5 Tips Melatih Mental Anak Untuk Membangkitkan Kepercayaan Diri

12 April 2018

Anda pasti pernah melihat ajang pencarian bakat untuk anak-anak yang disiarkan di televisi swasta maupun nasional. Betapa hebatnya anak-anak tersebut bisa tampil tanpa rasa grogi sedikit pun di atas panggung. Anda mungkin berpikir, bagaimana mereka bisa tampil percaya diri dan luwes di depan umum. Sementara anak Anda begitu pasif, takut hanya untuk berdiri di depan kelas—bercerita mengenai keseharian. Jika seperti itu, Anda dapat mencoba 5 tips berikut dalam melatih mental anak agar lebih percaya diri.

Jangan Terlalu Membatasi

Jangan Terlalu Membatasi - i0.wp.com

Jangan Terlalu Membatasi – i0.wp.com

Sebagai orang tua, Anda pasti memiliki sikap protektif terhadap anak. Tidak ingin dia sakit, terluka, atau kesal ketika mereka bermain kotor-kotoran karena dapat menimbulkan penyakit. Itu sikap yang wajar, tetapi jangan terlalu protektif dan membatasi. Itu hanya akan menimbulkan rasa takut dan mengganggu perkembangan mental anak. Akhirnya, anak jadi pesimis. Setiap kali disodorkan sesuatu yang baru, dia akan ragu-ragu untuk mencobanya.

Maka Anda bisa mencoba untuk percaya pada mereka. Berikan kebebasan untuk bermain dan mengekspresikan diri. Izinkan untuk mencoba hal baru yang menarik bagi mereka. hal itu akan dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri anak dan berani menghadapi khalayak.

Jangan Memarahi Tanpa Alasan Jelas

Jangan Memarahi Tanpa Alasan Jelas - thumb.saliha.id

Jangan Memarahi Tanpa Alasan Jelas – thumb.saliha.id

Masalah kehidupan sering kali membuat pikiran Anda kalut dan menyulut emosi. Saat anak melakukan tindakan yang dirasa salah sedikit saja, Anda pun akan langsung memarahinya. Akibatnya, mental anak jadi rusak, ketakutan, dan kelak dapat memiliki sikap takut bertindak. Padahal, sebagai orang tua, Anda seharusnya bisa menjaga emosi dan tidak meluapkannya begitu saja.

Jika pun harus marah karena anak melakukan kesalahan, lakukan dengan lembut. Nasihati dengan kata-kata yang dapat dimengerti. Jelaskan apa kesalahannya agar kelak tidak diulang lagi. Ajarkan pula untuk berani bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan dengan mendiskusikan hukuman yang tepat. Itu lebih baik dibanding memarahi tidak jelas atau memukulnya.

Komunikasi yang Aktif

Komunikasi yang Aktif - everydayfeminism.com

Komunikasi yang Aktif – everydayfeminism.com

Membangun komunikasi dengan anak sangatlah penting, karena peran orang tua sangat besar dalam mendengar kegelisahan dan problema yang dialami anak. Manfaatnya, mental anak jadi terasah dan akan terbiasa mengutarakan isi pikiran atau keinginannya, sehingga anak jadi lebih percaya diri untuk melakukan sesuatu. Komunikasi tidak harus selalu bersumber dari orang tua, Anda dapat meminta si anak untuk menceritakan kegiatannya sehari-hari ketika di sekolah, teman-temannya  atau sesuatu yang dia temukan.

Hindari Memberikan Bantuan Terlalu Banyak

Hindari Memberikan Bantuan Terlalu Banyak - magazine-cdn.orami.co.id

Hindari Memberikan Bantuan Terlalu Banyak – magazine-cdn.orami.co.id

Cara lain dalam mengasah mental anak adalah ajarkan kemandirian sejak dini. Mulai dari cara memakai pakaian, mengambil nasi, air minum, dan makan. Membiarkan anak mandiri melakukan kebutuhannya sendiri, dapat membuatnya tidak bergantung dan ragu dalam bertindak. Walaupun apa yang dilakukan si anak belum sempurna, seperti makan yang berantakan, salah memakai pakaian atau menumpahkan air ketika mengambil minuman. Namun, hal itu menjadi langkah awal untuk mengenalkan pada kemandirian. Ajari pelan-pelan cara yang benar. Jangan marah, apalagi membentaknya. Itu hanya akan membuatnya takut dan urung melakukan lagi.

Memberikan Motivasi

Memberikan Motivasi - www.vebma.com

Memberikan Motivasi – www.vebma.com

Setiap anak itu spesial. Mereka mempunyai ketertarikan sendiri-sendiri akan suatu hal. Ada yang suka melukis, tetapi tidak suka pelajaran menghitung. Ada yang suka bahasa, tetapi tidak mahir di bidang lain. Ketika anak Anda salah satu dari anak-anak spesial yang memiliki kesukaan akan suatu bidang tertentu, jangan rendahkan. Sebaliknya, support apa yang dia gemari. Berikan motivasi untuk menekuninya dan fasilitasi. Itu akan membantunya semangat dalam mengembangkan bakat yang dimiliki. Dengan demikian, sedikit demi sedikit mental anak akan terlatih untuk tampil percaya diri dalam memamerkan karyanya.

Mental anak berpengaruh pada pertumbuhan anak. Karena itu, latihlah sedari dini. Hal itu dapat membantu dalam pembentukan karakter di masa depan. Anak yang percaya diri tidak akan takut untuk tampil di muka umum. Bakat anak pun dapat tumbuh dan berkembang lebih cepat dibanding anak-anak lain.

Leave a reply
Bingung Bekal Sekolah untuk Anak? Cobalah 4 Variasi Bekal Sekolah BerikutAlasan Penting Kenapa Kamu Perlu Lanjut Kuliah S2

Leave Your Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Free Call

We are pleased to answer all your questions

+62 888 1 800 900
Recent Posts
Live Chat via Whatsapp!