c

2 December 2016

Bagi kebanyakan orang, hal pertama yang akan muncul di pikiran mereka ketika mendengar kata scaffolding adalah suatu alat yang berhubungan dengan konstruksi bangunan. Scaffolding (perancah) dalam arti yang sebenarnya adalah suatu susunan besi, bambu, atau kayu balok, yang membentuk kerangka dan digunakan sebagai penyangga sementara ketika sedang mendirikan sebuah bangunan. Jika konstruksi bangunan, khususnya konstruksi bangunan beton, sudah mampu berdiri kokoh tanpa bantuan kerangka penyangga tadi, maka perancah pun akan dilepas.

Mengenal Teori Scaffolding

Kegiatan Belajar Dilakukan secara Bertahap dan Berulang

Kegiatan Belajar Dilakukan secara Bertahap dan Berulang

Konsep scaffolding dalam konteks pendidikan anak TK berarti memberikan dukungan belajar secara terstruktur kepada anak hingga anak mampu mengerjakan sesuatu secara mandiri tanpa bantuan orang dewasa. Ketika sudah terdapat peningkatan kemampuan, bantuan dari orang dewasa tersebut dikurangi secara berangsur-angsur, hingga kemudian guru harus melepaskan anak TK untuk belajar secara mandiri.

Teori scaffolding ini dikembangkan oleh Jerome Bruner. Contoh nyata pembelajaran scaffolding adalah ketika anak TK mulai belajar menulis huruf atau angka. Ketika anak TK diberi pelajaran menulis, mereka yang belum mengenal huruf akan mengalami kesulitan. Di sini, tugas orang tua dan guru adalah membimbing anak sedikit demi sedikit dimulai dari hal-hal sederhana yang mudah dilakukan.

Penerapan Teori Scaffolding dalam Mengajarkan Keterampilan Menulis

Penerapan Teori Scaffolding dalam Mengajarkan Keterampilan Menulis

Penerapan Teori Scaffolding dalam Mengajarkan Keterampilan Menulis

Ketika anak TK belum mampu mengenali huruf, cara termudah untuk mengajarkannya adalah dengan mengajaknya menebalkan pola garis putus-putus yang membentuk abjad. Bantulah anak TK untuk mengikuti pola tersebut. Biarkan anak mencoret pola tersebut dengan tetap diarahkan supaya mengikuti pola yang ada.

Kemudian, kurangilah pola tersebut secara perlahan. Setelah anak mampu mengingat cara menuliskan suatu huruf, mintalah anak untuk menuliskannya tanpa bantuan pola. Untuk mengetahui perkembangannya, guru dan orang tua bisa meminta anak untuk menuliskan huruf-huruf tertentu secara acak.

Penerapan Teori Scaffolding dalam Menggambar

Penerapan Teori Scaffolding dalam Menggambar

Penerapan Teori Scaffolding dalam Menggambar

Kegiatan lain yang menerapkan teori scaffolding adalah kegiatan menggambar bagi anak TK. Media gambar adalah satu media yang bisa digunakan untuk mengenalkan lingkungan sekitar kepada anak. Cara mengajar anak TK yang menyenangkan bisa dilakukan dengan menyisipkan kegiatan menggambar bagi anak TK.

Untuk mengenalkan lingkungan keluarga kepada anak, misalnya, mintalah anak untuk menggambarkan ayah, ibu, dan saudara. Pada tahap awal, guru dan orang tua perlu membimbing anak dengan cara memegang tangan anak sambil menggerakkannya. Tangan anak pun akan mengikuti gerakan tangan guru dan orang tua, sehingga anak mengetahui cara membuat pola garis dan bentuk.

Ketika anak telah bisa membuat pola garis dan bentuk, ajarkanlah anak untuk menggambarkan apa yang ia lihat. Secara berangsur, kurangilah bantuan pada anak sehingga anak bisa menggambarkan apa yang ia lihat secara mandiri. Apa pun hasil gambar anak TK, berilah penghargaan dengan cara memujinya.

Penerapan Teori Scaffolding dalam Kehidupan Sehari-hari

Penerapan Teori Scaffolding dalam Kehidupan Sehari-hari

Penerapan Teori Scaffolding dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam kegiatan sehari-hari, teori scaffolding masih bisa digunakan, misalnya ketika mengajari anak usia dini untuk memakai bajunya sendiri. Dalam tahap awal, orang tua bisa membantu anak dengan cara menggerakkan tangan anak agar bisa memakai baju yang dipakainya. Lakukan latihan ini setiap hari hingga tangan anak terbiasa melakukan gerakan memakai baju.

Teori scaffolding bisa membantu guru dan orang tua dalam mendidik anak TK. Anak akan lebih mudah dalam menerima ilmu yang disampaikan oleh guru dan orang tua karena mereka mendapatkan bantuan dan contoh langsung. Bantuan dan contoh tersebut harus dikurangi secara bertahap hingga anak dapat melakukannya sendiri. Secara umum, teori scaffolding cukup efektif untuk membentuk karakter mandiri pada anak sejak usia dini, meskipun pada tahap awal mereka menerima bantuan.

Keywords: anak TK, gambar anak TK, cara mengajar anak TK

Leave a reply
Mau Tahu Cara Cepat Mengajarkan CALISTUNG pada Anak TK? Intip Rahasianya, Yuk!Jangan Beri Bekal “Sampah” untuk Anak! Yuk, Intip Bekal Sehat untuk Anak TK

Leave Your Reply

Your email address will not be published.

Free Call

We are pleased to answer all your questions

+62 888 1 800 900
Live Chat via Whatsapp!