10 Dongeng Pangeran Tampan Menyelamatkan Putri dengan Berani

10 Dongeng Pangeran Tampan Menyelamatkan Putri dengan Berani

Kalau kamu tanya anak perempuan mana pun di dunia ini, hampir dipastikan mereka punya satu fantasi yang sama yaitu kisah seorang pangeran tampan yang datang dengan gagah berani, mengalahkan semua rintangan, dan menyelamatkan sang putri dari situasi yang paling mustahil sekalipun. Dan kalau kamu jujur, sebagai orangtua pun kamu pasti sesekali ikut terhanyut waktu membacakannya.

Dongeng pangeran tampan adalah genre cerita anak yang tidak pernah lekang oleh waktu. Dari Disney sampai cerita rakyat leluhur, dari buku bergambar tebal sampai bisikan lembut di sisi tempat tidur anak, sosok pangeran yang berani selalu punya tempat istimewa di imajinasi anak-anak. Bukan hanya karena ia tampan dan gagah, tapi karena ia selalu mewakili sesuatu yang lebih besar yaitu keberanian untuk melakukan hal yang benar meski tidak mudah, dan cinta yang cukup kuat untuk menggerakkan kaki melangkah meski jalannya penuh bahaya.

Kami di Apple Tree Pre-School BSD sudah menyiapkan 10 dongeng pangeran tampan terbaik yang kisahnya terkenal, penuh aksi, dan dijamin membuat si kecil tidak mau menutup mata sebelum cerita terakhir selesai. Siapkan bantal ekstra karena malam ini kita akan berkelana ke kerajaan-kerajaan yang paling menakjubkan!

10 Dongeng Pangeran Tampan Penuh Keberanian dan Petualangan

Dari pangeran Disney yang legendaris, kisah rakyat Nusantara, hingga cerita orisinal yang penuh kejutan, semua dongeng putri dan pangeran di bawah ini hadir lengkap dan siap kamu bacakan dari awal sampai akhir. Tidak ada yang setengah-setengah di sini!

1. Pangeran Philip dan Putri Aurora, Melawan Maleficent

1. dongeng-putri-aurora-sleeping-beauty-dan-pangeran-philip (2)_www.appletreebsd.com

Di sebuah kerajaan yang damai dan makmur, lahirlah seorang bayi perempuan yang cantik bernama Aurora. Raja Stefan dan Ratu Leah mengundang seluruh kerajaan untuk merayakan kelahiran putri kesayangan mereka, termasuk tiga peri baik, yaitu Flora, Fauna, dan Merryweather. Ketiga peri itu memberikan karunia keindahan dan suara yang merdu kepada Aurora sebagai hadiah kelahiran.

Tapi pesta itu terganggu oleh kehadiran Maleficent, penyihir jahat yang tidak diundang dan sangat tersinggung karenanya. Dengan amarah yang membara, Maleficent mengutuk bayi Aurora bahwa sebelum matahari terbenam di hari ulang tahunnya yang ke-enam belas, sang putri akan menusukkan jarinya pada poros roda pemintal dan jatuh tertidur untuk selamanya.

Raja Stefan memerintahkan semua roda pemintal di kerajaan dibakar. Tapi Maleficent adalah penyihir paling kuat yang pernah ada, dan kutukan semacam itu tidak bisa dihapus begitu saja hanya dengan membakar peralatan tenun.

Untuk melindungi Aurora, ketiga peri baik menyamarkan diri sebagai manusia biasa dan membawa bayi Aurora pergi ke gubuk kecil di dalam hutan. Di sana, Aurora tumbuh dengan nama Briar Rose, gadis desa biasa yang suka bernyanyi dan bermain bersama binatang-binatang hutan.

Di hari ulang tahunnya yang ke-enam belas, saat berjalan di hutan, Aurora bertemu dengan seorang pemuda tampan yang menunggang kuda putih. Pemuda itu bernama Philip, seorang pangeran dari kerajaan tetangga yang sedang berburu di hutan dan mendengar suara nyanyian indah yang membuatnya tidak bisa berhenti mengikutinya.

Aurora dan Philip langsung merasakan ikatan yang sangat kuat ketika bertemu. Mereka menari bersama di antara pohon-pohon dan berbicara seperti dua orang yang sudah saling kenal lama. Sayangnya, ketiga peri harus memisahkan mereka karena waktunya telah tiba untuk membawa Aurora kembali ke kerajaan.

Tapi sebelum fajar berikutnya terbit, Maleficent berhasil memancing Aurora ke sebuah ruang tersembunyi di menara istana dan di sana terdapat sebuah roda pemintal yang muncul dari asap hijau. Dalam kondisi seperti terhipnotis, Aurora menyentuh poros itu dan jatuh tertidur.

Maleficent kemudian menangkap Pangeran Philip yang sedang mencari Aurora dan memenjarakannya di penjara bawah tanah dengan borgol besi yang sangat berat. Rencananya jelas, ia akan membiarkan Philip menghabiskan sisa hidupnya di penjara sampai ia sudah terlalu tua untuk menyelamatkan siapa pun.

Tapi ketiga peri baik tidak tinggal diam. Dengan diam-diam mereka menyelinap ke penjara dan membebaskan Philip. Mereka memberikan Philip dua senjata ajaib, yaitu Pedang Kebenaran dan Perisai Kebajikan. Dengan kedua senjata itu, Philip berlari menembus hutan yang sudah dipenuhi pohon-pohon berduri hitam yang ditanamkan Maleficent untuk menghalangi jalannya.

Setiap duri yang tumbuh menghalangi jalan, Philip tebas dengan pedangnya. Setiap serangan makhluk jahat kiriman Maleficent, ia tangkis dengan perisainya. Ia bergerak tanpa berhenti, tanpa menoleh, dengan satu tujuan yang mengisi seluruh pikirannya yaitu sampai di istana.

Maleficent yang melihat Philip berhasil melewati semua rintangannya memutuskan untuk turun tangan sendiri. Ia mengubah dirinya menjadi naga raksasa hitam yang mengerikan, memblokir jalan terakhir menuju istana. Api birunya membakar segalanya di sekitarnya.

Philip tidak mundur. Dengan keberanian yang melampaui akal sehat, ia melemparkan Pedang Kebenaran tepat ke jantung sang naga. Maleficent jatuh, dan naga itu hilang. Philip berlari masuk ke istana, naik ke menara di mana Aurora tidur, dan mencium keningnya dengan lembut.

Aurora membuka matanya. Kutukan itu patah. Dan di aula besar istana, mereka menari bersama untuk pertama kalinya sebagai dua orang yang akhirnya bebas.

2. Pangeran Pemberani dan Putri di Menara Naga

2. cerita-dongeng-pangeran-berani-menyelamatkan-putri-dari-naga (2)_www.appletreebsd.com

Di sebuah kerajaan yang dikelilingi pegunungan tinggi, hiduplah seorang pangeran bernama Aldric yang terkenal di seluruh penjuru negeri bukan karena ketampanannya, meski memang tidak ada yang mempertanyakannya, tapi karena keberaniannya yang tidak pernah ada duanya. Aldric tidak pernah memulai pertarungan, tapi ia selalu menyelesaikannya.

Kerajaan tetangga sedang dilanda bencana. Seorang naga tua yang sangat besar dan jahat bernama Vrakath sudah berbulan-bulan menculik putri kerajaan itu, Putri Seraphina, dan memenjarakannya di puncak menara batu tertinggi di tengah padang gurun yang membakar. Sudah tujuh ksatria terbaik kerajaan yang dikirim untuk menyelamatkan sang putri. Tidak satu pun yang kembali.

Raja Brennan, ayah Seraphina, sudah hampir menyerah. Sampai Aldric muncul di pintu gerbang istananya suatu pagi dengan hanya seekor kuda dan satu pedang di pinggang.

“Aku akan membawa putrimu pulang,” kata Aldric kepada raja yang sudah kelelahan itu. Raja memandanginya lama, mempertimbangkan apakah ini ketegasan atau kebodohan. Tapi tidak ada yang lain tersisa untuk dicoba.

Aldric berangkat keesokan paginya sebelum matahari terbit. Perjalanan melewati padang gurun membutuhkan waktu tiga hari dengan terik yang luar biasa dan malam-malam yang membeku. Bekalnya hampir habis ketika ia akhirnya melihat menara itu di kejauhan, menjulang hitam dan tajam di cakrawala.

Vrakath merasakan kehadiran manusia dari kejauhan. Naga itu sudah sangat berpengalaman dengan para ksatria bodoh yang datang dan selalu berakhir sama. Ia mempersiapkan dirinya sambil mengibas-ibaskan ekornya yang besar.

Tapi Aldric tidak datang dengan pedang terhunus seperti semua ksatria sebelumnya. Ia duduk di depan menara dan mulai memainkan seruling kecilnya. Musik yang ia mainkan tidak terdengar seperti perang. Melodinya lambat, sedikit melankolis, dan sangat tidak biasa di hadapan seekor naga raksasa.

Vrakath bingung. Ia sudah siap untuk pertempuran tapi yang ada di depannya adalah seorang pemuda yang bermain seruling. Rasa ingin tahunya, yang memang sudah ada cukup lama karena ratusan tahun menjadi naga jahat ternyata cukup membosankan, mendorongnya untuk mendekati pemuda itu.

Aldric terus bermain. Ia berbicara kepada naga itu di antara nada-nada seruling, “Kau sudah berapa lama di sini, Vrakath?” Naga itu terkejut. Tidak ada yang pernah bertanya tentang dirinya. Selalu tentang putri, selalu tentang berapa harga tebusannya, selalu tentang kapan ia akan mati.

Percakapan yang sangat tidak biasa itu berlangsung selama hampir dua jam. Aldric mendengar kisah Vrakath, naga yang dikutuk oleh seorang penyihir jahat ratusan tahun lalu dan dipaksa menjadi penjaga menara tanpa tujuan yang jelas. Vrakath sendiri tidak tahu mengapa ia menculik putri-putri itu. Itu hanya bagian dari kutukan yang ia jalani tanpa mengerti alasannya.

Aldric akhirnya bertanya, “Apakah kamu mau aku membantu melepaskan kutukanmu?” Vrakath menatap Aldric lama. Tidak ada yang pernah menawarkan itu sebelumnya.

Bersama-sama, Aldric dan Vrakath menemukan cara untuk mematahkan kutukan itu yang ternyata adalah sebuah teka-teki yang tersembunyi di dinding menara itu sendiri. Ketika kutukan terpatahkan, Vrakath berubah kembali menjadi seorang pria tua yang sangat lelah dan sangat bersyukur.

Putri Seraphina yang sudah berbulan-bulan dikurung di puncak menara turun dengan kaki gemetar. Ia menatap Aldric dengan ekspresi yang sulit diartikan. “Ksatria mana pun yang datang sebelummu langsung menghunus pedang,” kata Seraphina. Aldric mengangkat bahu, “Pedang tidak menyelesaikan semua masalah, Tuan Putri.”

Seraphina tersenyum untuk pertama kalinya dalam berbulan-bulan.

3. Pangeran Eric dan Ariel Si Putri Duyung

3. dongeng-putri-duyung-ariel-dan-pangeran-eric-little-mermaid_www.appletreebsd.com

Di bawah permukaan laut yang berkilauan, Ariel adalah putri duyung bungsu Raja Triton yang paling penasaran dan paling suka mengumpulkan benda-benda dari dunia manusia. Garpu, cermin, peti musik, semua tersimpan rapi di gua rahasianya yang ia sebut “menakjubkan” dan yang oleh dunia manusia dinamakan “barang-barang biasa.”

Ariel punya satu mimpi terbesar yang tidak pernah bisa ia ungkapkan kepada ayahnya yang sangat protektif yaitu ingin menjadi manusia. Ia ingin berjalan di daratan, merasakan angin di wajahnya, dan melihat langsung dunia yang selama ini hanya ia pandang dari bawah permukaan air.

Suatu malam badai besar, Ariel berenang ke permukaan dan menyaksikan sebuah kapal kerajaan yang berjuang melawan ombak. Di atas kapal itu, ia melihat seorang pemuda tampan bernama Eric yang berlari ke sana kemari membantu awaknya. Petir menyambar tiang kapal, api melahap papan-papan kayunya, dan Eric jatuh ke lautan yang bergejolak.

Tanpa berpikir panjang, Ariel menyelam dan menarik Eric ke permukaan. Ia berenang menepi dan meletakkan Eric yang pingsan di pasir pantai. Di bawah sinar bulan yang baru saja muncul dari balik awan badai, Ariel memandangi wajah pemuda itu dan dengan lembut ia menyanyikan sebuah lagu untuknya sampai ia yakin Eric akan baik-baik saja.

Eric membuka matanya sebentar dan mendengar suara itu, suara yang paling indah yang pernah ia dengar seumur hidupnya. Tapi sebelum ia bisa melihat siapa yang menyanyikannya, Ariel sudah kembali ke laut karena orang-orang datang mendekat.

Eric tidak pernah bisa melupakan suara itu. Ia mencarinya ke mana-mana, berkeliling di kapal sepanjang garis pantai, berharap menemukan siapa pemilik suara yang menyelamatkan hidupnya.

Sementara di bawah laut, Ariel sangat terombang-ambing antara keinginan dan kenyataan sampai penyihir laut licik bernama Ursula menawarkan sebuah kesepakatan. Ariel akan mendapat sepasang kaki manusia selama tiga hari, dengan syarat ia menyerahkan suaranya kepada Ursula. Jika dalam tiga hari Eric menciumnya karena cinta yang tulus, ia bisa tetap menjadi manusia selamanya. Jika tidak, ia kembali menjadi duyung dan jiwa Ariel menjadi milik Ursula.

Ariel setuju. Tapi tanpa suaranya, ia tidak bisa berbicara kepada Eric, tidak bisa menceritakan siapa dirinya, dan tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan Eric yang terus datang. Ursula yang licik kemudian menyamar menjadi perempuan cantik bernama Vanessa dengan menggunakan suara Ariel dan berhasil menghipnotis Eric sehingga ia mengira Vanessa adalah perempuan yang menyelamatkannya.

Di hari ketiga, ketika Eric dan Vanessa hendak menikah di atas kapal, Scuttle si burung camar teman Ariel melihat pantulan cermin Vanessa dan melihat wajah aslinya yaitu Ursula. Ia segera memberitahu Ariel dan teman-temannya. Pertarungan besar pecah di atas kapal. Suara Ariel berhasil dikembalikan.

Eric yang akhirnya mendengar kembali suara Ariel langsung tersadar dari hipnotis dan mengerti semua yang terjadi. Ia berlari ke arah Ariel dan tanpa ragu ia menghadapi Ursula yang sudah berubah menjadi raksasa laut yang mengerikan demi melindungi Ariel.

Dengan sebuah kapal tua yang rusak yang ditemukan di antara pusaran air besar Ursula, Eric mengemudikannya lurus ke arah Ursula dan menghancurkan penyihir itu selamanya. Laut kembali tenang. Raja Triton yang menyaksikan semua pengorbanan putrinya dan keberanian Eric akhirnya merelakan Ariel untuk menjadi manusia seutuhnya.

Ariel dan Eric berdiri di pantai saat matahari terbit, dua dunia yang akhirnya bertemu di garis yang sama.

4. Pangeran Setia dan Kuda Berbicara

4. cerita-dongeng-anak-pangeran-berkuda-putih_www.appletreebsd.com

Ini adalah sebuah kisah lama yang sudah beredar dari mulut ke mulut di negeri-negeri jauh, tentang seorang pangeran bernama Alaric yang dikenal di seluruh kerajaan bukan karena ia yang paling kuat atau yang paling kaya, tapi karena ia tidak pernah mengingkari janjinya kepada siapa pun, termasuk kepada seekor kuda.

Alaric punya seekor kuda bernama Falada, kuda putih yang bisa berbicara, pemberian seorang penyihir bijak sebagai hadiah ulang tahun ketika Alaric masih kecil. Falada bukan kuda biasa. Ia bisa merasakan kebohongan dari orang-orang di sekitarnya, bisa membaca niat seseorang dari cara mereka berdiri, dan selalu memberitahu Alaric hal-hal yang tidak bisa dilihat mata biasa.

Suatu tahun, kerajaan tetangga mengirimkan utusan untuk meminta bantuan. Putri mereka, Elara, sudah berbulan-bulan hilang diculik oleh seorang bangsawan jahat bernama Lord Vane yang menggunakan ilmu hitam untuk mengurungnya di sebuah kastil di atas tebing yang tidak bisa didekati dari jalur darat mana pun karena dijaga oleh badai buatan yang tidak pernah berhenti.

Alaric memutuskan berangkat dengan Falada. Di perjalanan, Falada memberitahu Alaric bahwa Lord Vane sangat pandai membaca pikiran orang yang menyerangnya secara langsung. Setiap ksatria yang datang dengan niat menyerang selalu bisa dibaca lebih dulu dan dikalahkan sebelum sempat bertindak.

“Lalu bagaimana caranya?” tanya Alaric kepada Falada sambil menungganginya melewati hutan lebat. Falada berpikir sejenak lalu berkata, “Pergi bukan sebagai musuh, tapi sebagai tamu.”

Itu adalah ide paling gila yang pernah Alaric dengar. Tapi ia mempercayai Falada. Ia meninggalkan semua senjatanya kecuali sebuah pisau kecil yang disembunyikan di balik jubah, dan datang ke gerbang kastil Lord Vane sambil berpura-pura sebagai seorang musafir yang tersesat dalam badai.

Lord Vane yang tidak merasakan niat menyerang dari Alaric membuka gerbang kastilnya. Ia menerima Alaric sebagai tamu dengan penuh kewaspadaan tapi tanpa kecurigaan yang cukup untuk mengusirnya. Malam itu Alaric dijamu makan malam di aula besar kastil bersama Lord Vane.

Sepanjang makan malam, Alaric mengamati dengan seksama. Ia mencari di mana Elara dikurung. Falada yang menunggu di luar kastil menggunakan kemampuannya untuk berkomunikasi melalui ikatan batin yang mereka miliki dan memandu Alaric ke arah yang benar tanpa sepatah kata pun terucap.

Di tengah malam, ketika semua penjaga tertidur oleh minuman yang sudah Alaric campur dengan ramuan pembuat ngantuk yang disiapkan Falada, ia bergerak menemukan Elara di menara paling tinggi kastil. Elara yang sudah sangat lemah tapi masih sadar memandang Alaric dengan campuran rasa tidak percaya dan harapan.

Alaric membebaskan ikatan Elara dan membantunya turun dari menara. Mereka berlari ke halaman kastil di mana Falada sudah menunggu. Elara naik ke punggung Falada dan Alaric berlari di samping, memastikan tidak ada yang menghalangi mereka.

Lord Vane terbangun tepat ketika mereka mencapai gerbang. Ia berteriak dan sihirnya mulai aktif. Tapi Alaric sudah mempelajari satu hal dari Falada, sihir Lord Vane hanya bekerja pada mereka yang punya niat menyerang. Dengan pikiran yang difokuskan hanya pada satu hal yaitu membawa Elara selamat, tidak ada satu pun serangan sihir Lord Vane yang bisa mengenai mereka.

Mereka berlari melewati badai yang perlahan melemah karena sumber kekuatannya mulai terganggu, dan menghilang ke dalam kegelapan malam.

5. Pangeran Flynn Rider dan Rapunzel

5. dongeng-rapunzel-tangled-dan-pangeran-flynn-rider_www.appletreebsd.com

Di sebuah kerajaan kecil yang terkenal dengan festival lampionnya yang spektakuler setiap tahun, Raja dan Ratu berduka selama bertahun-tahun karena putri kecil mereka hilang misterius. Yang tidak mereka tahu adalah bahwa putri mereka, Rapunzel, disembunyikan oleh seorang perempuan tua bernama Gothel di sebuah menara tinggi yang tersembunyi jauh di dalam hutan.

Rambut Rapunzel yang panjang luar biasa memiliki keajaiban magis yang bisa menyembuhkan penyakit dan mengembalikan muda bagi siapa pun yang menyentuhnya sambil menyanyikan lagu tertentu. Gothel mencuri Rapunzel dari kamarnya ketika bayi semata wayang karena ingin keajaiban rambut itu hanya untuknya sendiri.

Selama delapan belas tahun, Rapunzel hidup di menara itu dengan Pascal si bunglon kecil sebagai satu-satunya teman. Menara itu tidak memiliki tangga, satu-satunya cara masuk dan keluar adalah dengan menggunakan rambut Rapunzel yang sangat panjang sebagai tali. Rapunzel menghabiskan hari-harinya melukis, bernyanyi, memasak, dan bermimpi tentang satu hal, melihat dari dekat lampion-lampion yang setiap tahun terbang melewati jendela menaranya tepat di hari ulang tahunnya.

Sampai suatu hari, seorang pencuri tampan bernama Flynn Rider berlari dari kejaran pasukan kerajaan dan tanpa sengaja menemukan menara rahasia Rapunzel. Ia memanjat dan masuk ke dalam hanya untuk bersembunyi sementara. Tapi yang ia temukan adalah seorang gadis berambut sangat panjang yang langsung memukulnya dengan wajan goreng sebelum sempat mengucapkan sepatah kata.

Rapunzel yang belum pernah seumur hidupnya bertemu dengan manusia selain Gothel melihat Flynn sebagai satu-satunya peluangnya. Ia membuat kesepakatan, ia akan mengembalikan mahkota kerajaan yang dicuri Flynn jika Flynn mau mengantarnya melihat lampion-lampion dari dekat. Flynn yang tidak punya banyak pilihan setuju.

Perjalanan mereka penuh dengan kejadian yang tidak terduga. Mereka dikejari pasukan kerajaan, bertemu dengan sekelompok pencuri di kedai yang ternyata punya hati yang lembut, hampir tenggelam di dalam gua yang terisi air, dan terus-menerus berdebat tentang segala hal. Tapi di antara semua kekacauan itu, sesuatu tumbuh perlahan di antara mereka.

Flynn mulai melihat Rapunzel bukan sebagai beban atau alat tawar, tapi sebagai seseorang yang luar biasa yang belum pernah ia temui sebelumnya. Rapunzel yang tidak pernah melihat dunia mulai menemukan bahwa dunia jauh lebih indah dari yang bisa ia lukis di dinding menara.

Di malam festival lampion, mereka duduk berdua di atas perahu kecil di tengah danau yang memantulkan ribuan lampion emas yang melayang naik ke langit. Itu adalah momen paling sempurna dalam hidup Rapunzel.

Tapi Gothel yang mengetahui rencana Rapunzel sudah menyiapkan jebakan. Flynn ditangkap dan dijebloskan ke penjara dengan tuduhan pencurian yang memang sudah lama menunggunya. Rapunzel yang percaya bahwa Flynn meninggalkannya dibawa Gothel kembali ke menara dengan hati yang hancur.

Flynn berhasil kabur dari penjara dengan bantuan teman-teman tak terduga. Ia memacu kuda secepat yang bisa ia lakukan menuju menara Rapunzel. Ia datang tepat ketika Gothel hendak membawa Rapunzel pergi selamanya.

Pertarungan di menara itu singkat tapi menentukan. Flynn memotong rambut panjang Rapunzel dengan pecahan kaca, menghancurkan sumber kekuatan magis yang selama ini diidam-idamkan Gothel. Tindakan itu menyelamatkan Rapunzel dari ikatan abadi dengan kekuatan yang bukan miliknya.

Rapunzel yang akhirnya menemukan kembali identitas aslinya sebagai putri kerajaan dan Flynn yang menemukan alasan untuk berhenti mencuri berlari bersama menuju kerajaan yang sudah lama menunggu putrinya pulang.

6. Pangeran Adam dan Belle, Kisah Hati yang Melihat Lebih Jauh

6. dongeng-beauty-and-the-beast-belle-dan-pangeran-adam_www.appletreebsd.com

Di sebuah kastil yang tertutup salju abadi di kaki pegunungan, tinggal seorang pangeran yang sudah bertahun-tahun hidup terkurung dalam wujud Binatang yang menakutkan. Ia dikutuk oleh seorang penyihir karena di masa mudanya ia adalah pemuda yang sombong, materialistis, dan tidak pernah mau melihat orang lain lebih dari nilai luarnya.

Kutukan itu bisa patah hanya dengan satu syarat yang tampaknya mustahil, ia harus menemukan seseorang yang mau mencintainya apa adanya, termasuk dalam wujud mengerikannya, sebelum kelopak mawar terakhir dalam kubah kaca jatuh, yang berarti sebelum ulang tahunnya yang ke-21.

Belle adalah seorang gadis muda yang tinggal di sebuah desa kecil bersama ayahnya yang seorang penemu. Di antara semua penduduk desa, Belle adalah satu-satunya yang lebih suka menghabiskan waktu di perpustakaan daripada memperhatikan Gaston, pria paling tampan dan paling bangga akan dirinya sendiri di desa itu yang terus-menerus mencoba melamarnya.

Ketika ayah Belle tersesat dan dipenjara di kastil sang Binatang, Belle tanpa ragu datang dan menawarkan dirinya untuk menggantikan ayahnya. Binatang menerima tawaran itu.

Hidup di kastil bukan hal yang mudah. Binatang kasar, mudah marah, dan tidak tahu cara memperlakukan tamu apalagi orang yang ia harapkan bisa mencintainya. Belle yang tidak mau dikurung di kamarnya menjelajahi kastil dan menemukan perpustakaan raksasa yang langsung membuatnya terpesona.

Binatang yang melihat reaksi Belle terhadap perpustakaan itu melakukan sesuatu yang tidak pernah ia lakukan kepada siapa pun, ia memberikan perpustakaan itu kepada Belle sebagai hadiah. Sesuatu di dalam diri Belle mulai bergerak. Di balik kasar dan menakutkannya, ada seseorang yang bisa memberikan hadiah yang paling tepat.

Perlahan, hari demi hari, mereka berbagi waktu makan malam, berbagi cerita dari buku-buku, dan saling mengenal dengan cara yang tidak dipaksakan. Belle melihat sisi lain dari Binatang yang tidak pernah ia tunjukkan kepada siapa pun, kerentanannya, kesedihannya, dan keinginannya yang tulus untuk menjadi lebih baik.

Ketika Belle mengetahui bahwa ayahnya sakit di desa, Binatang melepaskan Belle pergi meskipun artinya kutukan itu tidak akan pernah patah. Ia memilih kebahagiaan Belle di atas kesempatannya sendiri.

Di desa, Gaston yang tidak mau menerima penolakan Belle menghasut seluruh desa untuk menyerbu kastil dan membunuh sang Binatang. Mereka datang dengan obor dan senjata. Tapi Belle berlari kembali ke kastil lebih cepat dari yang ia kira bisa ia lakukan.

Pertarungan di atap kastil antara Gaston dan Binatang sangat berat. Binatang yang sudah tidak punya keinginan untuk bertahan hampir menyerah sampai ia melihat Belle datang. Sesuatu di dalam dirinya bangkit kembali. Ia bertarung bukan untuk dirinya, tapi karena Belle ada di sana.

Gaston terjatuh. Binatang yang terluka parah berbaring di balkon kastil saat hujan mulai turun. Belle berlutut di sisinya, air matanya jatuh, dan ia berbisik kepada seseorang yang sudah jauh lebih ia kenal dari sekadar penampilannya.

Kelopak terakhir mawar jatuh. Tapi Belle sudah lebih dulu jatuh cinta pada seseorang yang ada di dalam. Dan kutukan itu hancur.

7. Pangeran Naveen dan Tiana, Katak di Bayou

7. dongeng-putri-tiana-dan-pangeran-katak-naveen_www.appletreebsd.com

Di New Orleans yang penuh musik jazz, lampu gas, dan aroma makanan lezat yang mengapung di udara, hiduplah seorang gadis bernama Tiana yang punya satu mimpi yang sangat jelas dan sangat konkret, ia ingin punya restoran sendiri yang menyajikan masakan terbaik di kota. Tiana bekerja keras setiap hari, bekerja dua pekerjaan sekaligus sambil menabung setiap sen yang ia dapat.

Pangeran Naveen datang dari kerajaan jauh dengan kebiasaan yang bertolak belakang total. Ia suka berfoya-foya, tidak suka bekerja keras, dan sangat mengandalkan pesonanya yang memang tidak perlu dipertanyakan untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Akibatnya, orang tuanya memotong seluruh tunjangan keuangannya dan menyuruhnya belajar mandiri.

Naveen yang kebingungan tanpa uang akhirnya bertemu dengan Dr. Facilier, seorang penyihir voodoo licik yang menawarkan bantuan. Dalam sekejap, Naveen berubah menjadi katak hijau yang melompat-lompat di sepanjang jalanan kota.

Tiana yang datang ke pesta berkostum sebagai putri secara tidak sengaja menemukan katak yang bisa berbicara itu, yaitu Naveen yang berharap ciuman seorang putri bisa mengembalikan wujudnya. Tiana yang bukan putri sungguhan menciumnya tanpa efek yang diharapkan, dan malah berubah menjadi katak juga. Keduanya terlempar jauh ke rawa-rawa Bayou di luar kota.

Di rawa itulah petualangan mereka dimulai. Tiana yang frustrasi dengan situasinya dan Naveen yang tidak bisa diam berdua harus menavigasi rawa yang penuh bahaya, mencari cara untuk mematahkan kutukan Facilier. Mereka ditemani Louis si buaya yang bermimpi jadi musisi dan Ray si kunang-kunang yang jatuh cinta kepada bintang.

Perjalanan panjang di rawa mengubah keduanya secara perlahan. Naveen yang tidak pernah melakukan sesuatu untuk orang lain mulai belajar memasak dari Tiana dan menyadari bahwa ada kepuasan yang berbeda ketika kamu membuat sesuatu dengan tanganmu sendiri. Tiana yang terlalu fokus pada mimpinya sampai lupa untuk menikmati perjalanan mulai melihat dunia yang lebih luas.

Dr. Facilier mengejar mereka dengan jimat jahat dan roh-roh kegelapan. Pertarungan melawan Facilier adalah tentang keberanian Naveen untuk melakukan hal yang benar bahkan ketika itu merugikan dirinya sendiri, dan tentang Tiana yang memilih sesuatu yang lebih berharga dari sekadar mimpinya tentang restoran.

Akhirnya, kutukan itu patah. Naveen dan Tiana mendapatkan restoran mereka, yang dijalankan bersama, dengan musik jazz yang mengalun setiap malam dan makanan yang dibuat dengan cinta yang sesungguhnya.

8. Pangeran Ki Ageng Penyelamat Putri Lembah Merapi

8. cerita-rakyat-nusantara-pangeran-jawa-dan-raksasa_www.appletreebsd.com

Di tanah Jawa yang kaya budaya dan penuh legenda, dikisahkan tentang seorang pangeran muda bernama Ki Ageng Wicaksana yang terkenal di seluruh kerajaan Mataram bukan karena ia keturunan raja, tapi karena kesaktiannya yang ia peroleh dari bertahun-tahun berguru kepada para pertapa di lereng-lereng gunung suci.

Ki Ageng bukan pangeran dalam arti gelar darah, ia adalah putra seorang senopati yang terus berlatih hingga ilmunya melampaui banyak bangsawan yang lahir dari keturunan raja sekalipun. Wajahnya tidak bisa disebut biasa, tapi sorot matanya yang tenang dan cara berbicaranya yang selalu mengukur setiap kata adalah yang membuat siapa pun yang bertemu dengannya langsung menaruh hormat.

Kerajaan tetangga di lembah barat sedang dalam kesulitan besar. Seorang raksasa sakti bernama Kala Murka yang sudah ratusan tahun bersemayam di hutan larangan tiba-tiba bangkit dan menuntut upeti dalam bentuk yang paling tidak bisa diterima yaitu seorang putri kerajaan setiap tahunnya. Tiga putri sudah diculik dan tidak pernah kembali.

Sekarang Putri Sekar Arum, putri bungsu dan paling disayang Raja Prabu Jayengrana, mendapat giliran. Raja yang sudah putus asa mengirimkan sayembara ke seluruh penjuru tanah Jawa, siapa pun yang bisa menyelamatkan sang putri akan mendapat setengah kerajaan dan tangan Putri Sekar Arum.

Ki Ageng datang bukan karena tertarik pada imbalan. Ia datang karena berita tentang Kala Murka sudah lama ia dengar dan ia tahu bahwa jika dibiarkan, raksasa itu tidak akan berhenti di satu kerajaan saja.

Raja Prabu Jayengrana menerima Ki Ageng dengan ragu karena ia datang tanpa pasukan, tanpa baju besi berkilau, hanya dengan keris di pinggang dan sebuah kain batik yang dililitkan di kepala. Tapi tidak ada yang lain tersisa.

Ki Ageng masuk ke hutan larangan sendirian. Di sana, kabut tebal menyelimuti segalanya dan suara Kala Murka terdengar seperti gemuruh guntur bahkan dari kejauhan. Ki Ageng tidak berlari menuju sumber suara itu. Ia duduk di bawah pohon beringin besar di tepi hutan dan mulai bermeditasi.

Kala Murka yang merasakan kehadiran manusia datang dengan langkah yang mengguncang tanah. Tapi ia terhenti melihat seseorang yang duduk diam di hadapannya tanpa tampak takut sedikit pun. Bagi raksasa yang sudah ratusan tahun membuat semua orang lari ketakutan, pemandangan itu sangat tidak biasa.

“Mengapa kamu tidak lari?” gertak Kala Murka. Ki Ageng membuka matanya perlahan. “Karena lari tidak menyelesaikan masalah. Dan kamu pun tahu itu.”

Percakapan yang kemudian terjadi di antara keduanya berlangsung sangat lama. Ki Ageng, yang ilmunya termasuk memahami bahasa makhluk gaib, berbicara kepada Kala Murka tentang apa yang sebenarnya mendorong amarahnya selama ratusan tahun. Terungkap bahwa Kala Murka pernah dikhianati oleh sebuah kerajaan leluhur yang berjanji akan menghormati wilayah hutannya tapi kemudian merusaknya tanpa permisi.

Amarah yang ratusan tahun tidak pernah didengar siapa pun itu akhirnya mendapat seorang pendengar yang sungguh-sungguh.

Ki Ageng tidak mengalahkan Kala Murka dengan pertempuran. Ia menawarkan sebuah perjanjian baru yang adil, kerajaan-kerajaan di sekitar hutan itu akan menjaga batas hutan dan tidak boleh merusaknya, dan sebagai gantinya Kala Murka membebaskan semua putri yang ditahannya dan berjanji tidak akan mengganggu manusia lagi.

Putri Sekar Arum dan putri-putri sebelumnya berjalan keluar dari kedalaman hutan dengan kaki yang goyah tapi mata yang bersinar. Ketika Ki Ageng berjalan di samping Putri Sekar Arum menuju istana, sang putri berkata pelan, “Aku sudah menyiapkan diri untuk yang terburuk. Tapi kamu tidak datang dengan pedang.” Ki Ageng mengangguk, “Kadang senjata paling kuat adalah kemampuan untuk mendengarkan.”

Raja Prabu Jayengrana menyambut putrinya dengan air mata yang tidak ia sembunyikan. Ia menawarkan hadiahnya kepada Ki Ageng yang menolak setengah kerajaan tapi menerima satu hal, izin untuk menjaga perbatasan hutan bersama kerajaan.

9. Pangeran Tamino dan Seruling Ajaib

9. dongeng-anak-pangeran-tamino-dan-seruling-ajaib_www.appletreebsd.com

Di negeri yang dipenuhi mitos dan misteri, seorang pangeran muda bernama Tamino tersesat di hutan dan hampir menjadi mangsa seekor ular raksasa sebelum tiga pelayan Ratu Malam menyelamatkannya. Ketika ia sadar, di hadapannya sudah ada Papageno, seorang pemburu burung yang ceria dan ceroboh, yang mengklaim dialah yang membunuh ular itu.

Ratu Malam datang kepada Tamino dalam penglihatan sambil menunjukkan gambar seorang putri cantik bernama Pamina, putrinya sendiri yang katanya diculik oleh seorang penyihir jahat bernama Sarastro. Ratu Malam memohon kepada Tamino untuk menyelamatkan Pamina dan menjanjikan tangan putrinya jika berhasil.

Tamino yang langsung jatuh cinta melihat gambaran Pamina setuju tanpa ragu. Ia diberikan sebuah seruling ajaib yang konon bisa mengubah suasana hati siapa pun yang mendengarnya, bahkan bisa menjinakkan binatang buas. Papageno yang ikut diminta membantu diberi alat musik glokenspiel yang juga punya keajaiban tersendiri.

Perjalanan mereka membawa mereka ke istana Sarastro yang ternyata jauh dari gambaran penyihir jahat yang diceritakan Ratu Malam. Sarastro adalah pemimpin Kuil Kebijaksanaan yang mengambil Pamina bukan untuk kejahatan, tapi untuk melindunginya dari pengaruh ibunya yang ternyata adalah Ratu Malam yang jahat.

Tamino harus melewati serangkaian ujian berat, yaitu ujian diam di mana ia tidak boleh berbicara bahkan kepada Pamina yang ada di depannya, ujian api, dan ujian air. Semua itu harus ia lalui untuk membuktikan bahwa ia layak memasuki lingkaran kebijaksanaan dan layak menjadi pasangan bagi Pamina.

Bagian paling berat adalah ketika Pamina yang tidak mengerti kenapa Tamino tiba-tiba mendiamkannya mengira ia sudah tidak peduli. Dengan hati yang hancur, Pamina hampir menyerah sepenuhnya. Tapi seruling ajaib Tamino memainkan nadanya sendiri dan Pamina mendengarnya, mengerti bahwa di balik diam itu ada seseorang yang sedang berjuang untuknya dengan cara yang tidak bisa ia ucapkan.

Pamina memutuskan membantu Tamino melewati ujian api dan air bersama, karena ternyata kekuatan seruling itu menjadi berlipat ganda ketika dimainkan oleh orang yang berpegang tangan sambil berjalan melewati bahaya bersama.

Ratu Malam yang kalah menghilang bersama kegelapan. Dan Tamino bersama Pamina berdiri di bawah cahaya pagi pertama yang masuk ke dalam kuil, dua manusia yang sudah melewati hal tersulit bukan sendiri-sendiri tapi bersama.

10. Pangeran Arash dan Putri di Balik Kabut Pegunungan Kaspia

10. dongeng-pangeran-persia-menyelamatkan-putri_www.appletreebsd.com

Di kaki pegunungan Elbrus yang membentang di antara langit dan laut, hiduplah seorang pangeran muda dari Persia bernama Arash. Kisahnya tidak sepopuler pangeran-pangeran dari negeri Barat, tapi di antara orang-orang yang tahu, namanya selalu disebutkan dengan rasa hormat yang dalam, karena Arash bukan hanya dikenal sebagai pemanah terbaik di seluruh Persia, tapi juga sebagai pemuda yang paling setia kepada janji dan yang paling tidak mau meninggalkan siapa pun di belakang.

Dikisahkan bahwa di balik pegunungan berkabut itu, ada sebuah lembah kecil yang terisolasi dari dunia luar oleh kabut yang tidak pernah berhenti dan jalan-jalan gunung yang sangat berbahaya. Di lembah itu, seorang putri bernama Farideh hidup bersama penduduk desa yang tidak bisa keluar karena jalan satu-satunya menuju dunia luar dijaga oleh makhluk batu raksasa yang dimantera oleh seorang dukun jahat ratusan tahun lalu untuk mencegah siapa pun keluar atau masuk.

Penduduk desa hidup dalam ketakutan yang sudah berubah menjadi kepasrahan. Mereka tidak lagi bermimpi tentang dunia di luar kabut karena sudah terlalu lama terisolir sampai banyak yang sudah tidak percaya bahwa ada dunia lain di luar sana.

Farideh adalah satu-satunya yang masih tidak mau menyerah. Setiap malam ia memanjat bukit tertinggi di lembah itu dan mengirimkan cahaya dari cermin kecilnya ke arah langit, berharap ada yang melihatnya dari luar kabut.

Arash melihat cahaya itu suatu malam ketika sedang berkemah di lereng pegunungan dalam sebuah perjalanan berburu. Cahaya kecil yang berkelip-kelip di balik kabut tebal di atas bukit yang tidak ada di peta mana pun. Orang lain mungkin mengira itu bintang yang aneh atau ilusi cahaya bulan. Tapi Arash tahu perbedaan antara cahaya alam dan cahaya yang dibuat manusia.

Ia memutuskan mencari sumber cahaya itu.

Mendaki menembus kabut pegunungan Elbrus bukan perjalanan yang bisa dilakukan sembarangan. Arash menghabiskan dua hari menavigasi jalan-jalan gunung yang terkadang tiba-tiba berakhir di tebing atau di jurang yang tidak terlihat dari kejauhan karena kabut. Berkali-kali ia harus mundur dan mencari rute lain.

Di hari ketiga, ia menemukan makhluk batu raksasa yang menjaga satu-satunya celah sempit yang menjadi pintu masuk ke lembah. Makhluk itu sudah sangat kuno, tubuhnya penuh dengan lumut dan retakan-retakan yang menunjukkan usia ribuan tahun. Tapi matanya yang tersisa satu masih menyala dengan cahaya mantera yang belum padam.

Arash tidak membawa senjata yang cukup untuk menembus batu. Ia berpikir lama sambil memandangi makhluk itu. Kemudian ia teringat sesuatu dari pelajaran yang pernah didapatnya dari gurunya yang bijak bahwa setiap mantera punya kelemahan, dan kelemahan mantera lama biasanya adalah niat asli dari si pembuat mantera itu sendiri.

Mengapa dukun itu menciptakan penjaga? Untuk menjaga agar tidak ada yang masuk. Tapi bagaimana dengan yang keluar?

Arash berteriak kepada makhluk batu itu dengan suara yang lantang dan jelas, “Tugasmu adalah menjaga agar tidak ada yang masuk! Bukan menjaga agar tidak ada yang keluar!” Makhluk batu itu bergetar. Retakan-retakan di tubuhnya semakin lebar. Mantera yang sudah ratusan tahun membelenggunya mulai goyah karena logika yang tepat sasaran.

Dengan satu gerakan terakhir yang menggetarkan seluruh lereng gunung, makhluk batu itu runtuh menjadi tumpukan kerikil dan debu. Celah sempit itu terbuka lebar.

Arash masuk ke dalam lembah. Penduduk yang melihat seseorang datang dari balik kabut langsung berlarian ketakutan karena sudah ratusan tahun tidak ada orang asing yang masuk. Tapi Farideh yang langsung mengenali bahwa ini adalah manusia nyata, bukan makhluk dari dunia lain, berjalan maju dengan langkah yang mantap meski jantungnya berdegup sangat kencang.

“Kamu melihat cahayaku,” kata Farideh bukan sebagai pertanyaan tapi sebagai pernyataan. Arash mengangguk. “Kamu tidak berhenti mengirimkan sinyal,” kata Arash. “Itu yang membuatku tidak berhenti mencari.”

Arash memandu seluruh penduduk lembah keluar melewati jalan pegunungan yang sudah ia pelajari selama dua hari terakhir. Perjalanan itu tidak mudah dan membutuhkan waktu hampir tiga hari untuk semua orang, termasuk yang tua dan yang sangat muda, untuk mencapai dataran yang aman di luar kabut.

Ketika penduduk lembah itu untuk pertama kalinya dalam hidup mereka melihat langit terbuka tanpa kabut dan mendengar suara dunia yang lebih luas, banyak di antara mereka yang menangis tanpa bisa menjelaskan kenapa. Farideh berdiri di samping Arash memandangi pemandangan itu dan berkata pelan, “Aku sudah mengirimkan cahaya itu selama tiga tahun tanpa yakin ada yang melihat.” Arash menoleh kepadanya, “Cahaya sekecil apa pun, di tempat segelap apa pun, selalu bisa dilihat oleh orang yang mau mencarinya.”

Mereka berdua berjalan berdampingan menuruni lereng menuju kehidupan baru yang menunggu di bawah sana.

Mengapa Dongeng Pangeran Tampan Tetap Relevan untuk Anak di Era Ini?

Dongeng pangeran dan putri bukan sekadar kisah romantis yang mengajarkan anak menunggu penyelamat. Kalau kamu baca lebih dalam, setiap pangeran dalam kisah-kisah di atas menyelamatkan bukan dengan kekuatan otot semata, tapi dengan kecerdasan seperti Aldric yang berbicara kepada naga, kesetiaan seperti Alaric yang memegang janjinya, keberanian untuk memilih seperti Adam yang melepaskan Belle demi kebahagiaannya, dan kreativitas seperti Arash yang menemukan celah dalam logika mantera ratusan tahun.

Di Apple Tree Pre-School BSD yang berlokasi di Gedung Educenter BSD, kami percaya bahwa cerita adalah cara paling alami untuk menanamkan nilai-nilai karakter kepada anak. Keberanian, empati, ketekunan, dan kemampuan berpikir kreatif adalah fondasi yang kami bangun setiap hari bersama si kecil melalui pendekatan kurikulum Singapore yang kami adopsi dengan penuh cinta.

Cerita Adalah Guru Terbaik Sejak Usia Paling Dini

Anak tidak belajar nilai keberanian dari hafalan atau ceramah panjang. Mereka belajar dari tokoh-tokoh yang mereka kagumi, dari pangeran yang tidak menyerah, dari putri yang tidak pasrah, dan dari kisah-kisah yang membuat hati mereka bergerak. Itulah kenapa storytelling menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pendekatan belajar kami.

Di program kelas kami, mulai dari Toddler usia 1,5 tahun, Pre-Nursery usia 2 tahun, Nursery usia 3 tahun, hingga Kindergarten 1 dan 2 untuk usia 4 sampai 6 tahun, setiap anak mendapatkan stimulasi yang tepat sesuai usia mereka. Kami memastikan si kecil tidak hanya pintar secara akademis tapi juga kaya nilai karakter yang akan menemaninya sepanjang hidup.

Yuk, Daftarkan Si Kecil di Apple Tree Pre-School BSD!

Setelah malam ini penuh dengan kisah pangeran gagah dan putri yang menginspirasi, mungkin sekarang saatnya memikirkan satu hal yang jauh lebih nyata dan jauh lebih dekat, yaitu bagaimana si kecil mendapatkan pengalaman belajar terbaik setiap harinya.

Di Apple Tree Pre-School BSD, kami hadir untuk menemani tumbuh kembang si kecil dengan penuh kehangatan dan dedikasi. Bukan hanya mengajarkan mereka membaca, menulis, dan berhitung. Tapi juga membantu mereka menemukan keberanian, rasa ingin tahu, dan kegembiraan belajar yang akan menjadi bekal paling berharga sepanjang hidupnya.

Si kecil berhak mendapatkan cerita terbaik di setiap harinya, baik di rumah maupun di sekolah. Dan kami ada di sini untuk memastikan hari-hari si kecil di sekolah adalah hari-hari yang penuh warna, penuh tawa, dan penuh makna.

Mendaftar sekarang dan biarkan si kecil memulai petualangan belajarnya yang paling berkesan bersama teman-teman baru di Apple Tree Pre-School BSD!

πŸ“± WhatsApp: Hubungi Kami πŸ“ž Telepon: +62 888-1800-900 🌐 Website: www.appletreebsd.com

Ayo bermain dan belajar dengan anak lain di Apple Tree Pre-School BSD. Karena setiap anak adalah pangeran dan putri dalam cerita hidupnya sendiri, dan mereka berhak mendapatkan sekolah terbaik sebagai latar kisah mereka! πŸ‘‘πŸŒŸ

Comments

Be the first to write a comment.

Your feedback