5 Cara Mengatasi Anak yang Suka Menjerit

11 June 2019

Si kecil hobi menjerit? Mungkin, sewaktu mereka bayi, Anda masih menganggapnya lucu. Namun, seiring bertambahnya usia, ternyata anak malah makin senang menjerit. Tidak hanya mengganggu pendengaran orang sekitar, kebiasaan ini juga berdampak buruk bagi pita suaranya. Bagaimana cara mengatasi anak yang suka menjerit?

Sebelum mencari solusi, langkah pertama adalah mencari penyebab anak suka menjerit. Bila masih bayi, ini merupakan perkembangan yang normal. Di usia lima hingga tujuh bulan, si kecil memang sedang senang-senangnya bereksperimen dengan suara sendiri.

Namun, saat sudah setahun ke atas, kebiasaan ini sebaiknya segera dikurangi. Apalagi bila anak merasa bahwa menjerit adalah satu-satunya cara agar diperhatikan atau mendapatkan keinginannya. Inilah lima (5) cara mengatasi anak yang suka menjerit:

Bicaralah dengan nada yang pelan dan lembut

Anak yang Suka Menjerit

pixabay.com

Baik sebagai orang tua maupun guru, cara ini bisa Anda lakukan. Bila si kecil menjerit, jawablah dengan nada pelan dan lembut. Cara ini mau tidak mau memaksa mereka untuk diam agar bisa mendengarkan Anda dengan lebih jelas.

Selain itu, lama-lama anak akan belajar meniru perbuatan Anda. Setiap kali berbicara dengan mereka, gunakan nada yang pelan dan lembut. Boleh emosi bila mereka melakukan kesalahan, tapi usahakan jangan terlalu sering membentak.

Mencoba memahami perasaan anak

Anak yang Suka Menjerit

pixabay.com

Cara mengatasi anak yang suka menjerit tidak hanya asal melarang mereka. Tanyakan perasaan anak. Bila rewel karena bosan atau panas, bujuklah agar bersabar. Cobalah mengalihkan perhatian mereka dengan camilan atau minuman.

Bila anak menjerit karena ingin dibelikan mainan, katakan bahwa ini bukan cara yang baik untuk meminta. Selain itu, si kecil juga harus paham bahwa tidak semua keinginannya tidak bisa selalu langsung dipenuhi. Tentu saja, Anda harus bersabar mengajari mereka berulangkali hingga mereka mengerti.

Terapkan kebijakan ‘indoor voice’ dan ‘outdoor voice’

Anak yang Suka Menjerit

pixabay.com

Ini juga bisa dijadikan cara mengatasi anak yang suka menjerit. Misalnya: kode ‘indoor voice’ berarti harus berbicara pelan di tempat-tempat tertentu, seperti: rumah, tempat ibadah, saat berkunjung ke rumah keluarga atau teman, dan lain-lain.

Sementara itu, kode ‘outdoor voice’ bisa digunakan saat anak berada di tempat super bising. Contoh: taman bermain anak-anak, di mana mereka bisa bebas bersenang-senang, menjerit, dan tertawa-tawa lepas. Bukan asal melarang, namun mengajari anak agar mampu membedakan waktu dan tempat untuk bebas berekspresi.

Diam

Anak yang Suka Menjerit

pixabay.com

Pernah melihat anak dan orang tua yang bertengkar dan bersaing dalam menjerit? Kadang diam dan memasang ekspresi dingin justru lebih efektif. Misalnya: saat si kecil menjerit-jerit, cukup diam dan tatap mereka hingga mereka sadar. Biasanya, mereka akan jengah sendiri dan otomatis berhenti.

Begitu suasana sudah sunyi, Anda bisa mengingatkan mereka dengan kaa-kata seperti: “Nah, kalau begini enak. Kita bisa mengobrol. Mama/Papa lebih senang kamu begini daripada menjerit seperti tadi.”

Beri anak ucapan terima kasih dan pujian karena mau berhenti menjerit

Anak yang Suka Menjerit

pixabay.com

Ini juga cara mengatasi anak yang suka menjerit yang efektif. Setiap anak pasti senang dipuji, apalagi bila tahu yang mereka lakukan berdampak positif.

Setiap kali si kecil mau berhenti menjerit, Anda bisa mengucapkan terima kasih. “Terima kasih ya, Adik sudah mau berhenti menjerit. Soalnya nanti telinga Mama sakit bila Adik menjerit terus. Adik nggak mau ‘kan, kalau Mama sakit?” Anda juga bisa memuji mereka dengan cara lain.

Inilah lima (5) cara mengatasi anak yang suka menjerit. Apakah ayah dan bunda punya metode lain untuk mengatasi masalah ini?

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a reply
6 Bahaya Membandingkan Anak dengan Anak LainAnak Hanya Dekat dengan Salah Satu Orang Tua? 3 Hal Ini Mungkin Penyebabnya

Leave Your Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Free Call

We are pleased to answer all your questions
+62 888 1 800 900
Live Chat via Whatsapp!