Ada sebagian anak yang tidak akan berbicara ketika tidak ditanya. Oleh karena itu, orangtua perlu memancing anak terlebih dulu. Misalnya saat pulang sekolah, tanyakan bagaimana harinya dan apa kegiatan favorit hari itu. Bisa juga memancing anak untuk membicarakan hal yang ia sukai. Biasanya anak-anak akan bersemangat jika ditanyakan hal yang ia sukai. Dari situ juga si kecil akan menyadari kalau ia mendapat dukungan atas sesuatu disukai. Di kemudian hari, anak pun tidak segan untuk bercerita banyak hal.

 

Beri waktu untuk merespons

 

Ketika Anda membicarakan suatu topik yang asing bagi anak, mereka membutuhkan waktu untuk memahami dan memprosesnya. Mungkin anak tidak bisa langsung menjawab pertanyaan dari orangtua. Tidak apa-apa, beri saja si kecil waktu untuk merespons sesuai kemampuannya. Apabila Anda membutuhkan respons dalam waktu cepat, buat perjanjian kapan anak harus meresponsnya.

 

Pilih kata-kata sederhana dan jelas

 

Koleksi kosakata anak dan orang dewasa jelas berbeda. Sebaiknya hindari penggunaan kosakata yang terlalu rumit dan asing untuk si kecil. Kalaupun tidak ada kata pengganti, Anda bisa memberikan penjelasan tentang arti di balik kata-kata tersebut. Pemilihan kata-kata yang sederhana juga bisa membuat anak tidak salah paham.

Jangan lupa untuk berkomunikasi dengan jelas dan langsung ke inti pembicaraan tersebut. Apabila Anda hendak bicara tentang peraturan, jabarkan juga alasan dan tujuannya. Bila perlu, gunakan gesture tubuh untuk memperjelas maksud.

 

Gunakan kalimat positif

 

Via Freepik

 

Penggunaan kata-kata berbau negatif hanya akan membuat anak merasa ngeri dan enggan melanjutkan komunikasi. Terutama ketika anak melakukan kesalahan. Misalnya si anak lupa mengerjakan PR, maka jangan memarahinya. Melainkan cukup ditegur dan diberi solusi seperti “PR berikutnya harus dikerjakan tepat waktu ya. Supaya ingat, catat di notes.”

 

Ajak anak berdiskusi

 

Ada kalanya Anda perlu menciptakan percakapan yang memaksa anak untuk berpikir kritis. Salah satunya dengan melibatkan anak saat memilih sesuatu. Mulailah dari hal yang sederhana seperti bunga apa yang cocok ditanam di halaman depan dan sebagainya. Tanpa disadari, si kecil akan merasa kehadiran dan pendapatnya begitu dihargai. Skill berkomunikasi yang satu ini juga mampu melatih anak untuk berani menyuarakan pendapat.

Belajar untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi dengan anak mungkin merupakan hal yang baru bagi Anda. Lakukan secara perlahan namun pasti demi hubungan yang harmonis dan masa depan anak yang terarah.

 

Leave a reply
Anak Terjebak Pertemanan Toxic Harus Bagaimana?Ini 5 Skill yang Wajib Diajarkan Kepada Balita

Leave Your Reply

Your email address will not be published.

Free Call

We are pleased to answer all your questions

+62 888 1 800 900
Live Chat via Whatsapp!