5 Hal yang Membuat Anak Tidak Suka Bergaul dan Cara Mengatasinya

Anak tidak suka bergaul memang merupakan sesuatu yang akan membuat orang tua cemas. Orang tua takut anak mereka tidak dapat bersosialisasi dengan baik dan bertahan hidup di dunia nyata nantinya. Tidak bisa dipungkiri bahwa bukan sekadar nilai akademis, kemampuan beradaptasi dan mengenal orang lain juga merupakan satu hal yang harus dimiliki oleh seseorang agar bisa bertahan hidup dan bersaing di dunia. Lalu, bagaimana bila anak-anak tidak suka bergaul? Apakah yang harus anda lakukan?

Jangan khawatir dan stres ya. Anda bisa melakukan hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk dan membuat anak anda menjadi pribadi yang lebih terbuka serta berinisiatif tinggi.

Terbuka padanya

Hati-hati, anak bisa menjadi pribadi yang tertutup karena orangtua seolah memberi jarak dan tidak pernah berbicara terbuka. Anak-anak pun kemudian merasa rendah diri dan menganggap bahwa mengutarakan perasaan kepada orang lain adalah sesuatu yang sangat tidak boleh dilakukan.

Sebagai pendidik pertama dalam kehidupan mereka, cobalah untuk bersikap lebih terbuka. Bicarakan banyak hal kepada mereka mereka dan jangan menghakimi mereka. Dengan cara itu, anak-anak pun akan merasa lebih tenang saat di dekat anda nantinya. Mereka pun dapat menilai orang lain dengan lebih positif

 

Kurangi interaksi dengan gadget

Terlalu banyak mengonsumsi gadget akan membuat anak menjadi malas untuk berinteraksi dengan orang lain. Mereka menganggap bahwa gadget pun sudah cukup untuk dapat memenuhi segala kebutuhan hidup mereka termasuk kebutuhan untuk bersosialisasi dan bersenang-senang.

Hal ini akan membahayakan karena alih-alih memanfaatkan gadget, anak justru akan dimanfaatkan oleh gadget itu sendiri. Jadi mulai sekarang, batasi konsumsi gadget anak. Jangan melarang karena mereka justru akan melawan. Berilah jadwal tertentu untuk bermain gadget dan kemudian simpan kembali gadget anak setelah melewati waktu tersebut.

 

Ajak bergaul

Ajaklah anak untuk bergaul dengan teman sebayanya. Misalnya, bila anak anda masih berusia TK atau SD, anda bisa mengajaknya ke berbagai tempat bermain sehingga mereka bisa berkenalan dengan orang lain atau anda juga bisa mengajak anak ke tempat-tempat saudara supaya mereka bisa bersilaturahmi dengan kerabat-kerabatnya, kemudian mengenal orang dari berbagai kalangan serta latar belakang budaya.

Namun jangan terlalu sering melakukan hal ini. Tetap seimbangkan antara kegiatan bersosialisasi dan juga kegiatan belajar supaya anak memahami bahwa di dalam kehidupan segalanya harus seimbang

 

Puji dan hargai anak

Anak tidak suka bergaul biasanya juga bisa disebabkan oleh masalah tidak percaya diri. Jadi, sebagai orangtua tingkatkan percaya diri anak dengan mengeksplorasi hal-hal positif dalam dirinya dan memotivasi anak untuk mengembangkan hal tersebut.

Jangan pernah menghakimi anak atau membuat anak patah semangat sebelum mengenai suatu hal dengan memarahi dan memakinya. Anda harus menyemangatinya dan berkata bahwa setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan. Dengan kepercayaan diri yang tinggi, maka anak pun tidak akan minder saat bergaul dengan orang lain.

 

Amati pergaulannya

Meskipun anda adalah pendidik di rumah dan di sekolah, tetapi bukan berarti anda menutup mata dari hal-hal yang terjadi di sekolah. Coba amati seperti apa interaksi anak di sekolah.

Apakah ada anak yang merundungnya atau mungkin ada masalah dengan anak lain? Bila anak mengalami masalah seperti ini, anda bisa segera mengomunikasikannya dengan anak dan juga dengan guru. Hal ini penting supaya nantinya anak tidak tumbuh menjadi pribadi yang minder atau pribadi yang menarik diri dari lingkungannya. Bila anak tidak suka bergaul karena merasa bahwa teman-temannya tidak selevel, berilah pengertian kepadanya bahwa setiap orang berbeda dan setiap orang memiliki keunikan tersendiri.

Itulah beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk mengatasi anak tidak suka bergaul. Memang hal ini membutuhkan proses, tetapi dengan kesabaran. Anak akan memiliki pribadi yang hangat dan juga dapat bersosialisasi dengan baik

Exit mobile version