Anak Terjebak Pertemanan Toxic Harus Bagaimana?

9 September 2022

 

Semua orangtua tentu menginginkan anaknya mampu bergaul dengan siapa saja. Ketika anak pandai bergaul, orangtua akan merasa tenang karena berarti anaknya baik dan diterima oleh banyak orang. Tapi sayangnya, pertemanan anak ini tidak bisa kita awasi setiap saat. Selalu ada peluang untuk anak terjebak dalam pergaulan atau pertemanan toxic.

Beberapa ciri toxic friend adalah egois, narsisme, malas, manipulatif, hingga membully kaum yang lemah. Jika suatu hari Anda mendeteksi si kecil terlibat dalam pertemanan toxic seperti ini, apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkannya?

 

Bicarakan dengan anak dan analisa

 

Via Freepik

 

Ketika anak terlibat dalam pertemanan toxic, akan terlihat perubahan sikap yang cukup signifikan. Untuk mencari tahu, sebaiknya ajak anak untuk membicarakan hal tersebut. Namun, perlu diingat untuk tidak menghakimi sikap si teman karena anak bisa merasa tersinggung dan ingin membela temannya. Lebih baik ajukan pertanyaan untuk diskusi seperti “Apakah menurut kamu si A termasuk dalam kategori teman yang baik?” atau “Kalau bermain dengan A, apa saja yang kalian lakukan?”

Biarkan anak bercerita dan Anda bisa mulai menganalisa. Apabila temannya benar toxic, coba jelaskan kembali kepada anak seperti apa teman yang baik dan perilaku baik yang selama ini diajarkan bahkan sebelumnya sudah si kecil terapkan.

 

Ajarkan bersikap berani

 

Apabila anak sudah sadar akan pertemanannya yang toxic dan ingin melepaskan diri juga, mungkin saja ada respon tidak menyenangkan dari teman tersebut. Sebut saja seperti memberi ancaman atau mengajak teman lain untuk memusuhinya.

Untuk itu, ajarkan anak untuk bersikap berani. Anak tidak perlu takut akan ancaman seperti itu karena ada orangtua yang melindunginya dan masih ada banyak teman-teman baik di luar sana. Anak juga perlu berani menolak ajakan temannya yang tidak benar supaya tidak terjebak lingkungan toxic lagi.

 

Arahkan anak pada komunitas baru

 

Via Freepik

 

Percayalah kalau masih ada banyak teman-teman yang memberikan dampak positif pada perkembangan anak. Sebagai orangtua, bantu mereka menemukan teman baik dengan cara melibatkannya pada komunitas baru. Anda bisa memulainya dari hobi si kecil. Ketika anak sudah mendapatkan pertemanan yang baik, mereka akan lebih bahagia dan tidak lagi memperdulikan teman toxicnya.

 

Terapkan teknik mirroring

 

Teknik ini digunakan oleh orangtua untuk menyadarkan anak betapa buruknya dampak berteman dengan seseorang yang toxic. Beri pemahaman bahwa anak Anda tidak sepantasnya mendapatkan perlakuan dan dampak buruk karena anak Anda sangat berharga. Lama-lama anak akan sadar kalau mereka memang pantas untuk memutuskan hubungan toxic.

 

Jauhkan anak dari teman toxic

 

Via Freepik

 

Menjauhkan diri dari suatu lingkar pertemanan adalah hal yang sulit dilakukan oleh anak. Namun, para orangtua harus tetap berusaha. Tidak perlu langsung melarangnya bermain bersama karena anak akan kaget dan dimusuhi. Lakukan secara perlahan hingga anak terbiasa untuk tidak bermain bersama teman toxic. Beberapa cara yang dapat Anda terapkan adalah mengurangi frekuensi pertemuan atau ketika membalas pesan. Anda juga berhak menolak permintaan teman toxic untuk bermain bersama si kecil. Bila perlu, izinkan anak untuk menjadikan orangtuanya sebagai alasan untuk menolak ajakan bermain.

Demikian 5 cara untuk menyelamatkan anak yang terjebak pertemanan toxic. Anak mungkin mengalami kesulitan jika diminta memutuskan hubungan tersebut tiba-tiba. Belum lagi ada rasa bersalah yang muncul karena salah pilih teman. Bersabar dan yakinlah kalau anak mampu mengatasinya serta menemukan pertemanan yang sehat.

 

Leave a reply
Anak Hobi Mengadu, Baik atau Buruk?Pentingnya Belajar Skill Berkomunikasi dengan Anak

Leave Your Reply

Your email address will not be published.

Free Call

We are pleased to answer all your questions

+62 888 1 800 900
Live Chat via Whatsapp!