Dampak Menonton Animasi pada Perkembangan Otak Anak

28 June 2017

    Animasi adalah rangkaian gambar yang bergerak sangat cepat untuk menciptakan ilusi optik. Rangkaian gambar atau objek tersebut bisa berupa makhluk hidup, benda mati, dan tulisan. Animasi sangat digemari anak-anak, terutama yang muncul dalam film-film kartun favorit mereka. Namun, konten hiburan dalam film kartun atau animasi tak jarang membuat orang tua khawatir terhadap tumbuh kembang si kecil. Hal ini karena tak semua film animasi mengajarkan nilai-nilai positif yang dapat ditiru oleh anak-anak, misalnya terdapat kekerasan verbal dan nonverbal di dalamnya.

    Meski begitu, tidak mungkin bagi orang tua untuk melarang anak-anak agar berhenti menonton animasi. Orang tua hanya perlu menyeleksi tontonan-tontonan anak yang tidak hanya menghibur tetapi juga mengedukasi. Sebagai orang tua, Anda pun harus selalu mendampingi anak-anak saat  sedang menonton televisi untuk menyaksikan animasi kesukaan mereka.

Namun tahukah Anda, menonton animasi sebenarnya memiliki dampak terhadap perkembangan otak anak? Terlepas dari konten yang terdapat di dalamnya, tampilan visual dalam film animasi yang anak-anak saksikan juga dapat membantu optimalisasi fungsi otak mereka. Di masa pertumbuhan si kecil, mereka butuh rangsangan positif untuk menumbuhkan minat dan ketertarikan dalam mempelajari banyak hal. Hal tersebut bisa diperoleh ketika mereka menyaksikan film animasi yang memadukan permainan warna, gambar bergerak serta musik yang dapat menghidupkan suasana. Semua elemen grafis dan suara tersebut mampu mempercepat pertumbuhan korteks serebral pada otak anak sehingga akan mempermudah proses belajar mereka.

Di samping itu, menonton film animasi juga dapat melatih kemampuan si kecil untuk memahami komposisi apa saja yang terdapat di dalam sebuah produk sinematik seperti film animasi. Alur cerita dan penokohan misalnya, mampu memberikan stimulasi pada anak untuk menghidupkan imajinasi dan kreativitas mereka.

 

Jika dirumuskan, berikut adalah beberapa dampak menonton animasi pada  perkembangan otak anak yang dapat mengoptimalkan pancaindra mereka:

 

1. Mengembangkan Kecerdasan Visual Anak

Source - pixabay

Source – pixabay

 

Menonton animasi membantu otak anak memahami, memproses, dan berpikir dalam bentuk visual. Anak-anak dengan kecakapan visual akan mampu menerjemahkan bentuk gambaran dalam pikirannya. Hal ini akan membuat mereka antusias mengerjakan aktivitas yang berhubungan dengan kemampuan visual.

 

2. Meningkatkan Kemampuan Mendengar Anak

 

Anak selalu akan bereaksi terhadap apa yang mereka dengar dan saksikan, begitu pula saat menonton animasi. Indera pendengar mereka pun akan memainkan fungsi yang sangat vital. Tak hanya fokus terhadap elemen yang bersifat visual, untuk menjadikan animasi tersebut sebagai tontonan yang menarik, anak Anda juga membutuhkan konsentrasi untuk mendengarkan musik pendukung dan dialog para tokoh yang ada dalam tayangan yang mereka saksikan. Kecakapan mendengar akan membuat anak Anda semakin peka terhadap kosa kata-kosa kata baru yang mereka dengar sehingga memunculkan rasa ingin tahu yang tinggi.

 

3. Mengembangkan Kemampuan Verbal Anak

Source - pixabay

Source – pixabay

 

Dari rasa ingin tahu tersebut, anak Anda akan memiliki banyak perbendaharaan kata yang membantu mereka menjadi lebih ekspresif. Anak-anak yang terlatih kemampuan verbalnya juga akan pandai mengungkapkan pendapat, lebih jujur terhadap apa yang sedang mereka rasakan, tak segan untuk bertanya hal-hal baru yang belum diketahuinya, termasuk melatih keterampilan sosialnya karena anak menjadi berani untuk memulai sebuah pembicaraan dengan siapa pun yang mereka temui. Mereka pun akan tertarik membicarakan banyak hal tanpa terkecuali.

 

4. Meningkatkan Daya Ingat Anak

 

Perkembangan otak anak sangat berkaitan dengan daya ingat mereka. Menonton animasi akan menjadi stimulan tersendiri untuk meningkatkan kemampuan tersebut. Kuatnya memori anak didukung pula oleh kemampuan visual, pendengaran, dan verbal mereka yang cakap. Jika ingin menguji daya ingat anak, Anda sesekali bisa meminta mereka menceritakan sesuatu yang menarik dari tayangan animasi yang baru saja mereka saksikan. Jangan ragu untuk menanyakan hal-hal sedetail mungkin.

 

Selain yang telah disebutkan di atas, anak-anak yang gemar menonton animasi akan cenderung lebih ekspresif dibandingkan mereka yang jarang menyaksikan film kartun. Meski begitu, anak-anak tersebut tetap mampu mengendalikan emosi mereka.

 

 

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a reply
Begini Cara Mengasah Bakat Anak di Bidang OlahragaFinger Painting Latih Kreativitas Anak dengan Cara Menyenangkan

Leave Your Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Free Call

We are pleased to answer all your questions
+62 888 1 800 900
Live Chat via Whatsapp!