Kenali Tujuh Ciri Anak Introvert

25 September 2019

Masih banyak orang tua yang masih bingung dengan sifat anak mereka, dimana pada dasar-nya setiap anak terlahir dengan keunikan dan ciri-ciri, sifat yang berbeda, dank arena itu kita sebagai orang tua harus mengetahui karakter anak kita, apakah sang anak introvert atau extrovert.

Mengetahui karakter anak tentu saja membantu kita sebagai orang tua untuk membantu mengembangkan potensi anak yang kita miliki. Anak extrovert tentu saja terlihat lebih mudah dan gampang karena mereka lebih terbuka dan mudah bercerita dibandingkan anak introvert, anak tersebut cenderung lebih pendiam dan tertutup.

Tentu saja jika anak kita adalah anak introvert maka itu akan menjadi tantangan tersendiri bagi setiap orang tua, dan tentu saja orang tua sendiri masih akan berpikir, apakah anak mereka introvert? Meski anak anda begitu, maka anda tidak perlu khawatir berlebih, karena hal tersebut hanya membutuhkan strategi yang tepat.

 

1. Hindari Kontak Mata Dan Interaksi Yang Berlebih Dengan Orang Lain

Anak introvert biasa-nya pemalu dan tertutup, untuk itu kita harus pelan-pelan mengajak sang anak berbicara, dan salah satu ciri khas jika seseorang adalah introvert adalah menghindari kontak mata, hal ini memang bukan bearti tidak sopan, tetapi mereka melindungi diri mereka dari intimidasi dan rasa malu, untuk itu anda harus mengetahui apabila anak anda sering menghindari kontak mata, mungkin saja anak anda memang salah satu anak yang introvert.

2. Merasa Malu/Kesal Setelah Jalani Hari Yang Sibuk

Apabila sedang ada acara di luar yang menghabiskan waktu sang anak dan sang anak terlihat kesal atau menjadi pendiam, mungkin itu juga menandakan bahwa anak anda tidak ingin terlalu lama bertemu dengan banyak orang, karena tidak nyaman, sang anak akan merasa kesal setelah bertemu banyak orang, dan karena itu dirinya akan mencari waktu dan tempat untuk dapat sendirian.

3. Bicara Sendiri

Melihat anak bicara sendiri mungkin akan membuat kita khawatir, tetapi itu bukan berarti anak kita sudah gila, tetapi itu adalah cara interaksi dengan diri sendiri, itu merupakan cara sang anak mengungkapkan perasaannya, karena dirinya tidak suka bersosialisasi, maka dirinya lebih bicara sendiri untuk berkomunikasi dengan diri-nya sendiri dibandingkan berbicara dengan orang lain.

4. Bermain Sendiri

Jika ada teman ramai-ramai sedang bermain, tetapi anak anda memilih bermain sendiri di kamar dibandingkan berkumpul bersama teman-temannya, maka itu juga menunjukkan anak anda tidak suka keramaian, dan perlu di-ingat, kita tidak boleh memaksa hal tersebut, karena bagi setiap anak kecil, bertemu dengan anak-anak lain merupakan dorongan alami, dan jika sang anak lebih memilih bermain sendiri, maka kita bisa memberikan boneka maupun hewan peliharaan agar sang anak tidak benar-benar sendirian ketika sedang bermain di rumah atau kamar-nya.

5. Memiliki Sedikit Teman

Hanya satu atau tiga teman yang dimiliki oleh teman anda menunjukkan bahwa dirinya juga tidak ingin bergaul dengan banyak orang karena itu akan membuat dirinya tidak nyaman, dirinya sendiri tentu saja akan sulit berteman dengan anak lain dimana dirinya lebih memilih menutup diri dan menarik diri dari keramaian, dan tentu saja hal tersebut membuat dirinya hanya memiliki sedikit teman dibandingkan anak extrovert yang suka berbicara dengan banyak orang, karena itu mereka rata-rata hanya memiliki satu hingga tiga teman saja yang bisa di percaya.

6. Tidak Mau Mencoba Hal Baru

Menjadi penonton juga merupakan pilihan anak introvert yang tentu saja akan membuat sang anak memilih menjadi penonton ketika teman-temannya sedang melakukan sesuatu yang baru dan menantang, sang anak akan menjadi pengamat dan mengambil pelajaran dari pengalaman teman-nya, dirinya akan mengamati dan tidak ikutan karena dirinya lebih nyaman dengan situasinya saat tersebut dibandingkan harus mengikuti teman-temannya.

7. Sulit Ekspresikan Emosi

Jarang melihat anak anda mengekspresikan emosi-nya secara langsung? Itu juga salah satu tanda bahwa anak anda adalah seorang introvert, mungkin dia lebih memilih mengungkapkan hal tersebut melalui tulisan atau memendamnya sendiri, terutama ketika sang anak tidak nyaman dengan seseorang, dirinya tidak akan langsung berbicara kepada orang tersebut, dan untuk itu tugasnya orang tua agar bisa menjadi sahabat agar sang anak bisa memiliki seseorang yang dipercaya dan membuat dirinya nyaman.

Tentu saja sangat penting mengetahui kepribadian sang anak agar kita tidak salah bertindak dan mengetahui apa saja yang harus kita lakukan.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a reply
Berikut Jam Tidur Normal Pada BayiAnak Takut Ke Salon? Ini Alasan-nya!

Leave Your Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Free Call

We are pleased to answer all your questions

+62 888 1 800 900
Live Chat via Whatsapp!