Kemarin kami melihat seorang anak yang biasanya gampang terdistraksi, tiba tiba duduk anteng sambil meremas adonan lembut dan bilang, “So soft, Miss!” Dalam 10 menit, ekspresinya berubah dari gelisah jadi fokus, dan kamu bisa lihat sendiri, tubuhnya ikut lebih tenang. Momen kecil begini yang bikin kami makin yakin, Kegiatan Sensory Play itu bukan sekadar main, tapi “alat” yang diam diam melatih otak dan emosi anak.
Di Apple Tree Pre-School BSD yang berada di Educenter bsd, kami memakai sensory play sebagai bagian dari rutinitas belajar, karena anak usia dini belajar paling cepat saat tangan mereka ikut kerja. Kalau kamu sedang cari ide yang gampang dilakukan di rumah, tapi tetap “berisi”, 7 kegiatan di bawah ini bisa jadi starting point yang aman, seru, dan membantu anak berkembang.
Kegiatan Sensory Play Itu Apa dan Kenapa Penting?
Kegiatan Sensory Play adalah aktivitas bermain yang melibatkan indera anak, seperti sentuhan, penglihatan, pendengaran, penciuman, dan gerakan tubuh. Saat anak meremas, menuang, menyendok, mencium aroma, atau mendengar bunyi “kriuk” dari benda tertentu, otaknya sedang membangun koneksi penting untuk belajar.
Manfaatnya luas, mulai dari melatih motorik halus, koordinasi mata tangan, fokus, kemampuan bahasa, sampai regulasi emosi. Banyak anak juga jadi lebih tenang setelah sensory play, karena tubuh mereka “puas” mendapat input sensorik yang dibutuhkan.
Kalau anak kamu gampang gelisah, sulit fokus, atau mudah tantrum saat transisi aktivitas, sensory play sering jadi jembatan yang membantu. Bukan obat ajaib, tapi alat yang konsisten dan realistis untuk rutinitas di rumah.
7 Ide Kegiatan Sensory Play Seru di Rumah
Sensory play adalah aktivitas bermain yang melibatkan indera seperti peraba, penglihatan, penciuman, pendengaran, dan kadang pengecap (tanpa harus dimakan). Kegiatan ini bermanfaat untuk melatih fokus, koordinasi, kemampuan motorik, dan regulasi emosi. Gunakan alas koran/terpal agar lebih mudah dibersihkan, serta tetap awasi anak terutama untuk bahan kecil atau berisiko tertelan.
1) Sensory Bin Beras/Pasta (Kotak Sensorik)

Aktivitas ini menggunakan wadah besar berisi bahan kering seperti beras, kacang hijau, atau pasta kering untuk eksplorasi tekstur.
Cara bermain:
- Siapkan wadah, isi dengan beras/pasta secukupnya.
- Tambahkan alat: sendok, corong, gelas takar, cetakan kecil, atau mainan mini.
- Ajak anak menuang, memindahkan, “menggali”, dan menyortir berdasarkan ukuran/warna.
Manfaat:
- Melatih motorik halus (menggenggam, menjumput, menuang).
- Menguatkan koordinasi mata-tangan dan konsentrasi.
- Mendukung konsep matematika awal seperti penuh-kosong, banyak-sedikit.
2) Playdough (Adonan Main) Tekstur

Playdough cocok untuk stimulasi peraba dan penguatan otot tangan.
Cara bermain:
- Gunakan playdough siap pakai atau buat sendiri (tepung, garam, minyak, air).
- Sediakan alat: rolling pin, cetakan kue, pisau plastik, sedotan untuk membuat pola.
- Minta anak membentuk bola, ular, pipih, atau membuat “menu” makanan pura-pura.
Manfaat:
- Menguatkan otot jari dan telapak sebagai persiapan menulis.
- Melatih kreativitas dan perencanaan (membentuk sesuai ide).
- Membantu regulasi emosi lewat aktivitas menekan dan meremas yang menenangkan.
3) Foam/Busa Sabun Warna

Busa memberi sensasi lembut dan menyenangkan, sekaligus mudah dibersihkan.
Cara bermain:
- Kocok sabun cair + sedikit air hingga menjadi busa (bisa pakai whisk).
- Tambahkan pewarna makanan (opsional) untuk variasi visual.
- Biarkan anak “melukis” di permukaan meja/ubin kamar mandi atau di tray.
Manfaat:
- Melatih sensori taktil dan toleransi terhadap tekstur lengket/berbusa.
- Menstimulasi visual melalui warna dan pola.
- Mengembangkan imajinasi lewat aktivitas menggambar bebas.
4) “Treasure Hunt” dalam Es (Eksplorasi Dingin)

Aktivitas suhu (dingin-hangat) memberi variasi sensori yang kuat.
Cara bermain:
- Bekukan mainan kecil aman atau benda besar yang tidak berisiko tertelan di dalam wadah air.
- Keluarkan bongkahan es, sediakan alat aman: sendok, kuas air hangat, atau semprotan air.
- Ajak anak “membebaskan” benda dari es dengan mengikis atau menyiram.
Manfaat:
- Mengenalkan sains sederhana: mencair, perubahan wujud.
- Melatih ketekunan dan problem solving.
- Memberi stimulasi sensori suhu yang sering membantu fokus.
5) Kolase Tekstur (Kertas, Kain, Kapas, Daun)

Kolase tekstur membantu anak mengenali perbedaan permukaan lewat sentuhan dan penglihatan.
Cara bermain:
- Siapkan kertas karton dan lem (oles tipis agar tidak terlalu basah).
- Sediakan bahan: kapas, kertas krep, kain perca, foil, daun kering, pasir halus (opsional).
- Minta anak menempel dan menyusun pola: garis, bentuk, atau gambar sederhana.
Manfaat:
- Melatih motorik halus dan kontrol tangan (mengambil-menempel).
- Menguatkan diskriminasi sensori (membedakan kasar/halus, lembut/keras).
- Mendukung keterampilan pra-menulis melalui kontrol gerak.
6) Jalur Sensori (Sensory Path) di Lantai

Jalur sensori menggabungkan sentuhan kaki dan gerak tubuh (gross motor).
Cara bermain:
- Buat jalur dengan beberapa “pos” menggunakan bahan aman: karpet, handuk, bubble wrap, tikar, spons, atau kertas bertekstur.
- Ajak anak berjalan pelan, jinjit, meloncat kecil, atau menapak sesuai instruksi.
- Tambahkan variasi: berjalan sambil membawa benda ringan atau berhenti di titik tertentu.
Manfaat:
- Melatih keseimbangan dan koordinasi tubuh.
- Membantu kesadaran tubuh (proprioseptif) yang penting untuk kontrol gerak.
- Baik untuk menyalurkan energi dan meningkatkan fokus setelahnya.
7) Kegiatan Sensorik Aroma (Aroma Matching)

Indera penciuman sering terlupakan, padahal efektif untuk stimulasi kognitif.
Cara bermain:
- Siapkan kapas dalam beberapa wadah kecil tertutup (misalnya gelas kecil dengan lubang).
- Teteskan aroma lembut dan aman: vanila, kayu manis (sedikit), jeruk/lemon (dari kulit), atau teh.
- Minta anak mencium lalu mencocokkan pasangan aroma yang sama (matching).
Manfaat:
- Melatih memori dan kemampuan membedakan (discriminatory skills).
- Mengembangkan bahasa: mendeskripsikan wangi (manis, segar, tajam).
- Membantu ketenangan bila menggunakan aroma yang menenangkan (tanpa berlebihan).
Tips Aman dan Nyaman Saat Kegiatan Sensory Play
Kegiatan Sensory Play itu seru, tapi tetap perlu aturan dasar supaya kamu tidak berakhir dengan “operasi bersih bersih besar”. Ini checklist singkat yang biasanya paling membantu.
- Siapkan area main dengan alas, bisa tikar plastik atau koran, dan pilih lokasi yang mudah dibersihkan.
- Batasi jumlah bahan, lebih sedikit tapi fokus itu lebih efektif daripada banyak tapi bikin anak overstimulated.
- Tentukan aturan sederhana sebelum mulai, misalnya “only in the tray” dan “hands stay low”, lalu ulangi dengan tenang saat anak lupa.
- Akhiri dengan ritual beres beres yang konsisten, agar anak belajar tanggung jawab dan transisi aktivitas lebih mulus.
Ayo Asah Sensorik Anak Sekaligus Belajar Bareng Teman Teman
Kalau kamu melihat anak kamu makin fokus, lebih tenang, dan lebih percaya diri setelah Kegiatan Sensory Play, itu pertanda bagus bahwa tubuhnya “ketemu cara belajar yang pas”. Kami di Apple Tree Pre-School BSD juga mengembangkan kegiatan sehari hari yang kaya stimulasi sensorik, sosial, dan akademik sesuai tahap usia, jadi anak belajar lewat pengalaman, bukan sekadar duduk dan mendengarkan.
Kalau kamu ingin anak kamu bermain dan belajar dengan anak lain dalam lingkungan yang terstruktur dan menyenangkan, kamu bisa mendaftar sekarang atau ayo bermain dan belajar dengan anak lain dengan menghubungi kami di WhatsApp: Hubungi kami atau telepon +62 888-1800-900.
Sebagai tambahan, kalau kamu ingin mengenal sekolah kami lebih dekat, kamu bisa lihat halaman utama kami di https://www.appletreebsd.com/ dan intip detail kelas sesuai usia anak kamu di https://www.appletreebsd.com/our-classes/.
Be the first to write a comment.