Kupas Tuntas Diare pada Anak, Perlukah Antibiotik?

16 May 2018

Orang tua pasti khawatir saat si kecil sakit. Apalagi bila terjadi diare pada anak. Tangis kesakitan anak dan keadaannya yang semakin lemas terkadang membuat orang tua menjadi panik dan tidak bisa berpikir jernih. Memang pada akhirnya memeriksakan anak ke dokter menjadi pilihan yang tepat. Namun orang tua perlu tahu pertolongan pertama yang dapat dilakukan saat anak diare agar penanganan lebih maksimal.

 

Penyebab Diare pada Anak

Diare pada Anak

momjunction

Diare terjadi ketika frekuensi buang air besar (BAB) bertambah hingga lebih dari 3 kali sehari dengan konsistensi lebih cair. Gejala bisa disertai dengan demam dan nyeri perut. Penyebab diare adalah adanya infeksi di usus yang dapat disebabkan oleh virus, bakteri atau parasit lain. Kebanyakan infeksi diare pada anak disebabkan oleh virus seperti rotavirus. Penyebab lain bisa juga faktor psikologi seperti demam panggung atau konsumsi kopi dan alkohol yang berlebihan.

Di Indonesia, diare merupakan salah satu masalah sanitasi terbesar yang menyerang anak balita. Virus atau penyebab infeksi lain mudah menular melalui kontak langsung dari lingkungan yang kotor. Maka sejak kecil ajarkan anak untuk menjaga kebersihan dengan cuci tangan sebelum makan dan setelah dari toilet. Orang tua juga perlu menjaga kebersihan makanan yang masuk ke mulut anak.

 

Pertolongan Pertama Diare pada Anak

Diare pada Anak

rockingmama

Saat diare, anak kehilangan banyak cairan dari banyaknya frekuensi BAB yang dikeluarkan. Hal tersebut dapat menyebabkan dehidrasi pada anak. Untuk mencegahnya, orang tua perlu memberikan oralit serta cairan tambahan tiap kali terjadi diare pada anak. Saat ini telah banyak dijual oralit di apotek dan tinggal dilarutkan saja dengan air. Berikan minum atau cairan pengganti seperti kuah sayur yang ada di rumah sebanyak 100-200 ml tiap kali BAB. Cairan tambahan harus terus diberikan sampai diare berhenti. Bila anak ingin makan, tetap lanjutkan pemberian makanan.

Diare pada anak dapat membahayakan apabila terjadi dehidrasi berat. Gejalanya antara lain anak cenderung lemas atau tidak sadar, mata cekung dan malas minum. Apabila terjadi gejala tersebut, anak harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan lebih lanjut. Pertolongan yang terlambat pada anak dengan dehidrasi berat dapat mengakibatkan penurunan kesadaran hingga kematian.

 

Apakah Diperlukan Antibiotik?

Diare pada Anak

chriskresser

Pada penjelasan sebelumnya, disebutkan bahwa penyebab diare pada anak terbanyak di Indonesia adalah virus. Penyakit yang disebabkan oleh virus biasanya akan sembuh sendiri (self limiting disease) dan tidak memerlukan antibiotik. Penggunaan antibiotik seperti amoksisilin atau metronidazol yang tidak tepat justru akan menyebabkan bertambahnya resistensi terhadap bakteri. Akibatnya bakteri akan bertambah kuat dan tidak akan bisa diobati lagi dengan antibiotik yang tersedia saat ini.

Memang terdapat beberapa diare pada anak yang disebabkan oleh bakteri. Diare jenis ini masuk dalam kelompok disentri. Gejalanya meliputi demam, nyeri perut dan BAB cair yang disertai lendir darah. Apabila ditemukan gejala tersebut, segera periksakan anak ke dokter di klinik atau puskesmas. Dokter yang akan memutuskan apakah anak memerlukan antibiotik atau tidak. Anda sebaiknya tidak membeli sendiri obat-obatan di apotek tanpa resep dokter.

Nah, demikianlah penjelasan mengenai gejala diare pada anak dan pertolongan pertama yang perlu dilakukan. Hal yang perlu diingat adalah penanganan diare yang terpenting yaitu pemberian cairan tambahan, dan belum tentu memerlukan antibiotik. Kini orang tua tak perlu panik lagi jika terjadi diare pada anak.

Leave a reply
Selalu Ingat 5 Hal Ini Ketika Mendampingi Anak KidalKetahui 8 Tantangan yang Sering Dihadapi Anak Kidal

Leave Your Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Free Call

We are pleased to answer all your questions

+62 888 1 800 900
Contact Us
Recent Posts
Live Chat via Whatsapp!