Bunda, Ini Dia Faktor yang Memicu Anak Menjadi Tukang Bully

27 February 2018

Semakin maraknya tindakan bullying maupun anak menjadi tukang bully, tentunya membuat para orang tua merasa khawatir. Perilaku kekerasan, ancaman, atau bahkan paksaan termasuk dalam kegiatan bullying untuk mengintimidasi orang lain. Tindakan ini tentunya memberikan dampak negatif terhadap para korban, mulai dari trauma, gangguan psikologis, menghindari pergaulan, dan lebih parahnya melakukan bunuh diri.

Meminimalkan kegiatan bullying dapat dilakukan dengan banyak cara, salah satunya adalah memberikan perhatian terhadap anak. Setiap orang tua pasti ingin anaknya tumbuh menjadi pribadi yang baik dan tidak menjadi tukang bully. Perilaku bully sendiri biasanya muncul karena dipengaruhi sejumlah faktor. Berikut faktor-faktor yang memicu anak menjadi tukang bully yang perlu diperhatikan oleh para orang tua.

Kurang Perhatian

Kurang Perhatian-macampenyakit.com

Kurang Perhatian-macampenyakit.com

Kurangnya keterlibatan dan perhatian orang tua kepada anak memicu mereka untuk mencari perhatian di lingkungan sekitarnya. Ada sebagian yang memilih untuk berprestasi, sayangnya ada juga yang memilih melakukan kegiatan bullying dan membuat keributan untuk mendapatkan perhatian. Oleh karena itu, para orang tua harus selalu memberikan perhatian yang cukup kepada sang buah hati untuk mencegah anak menjadi tukang bully.

 

Pola Asuh dalam Keluarga

Pola Asuh dalam Keluarga -cdn.ributrukun.com

Pola Asuh dalam Keluarga -cdn.ributrukun.com

Faktor utama permasalahan yang memicu anak sering kali berbuat onar adalah latar belakang keluarganya. Sikap bullying sendiri adalah pengembangan dari sikap agresif yang dimiliki si kecil. Mereka berkembang dengan perilaku agresif dan dilatarbelakangi dengan pengasuhan yang tidak tepat. Hal inilah yang memicu anak menjadi tukang bully dan melampiaskan berbagai tekanan yang dialaminya kepada orang yang dianggapnya lebih lemah.

 

Ingin Berkuasa

Ingin Berkuasa -3.bp.blogspot.com

Ingin Berkuasa -3.bp.blogspot.com

Anak menjadi tukang bully karena berusaha untuk memperlihatkan kekuasaannya agar mendapatkan pengakuan dari lingkungan sekitar. Hal ini biasanya dilakukan dengan menindas anak lain yang lebih lemah dan memaksa mereka untuk merasa takut dengannya. Para orang tua harus berhati-hati saat melihat si kecil sebagai pribadi yang arogan atau bossy karena bisa jadi ini adalah tanda-tanda bahwa dia suka melakukan kegiatan bullying.

 

Kekerasan di Media yang Terekspos

Kekerasan di Media yang Terekspos-cdn-pro.elsalvador.com

Kekerasan di Media yang Terekspos-cdn-pro.elsalvador.com

Tidak bisa dimungkiri bahwa media memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan manusia. Media sendiri banyak jenisnya, mulai dari elektronik hingga online dengan topik beragam. Banyak sekali tindak kekerasan yang ditemukan di media, seperti sinetron atau reality show. Tidak jarang ada adegan yang menunjukkan perilaku kekerasan atau bullying yang terekspos.

Pada dasarnya, si kecil masih dalam tahap belajar dan memiliki rasa keingintahuan tinggi untuk menirukan hal-hal yang mereka lihat. Oleh karena itu, peran orang tua sangatlah penting dalam mengawasi anak-anak mereka saat melihat berbagai adegan di media.

 

Pernah Mengalami Kekerasan

Pernah Mengalami Kekerasan -hellosehat.com

Pernah Mengalami Kekerasan -hellosehat.com

Umumnya, anak yang pernah mengalami kekerasan cenderung membalas apa yang mereka rasakan. Kekerasan ini bisa didapatkannya dari orang tua atau orang asing. Ketidakmampuannya dalam membalas membuat mereka memilih memendam perasaan dan melakukannya kepada orang lain yang dianggap lebih lemah.

Itu dia faktor-faktor yang dapat memicu anak menjadi tukang bully. Pentingnya peran orang tua dalam mengawasi perkembangan si kecil menjadi salah satu cara yang dapat mencegah mereka menjadi pelaku bully atau menjadi korban bullying. Berikan perhatian kepada si kecil agar mereka selalu merasakan kasih sayang Anda, sehingga tidak ada celah bagi mereka untuk mendapatkan perhatian dengan berbuat onar atau melakukan kejahatan terhadap orang lain. Semoga artikel ini bermanfaat ya, Parents!

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a reply
Bunda, Berikan Makanan untuk Perkembangan Otak Anak Berikut IniCara Mengatasi Anak yang Suka Pilih-Pilih Makanan

Leave Your Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Free Call

We are pleased to answer all your questions

+62 888 1 800 900
Live Chat via Whatsapp!