Intoleransi dan Alergi Makanan, Sama atau Beda Ya?

23 August 2019

Intoleransi dan alergi makanan adalah istilah medis yang sering dikaitkan dengan anak-anak. Namun, apakah pada dasarnya kedua kondisi itu serupa? Atau malah sebetulnya berbeda sama sekali? Berikut ulasannya.

1. Definisi Intoleransi dan Alergi Makanan

Intoleransi dan Alergi Makanan

pixabay.com

Untuk mengetahui apakah intoleransi dan alergi makanan itu berbeda, mari membahas definisi masing-masing dari keduanya.

2. Apa Itu Intoleransi Makanan?

Intoleransi dan Alergi Makanan

pixabay.com

Secara medis, intoleransi makanan juga dikenal dengan istilah hipersensitivitas makanan non-alergi. Seperti dikutip dari American Academy of Allergy, Asthma & Immunology, kondisi tersebut akan membuat seseorang mengalami kesulitan saat mencerna makanan tertentu.

Sementara itu, dalam studi ilmiah yang berjudul Food Intolerances and Eosinophilic Esophagitis in Childhood, intoleransi makanan dijabarkan sebagai suatu reaksi negatif terhadap makanan atau bahan tertentu yang bisa terkait dengan sistem kekebalan tubuh seseorang.

Salah satu pemicunya bisa disebabkan oleh kekurangan enzim pencernaan. Kondisi ini dapat menyebabkan beberapa jenis intoleransi seperti intoleransi laktosa dan gluten. Sementara gejala intoleransi makanan sendiri sangat bervariasi, tetapi umumnya memicu masalah pada sistem pencernaan, kulit, dan pernapasan. Berikut adalah gejala umum dari intoleransi makanan:

  • diare
  • kembung
  • ruam
  • sakit kepala
  • mual
  • kelelahan
  • sakit perut
  • gejala seperti flu

3. Apa Itu Alergi Makanan?

Intoleransi dan Alergi Makanan

pixabay.com

Dikutip dari Asthma and Allergy Foundation of America, alergi makanan terjadi ketika sistem kekebalan tubuh seseorang menilai makanan tertentu sebagai suatu yang berbahaya. Akibat dari proses tersebut, tubuh menunjukkan gejala tertentu. Inilah yang kemudian disebut reaksi alergi. Sementara itu, makanan yang menyebabkan reaksi alergi dinamakan alergen.

Secara medis, kondisi ini dikelompokkan dalam dua kategori:

  • Immunoglobulin E(IgE) mediated

Untuk alergi makanan jenis ini, gejala akan timbul dari sistem kekebalan tubuh yang membuat antibodi, yang disebut antibodi Immunoglobulin E (IgE). Jenis antibodi ini umumnya akan bereaksi dengan makanan tertentu.

  • Non-IgE mediated

Sementara untuk Non-IgE mediated, reaksi alergi terhadap makanan tertentu ditunjukkan oleh bagian lain dari sistem kekebalan tubuh. Reaksi ini juga memicu gejala tertentu, tetapi tidak melibatkan antibodi IgE. Namun pada dasarnya, seseorang juga dapat mengalami keduanya.

4. Immunoglobulin E(IgE) mediated

Intoleransi dan Alergi Makanan

pixabay.com

Jenis alergi ini adalah yang paling umum pada bayi dan anak-anak. Kondisi tersebut biasanya dipicu oleh telur, susu, kacang tanah, kedelai, dan gandum. Gejala umum yang sering ditemukan pada anak-anak termasuk:

  • ruam, gatal-gatal
  • pembengkakan pada bibir, lidah, atau tenggorokan
  • kesulitan bernapas
  • sakit perut, muntah, diare

5. Perbedaan Intoleransi dan Alergi Makanan

Intoleransi dan Alergi Makanan

pixabay.com

Menurut Dr. James Li, spesialis alergi di Mayo Clinic, reaksi yang ditunjukkan oleh tubuh terhadap makanan tertentu kebanyakan disebabkan oleh intoleransi makanan daripada alergi makanan. Namun, intoleransi makanan juga dapat memicu beberapa gejala yang sama dengan alergi makanan, sehingga orang sering bingung untuk membedakan keduanya.

Kendati demikian, Dr. James Li menekankan bahwa alergi makanan dapat menyebabkan reaksi yang mempengaruhi banyak organ dalam tubuh. Dalam beberapa kasus, reaksi alergi pada makanan bahkan bisa mengancam jiwa.

Gejala fatal pada alergi makanan disebut anafilaksis, yang biasanya ditandai dengan kesulitan bernapas dan/atau penurunan tekanan darah secara tiba-tiba. Sebaliknya, gejala intoleransi makanan umumnya tidak menimbulkan efek yang serius dan hanya terbatas pada masalah pencernaan.

Selain itu, reaksi dari alergi makanan juga bisa langsung dirasakan. Hal ini tentunya berbeda pada intoleransi makanan. Gejala umumnya baru muncul beberapa jam atau bahkan 20 jam setelah makanan masuk ke tubuh.

Dari uraian di atas, tentunya dapat ditarik kesimpulan bahwa intoleransi dan alergi makanan adalah dua kondisi yang berbeda. Meski demikian, keduanya bisa menunjukkan gejala yang serupa, sehingga tes medis diperlukan untuk mengetahui apakah seseorang mengalami alergi atau intoleransi makanan.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a reply
5 Ide Menata Kamar Anak agar MenarikWaspada! Ini Pemicu Batuk Pilek Anak yang Berasal dari Rumah

Leave Your Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Free Call

We are pleased to answer all your questions
+62 888 1 800 900
Live Chat via Whatsapp!