5 Hal yang Membuat Anak Tidak Dekat dengan Orangtua

31 May 2019

Siapa sih, orangtua yang tidak ingin memiliki chemistry alias ikatan dengan sang anak? Sesibuk apa pun orangtua, tetap saja mereka ingin sang anak bisa dekat dengan mereka dan mau mencurahkan isi hati kepada orangtua secara terbuka.

Sayangnya, ada banyak anak yang seolah tidak dekat dengan orangtua. Chemistry antara mereka dan orangtua seolah tipis atau tidak ada sama sekali. Padahal, beberapa orangtua sudah berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi anak mereka.

Lalu sebenarnya, apa saja sih yang membuat anak tidak dekat dengan orangtua? Mengapa anak seolah memberi jarak? Lebih baik kita simak penyebabnya di sini, ya.

Orangtua Terlalu Galak dan Kaku

Dekat dengan Orangtua

pixabay.com

Memberikan aturan-aturan bagi anak mungkin akan membuatnya jadi segan kepada Anda. Masalahnya, terlalu mengekang dan terlalu kaku pada anak justru akan membuat anak jadi takut. Anak pun kemudian tidak berani untuk macam-macam di depan Anda, bukan karena dia hormat, tetapi karena jengah mendengar kemarahan Anda.

Tentunya Anda tidak mau bukan hal ini terjadi pada diri Anda dan anak? Cobalah untuk tidak terlalu kaku dan belajar mendengarkan anak. Bila Anda menetapkan aturan-aturan, sesuaikan dengan diri anak dan juga diskusikan tentang mengapa aturan-aturan itu penting bagi dia.

Orangtua Sibuk dengan Hobi

Dekat dengan Orangtua

pixabay.com

Selalu berdekatan dengan anak secara fisik belum tentu artinya pasti punya chemistry dengan anak. Ada anak-anak yang justru tidak dekat dengan orangtua walaupun bertemu terus, karena orangtua tidak benar-benar mencurahkan perhatian pada mereka.

Mungkin, pada saat bersama anak, orangtua terus menerus fokus pada hobi lain, seperti menonton televksi, bermain gawai, atau berkebun, tanpa melibatkan anak misalnya. Nah, solusinya, libatkan anak dalam hobi Anda serta juga bagi waktu antara melakukan hobi dan bermain bersama anak.

Orangtua Terlalu Sibuk

Dekat dengan Orangtua

pixabay.com

Kondisi ini jamak terjadi pada orangtua yang keduanya bekerja dan terlampau sering lembur, bahkan di akhir minggu. Anak pun kemudian jadi lebih dekat dengan baby sitter atau dengan orang lain yang sering bersamanya di rumah. Lalu, bagaimana cara mengatasi hal ini?

Cobalah untuk menyisihkan waktu bersama anak. Kebanyakan, orangtua yang sibuk bekerja di hari biasa akan malas-malasan di akhir minggu. Nah, sekarang, buatlah akhir minggu sebagai waktu berkualitas untuk anak. Curahkan perhatian pada anak dan jangan terus-menerus berkutat pada hal lain.

Orangtua Tidak Harmonis

Dekat dengan Orangtua

pixabay.com

Keharmonisan rumah tangga sangat berpengaruh pada perkembangan anak dan kedekatan anak dengan Anda. Bila orangtua terus menerus bertengkar, maka anak merasa rendah diri, takut, dan tidak percaya dengan Anda. Mereka merasa bahwa Anda bukan panutan yang baik untuk hidup mereka.

Jadi, janganlah terlalu banyak bertengkar di depan anak. Bila Anda dan pasangan ingin berdebat tentang suatu hal, lakukan di belakang anak atau setelah anak tidur. Sebaiknya, hal-hal yang traumatis tak perlu ditampilkan secara gamblang di depan anak.

Orangtua Dingin

Dekat dengan Orangtua

pixabay.com

Memang sih, terkadang hal-hal yang dibicarakan anak-anak itu begitu membosankan dan kurang berkorelasi dengan dunia orang dewasa. Maka, ada banyak orang dewasa yang merasa malas mendengarkan anak-anak bercerita. Apakah Anda termasuk yang demikian?

Setelah Anda memutuskan untuk memiliki anak, seharusnya Anda sadar bahwa Anda wajib mendidiknya dari kecil. Anda tidak hanya harus memberikannya perlindungan fisik, tetapi juga kenyamanan psikis. Dinginnya sikap orangtua terhadap anak akan membuat anak tidak mau dekat dengan orangtua dan menjadi pribadi yang tertutup.

Nah, sebelum terlambat, yuk segera jalin kedekatan dengan anak Anda, ya. Jangan sampai kita menyesal di masa depan, karena waktu berharga bersama anak tidak dapat diulang.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a reply
5 Hal yang Harus Diperhatikan dalam Membesarkan Anak Multikultural5 Cara Membuat Game Bermanfaat Buat Perkembangan Anak

Leave Your Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Free Call

We are pleased to answer all your questions

+62 888 1 800 900
Live Chat via Whatsapp!