Ini 5 Cara untuk Mengenalkan Gender pada Anak Prasekolah

17 June 2018

Apa yang membedakan laki-laki dan perempuan?

Sebenarnya perbedaan laki-laki dan perempuan terletak pada kodrat masing-masing, bukan pada atribut yang menyertainya. Perbedaan mendasar tentulah pada hamil dan melahirkan. Namun, baik laki-laki maupun perempuan sama-sama punya kedudukan yang setara dalam berbagai bidang. Oleh karena itu, mengenalkan gender pada anak perlu dilakukan sedini mungkin.

Gender merujuk pada perasaan internal individu sebagai perempuan atau laki-laki. Sementara pengenalan gender berupa sebuah proses di mana anak belajar tentang harapan, sikap, dan perilaku yang diharapkan masyarakat terkait jenis kelaminnya. Semakin besar usianya, anak semakin sadar atas identitas dirinya. Lambat laun, ia pun lebih menaruh perhatian pada hal-hal seputar gender. Sampai di sini, anak membutuhkan role model dari orang dewasa dengan jenis kelamin sama. Anak laki-laki akan meniru apa yang dilakukan ayahnya, sementara anak perempuan mencontoh ibunya.

Boleh dibilang gender merupakan kategori sosial pertama yang disadari anak. Seiring dengan hal tersebut, anak mulai mempelajari bagaimana stereotip gender secara  kultural, lewat ‘pengkotak-kotakan’ aktivitas, perilaku, hingga jenis mainan. Di sinilah Anda sebagai orang tua harus mulai mempertimbangkan pola pengasuhan yang mengedepankan kesetaraan gender pada anak.

 

Mengenalkan Gender pada Anak

Mengenalkan Gender pada Anak

Sumber : videoblocks

 

Sebuah penelitian di Amerika Serikat mengungkapkan bahwa semakin sering anak laki-laki bermain dengan teman berjenis kelamin sama, semakin tinggi kecenderungannya untuk berperilaku aktif, dominan, dan agresif. Hal sama juga terjadi pada anak perempuan. Meskipun dorongan untuk bermain dengan teman berjenis kelamin sama juga datang dari orang tua, di saat bersamaan Anda juga perlu mengarahkan anak bermain dengan lawan jenisnya.

Hal tersebut bermanfaat untuk mengurangi bias gender tentang teman lawan jenis dan mengoptimalkan keterampilan anak dalam semua aspek. Contohnya, anak perempuan tidak hanya lihai bercerita, tetapi ia juga bisa memanjat dengan tangkas. Bisa juga anak laki-laki tidak hanya pandai berlari kencang, ia pun cermat dalam menulis secara rapi. Penekanan bahwa laki-laki dan perempuan itu ada untuk saling melengkapi perlu disampaikan sejak dini. Berikut 4 cara yang bisa Anda lakukan untuk mengenalkan gender pada anak.

 

Dorong anak bermain dengan semua temannya

Mengenalkan Gender pada Anak

Sumber : mamaevirtual

 

Ajak anak bermain bersama dengan teman laki-laki maupun perempuan. Hal ini akan membuat anak punya lebih banyak aktivitas beragam saat mereka bermain bersama. Tentu keterampilan sosial dan keterampilan lain anak akan lebih terasah jika ia punya kesempatan mencoba berbagai aktivitas berbeda saat bermain dengan teman-temannya.

 

Perkuat perilaku tanpa melabeli perilaku

Mengenalkan Gender pada Anak

Sumber : ccakidsblog

 

Ada kecenderungan orang tua untuk melabeli suatu perilaku dengan stereotip gender tertentu, seperti anak laki-laki tidak boleh cengeng. Cobalah untuk mengubah kalimat tersebut, sehingga perilaku itu tidak langsung terasosiasi dengan karakter anak laki-laki atau perempuan.

 

Perkenalkan beragam profesi

Mengenalkan Gender pada Anak

Sumber : buzzle

 

Cara ini ampuh untuk menunjukkan bahwa anak bisa menjadi apa pun yang ia mau tanpa membedakan jenis kelaminnya. Contoh, pilot perempuan, koki laki-laki, dst. Anak pun punya wawasan luas tentang berbagai pekerjaan yang bisa ia lakukan saat besar nanti.

 

Jadilah contoh utama dan pertama

Mengenalkan Gender pada Anak

Sumber : organic-center

 

Anak meniru apa yang ia lihat dari orang tuanya. Maka, pesan bahwa laki-laki dan perempuan saling melengkapi juga harus tampak jelas dari pembagian peran sehari-hari di rumah. Contohnya, ayah juga bisa memasak dan mengurus keperluan anak, termasuk berbelanja ke pasar. Ibu pun mampu melakukan hal-hal yang biasa dilakukan ayah, seperti memperbaiki lampu yang rusak, mengangkat barang berat, atau mencuci mobil. Contoh nyata ini membangun persepsi positif anak tentang kesetaraan laki-laki dan perempuan. Orang tua adalah contoh utama dan pertama bagi anak.

Dari keempat cara mengenalkan gender pada anak, mana yang sudah Anda coba terapkan di rumah? Pemahaman gender memang diperlukan agar anak tahu bagaimana perannya di masyarakat sambil tetap mengedepankan pemahaman bahwa laki-laki dan perempuan itu ada untuk saling melengkapi, bukan dibeda-bedakan.

Leave a reply
Ingin Mengajak Anak Nonton Pertunjukan? Perhatikan 5 Tips Penting Berikut!Tips dan Trik Melatih Anak Mengikat Tali Sepatu

Leave Your Reply

Your email address will not be published.

Free Call

We are pleased to answer all your questions

+62 888 1 800 900
Live Chat via Whatsapp!