Anak Bunda Belekan? Ini Tips Menanganinya

klikmama.co.id

Belekan memang hal yang wajar dialami siapa saja, termasuk anak-anak. Belekan merupakan tersumbatnya saluran air mata sehingga tidak mampu menyalurkan air mata ke rongga hidung dan berkumpul di satu sudut pada bagian mata. Umumnya belekan keluar di pagi hari setelah si kecil bangun tidur. Akan tetapi, belekan juga bisa merupakan suatu penyakit akibat virus atau bakteri.

Namun, tenang Bun, jangan khawatir. Berikut ada tips menangani belekan serta mencari tahu kapan belekan berbahaya dan tidaknya. Yuk, simak.

Kapan Belekan Perlu Diwaspadai?

Si kecil mengalami belekan, memang hal lumrah, Bun. Akan tetapi, menurut dokter, ada gejala tertentu yang masih patut diperhatikan ketika belekan anak tidak kunjung hilang, bahkan keluar tidak selepas tidur saja. Bila hal tersebut terjadi, segera periksakan si kecil ke dokter, agar mendapat penanganan yang tepat. Pasalnya, bisa saja mata anak Bunda mengalami infeksi yang disebut konjungtivitis bakteri.

Konjungtivitis sendiri merupakan peradangan pada konjungtiva atau lebih dikenal selaput bening yang berfungsi untuk melapisi mata bagian depan. Umumnya, ciri dari peradangan tersebut mata yang awalnya berwarna putih, berganti menjadi merah akibat alergi terhadap virus atau bakteri yang menyerang.

Selain itu, ada ciri lain Bun dari belekan pada si kecil yang patut diwaspadai agar tidak membahayakan putra / putri Bunda. Di antaranya:

  1. Pada bagian mata sudah mulai muncul kotoran yang berwarna kuning atau kehijauan kental.
  2. Terdapat pula nanah pada mata bayi dan sudah mulai menyerang kedua matanya
  3. Air mata tidak kunjung berhenti dan terus menerus keluar secara berlebihan. Bahkan rasa gatal pun ikut menyerang bersamaan dengan tangan si kecil yang terus menggosok mata serta nampak kesakitan.
  4. Bunda melihat bila warna mata si kecil sudah mulai merah dan terjadi pembengkakan pada bagian kelopak mata. Selain itu, terdapat kotoran putih yang jelas pada bagian sudut mata, kontras dengan warna merah akibat infeksi tersebut.
  5. Akibat pembengkakan pada bagian kelopak mata, maka strukturnya pun mulai tidak teratur. Bunda perlu mewaspadai bila sudah terjadi bentuk yang tidak rata tersebut.
  6. Tanda terakhir terletak pada keadaan si kecil yang mulai kesusahan dalam membuka mata. Tangisan pun tidak akan terhindarkan karena si kecil merasa kesakitan setiap kali ingin membuka kelopak matanya.

Ketika Bunda melihat enam gejala tersebut terjadi pada mata si kecil, segera bawa ke dokter untuk membantu menangani belekan. Selain itu, si kecil pun mendapat antibiotik untuk mencegah hal buruk terjadi terkait infeksi bakteri tersebut.

Tips Menangani Belekan

Sebelum membawa anak ke dokter, ada pula langkah-langkah yang bisa Bunda ambil untuk menangani belekan pada anak. Di antaranya:

  1. Sebelum membersihkan kotoran pada mata si kecil, selalu bersihkan tangan dan pastikan steril. Tujuannya agar virus tidak semakin menyerang putra Bunda.
  2. Gunakan pula kasa steril atau kapas atau bahkan cotton bud yang sudah dibasahi air matang setiap kali membuang belekan. Bunda pun harus membersihkan dalam satu arah, yaitu dari mata bagian dalam menuju sudut mata ke arah pangkal hidung. Lakukan secara perlahan terus menerus hingga belekan dirasa sudah tidak ada lagi.
  3. Jangan gunakan kain kasa yang sama setiap kali membersihkan belekan pada si kecil. Akan tetapi, selalu ganti yang baru untuk mencegah penambahan virus atau bakteri yang masuk dan dapat menyebabkan infeksi semakin parah.
  4. Bunda juga dapat melakukan pemijatan ringan pada ujung mata si kecil agar dapat membantu memperlancar lajunya air mata, sehingga belekan dapat terhindarkan.

Itulah tips menangani belekan yang bisa Bunda lakukan mulai sekarang ketika anak mengalami belek. Semoga bermanfaat.

Exit mobile version