3 Kecemasan Anak Prasekolah yang Sering Dialami, Bagaimana Mengatasinya?

20 August 2018

Menurut Anda, apakah si prasekolah bisa merasa cemas?

Tentu saja bisa. Rasa cemas pun sebetulnya merupakan hal normal dalam perkembangan emosional anak. Beberapa anak bisa saja cenderung cemas karena bawaan lahir atau sesuatu yang diturunkan genetis. Namun, kecemasan itu juga bisa dipelajari lho. Anak meniru bagaimana berpikir dan bertindak yang didasari kecemasan berlebihan dari orang terdekatnya, termasuk Anda.

Contoh, orang tua yang overprotective pada anak. Saat anak bermain di luar, yang sering diucapkan adalah “Jangan lari-lari, nanti jatuh!” atau “Nggak usah manjat-manjat, terlalu tinggi!” Meski terkesan wajar, tetapi peringatan semacam itu bisa menjadi pembatas bagi anak. Untuk jangka panjang, anak akan lebih cemas jika ia harus bermain sendirian tanpa didampingi orang tua. Ia pun jadi kurang berani bertindak dan terlalu hati-hati, karena selalu menunggu persetujuan orang tua.

Kecemasan anakprasekolahpun bisa disebabkan oleh suatu peristiwa yang tidak menyenangkan. Misalnya, anak pernah dicakar kucing saat ia ingin mengelus kucing tersebut. Sejak saat itu, ia tak lagi berani berada di dekat kucing karena teringat kejadian itu. Maka, penting bagi Anda untuk mengenali apa saja jenis kecemasan anak prasekolah.Dengan demikian, Anda pun tahu cara yang tepat mengatasinya.

Kecemasan Anak Prasekolah

 Kecemasan Anak Prasekolah

sumber : oowoo.net

Kenali lebih dulu 3 kecemasan anak prasekolahyang mungkin dialami si kecil, yakni:

Separation anxiety

Kecemasan Anak Prasekolah

sumber : omaha.com

Kecemasan ini muncul ketika ia harus berpisah dengan Anda. Meski tidak selalu terjadi setiap waktu, tetapi sering muncul pada beberapa momen penting. Contoh, pada hari pertama sekolah atau saat ia masuk ke daycare yang baru. Reaksi yang umum terjadi adalah anak menangis ketika berpisah dengan ayah atau ibu. Kemudian anak juga menolak pergi ke sekolah atau daycare, mengeluh sakit saat berpisah dengan ayah atau ibu.

Kecemasan umum yang dialami anak seusianya

Kecemasan Anak Prasekolah

sumber : pontianakspot.co.id

Biasanya ada pula kecemasan umum yang dialami anak seusianya. Hal ini bersumber dari imajinasi luar biasa si kecil atau kurangnya pengalaman anak berinteraksi dengan hal yang ia cemaskan. Dapat pula berawal dari kejadian nyata yang ia lihat atau alami sendiri, maupun cerita dari teman atau televisi. Anak dengan cepat mengadopsi rasa takut dari orang tua, saudara, teman sebaya, atau mungkin tokoh kartun favoritnya. Contohnya, takut suasana gelap, hantu, kecoa, anjing galak, dan monster di kolong tempat tidur.

Kecemasan sosial

 Kecemasan Anak Prasekolah

sumber : ohulda.blogspot.com

Tidak semua anak bisa dengan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan baru dan teman baru. Beberapa anak memilih untuk bersembunyi di balik orang tua daripada langsung berbaur dengan orang yang asing baginya. Tidaklah heran jika ia enggan diajak bersalaman, diam saat ditanya, atau tampil dengan mudahnya di hadapan orang banyak.

Setelah Anda mengetahui apa saja kecemasan anak prasekolah, Anda bisa membantu ia mengelola rasa cemas tersebut. Menakut-nakuti atau menegasi perasaan cemasnya tidak akan membantu anak menghapus perasaan tersebut. Bantu anak untuk mengakui bahwa ia memang takut dan khawatir, sehingga ia bisa menerima perasaan tersebut dalam dirinya.

Lalu, ajak anak berdiskusi tentang apa yang ia khawatirkan. Bertanyalah dengan lembut, tanpa mengancam atau meremehkan. Hindari kalimat, “Ah payah, masa begitu saja takut.” Lebih baik ucapkan, “Ya, Ibu tahu kamu takut. Mau cerita apa yang bikin kamu khawatir?” sambil memeluknya. Dengan mengelola perasaan cemas, anak juga belajar memahami dirinya sendiri.

Terakhir, selalu berusaha membesarkan hati anak dengan meyakinkan ia bisa mengatasi hal tersebut. Ajari ‘mantra’ sederhana yang bisa ia ucapkan untuk memotivasi diri, seperti “Aku pasti bisa!”Dengan demikian, anak sadar kecemasan itu sesuatu yang bisa ia atasi, sekaligus menjadi dorongan untuk menjalani apa yang sedang ia hadapi dengan penuh keyakinan.

 

Leave a reply
Usia Prasekolah Masih Ngedot? Cobalah Trik Menyapih Anak dari Dot IniMemasuki Tingkat SD, Ajarkan Hal-Hal Berikut agar Anak Mudah Berteman

Leave Your Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Free Call

We are pleased to answer all your questions

+62 888 1 800 900
Recent Posts
Live Chat via Whatsapp!