4 Cara Efektif Menangani Anak Disleksia

22 November 2016

“Teman-temannya sudah mulai bisa menulis dan membaca dengan lancar, tetapi mengapa anak saya belum bisa membaca dan menulis dengan baik? Bahkan antar huruf yang sama bentuknya saja dia masih sering keliru. Padahal, dia sudah berusia 5 tahun, lo.”

Para bunda biasanya akan mulai resah tatkala sang buah hati mulai menampakkan tanda-tanda “lamban” dalam proses belajar. Tanda ini bisa bermacam-macam, seperti sulit mengeja, huruf “b” sering tertukar dengan huruf “d”, sering salah mengingat urutan (baik itu angka, alfabet, ataupun nama hari), masih terbata-bata ketika belajar membaca, dan masih sulit untuk memproses dan memahami apa yang ia dengar.

Ada Apa dengan Anak Saya?

Disleksia

Disleksia

Jika Anda memiliki anak dengan ciri-ciri yang kurang lebih sama dengan hal tersebut di atas, kemungkinan anak Anda mengalami disleksia. Namun, sebelum mengambil kesimpulan bahwa anak Anda mengidap disleksia, alangkah baiknya jika kita terlebih dulu melakukan tes. Sebab, kita tidak bisa serta merta mendiagnosis anak disleksia hanya dengan melihat 1-2 ciri saja.

Tes disleksia diawali dengan mengukur tingkat kecerdasan anak (tes IQ), serta melihat kemampuan bahasanya. Jika IQ anak tersebut di bawah 70, tes disleksia tidak perlu dilanjutkan. Sebab, anak tersebut tidak menderita disleksia, melainkan hanya lambat dalam belajar (slow learner).

Pada dasarnya, disleksia bukan penyakit tetapi gangguan dalam belajar yang biasanya dialami oleh anak-anak. Mereka yang mengalami disleksia tidak mengalami kecacatan, gangguan pendengaran, atau penglihatan. Bahkan, sebagian dari mereka adalah orang-orang dengan tingkat intelektual tinggi.

Lalu, mengapa mereka cenderung “lamban” dalam hal membaca, menulis, mengeja, dan menganalisis?

Hal ini dikarenakan adanya kelainan pada saraf yang menyebabkan fokus penderita disleksia berganda atau menyebar. Akibatnya, satu huruf bisa terlihat bertumpuk dua atau tiga dan menyebabkan si anak kesulitan untuk membaca dan menulis. Misalnya, ketika mereka harus mengeja atau menulis kata “disleksia”, bisa saja mereka menulis “disleki” atau “dileki”

Cara Menangani Anak Disleksia

Menangani Anak Disleksia

Menangani Anak Disleksia

Berikut beberapa cara penanganan yang mungkin bisa Anda lakukan.

Konsultasi dengan Psikolog Anak

Disleksia hanya boleh ditangani oleh psikolog atau terapis Disleksia. Penderita disleksia pada umumnya akan diberi terapi untuk meningkatkan kemahiran linguistik, berpikir, dan sosial. Cara ini akan membantu anak meningkatkan keterampilannya dalam membaca dan menulis. Jika anak mendapat penanganan yang tepat dan intensif, ia akan dapat membaca seperti anak lainnya.

Metode Multi-Sensory

Dengan metode yang terintegrasi, anak disleksia akan diajari mengeja dengan melibatkan kemampuan pendengaran, memori visual (penglihatan) dan sentuhan. Cara ini akan memungkinkan terjadinya asosiasi antara pendengaran, penglihatan, dan sentuhan, sehingga akan mempermudah otak anak untuk mengingat huruf-huruf.

Membangun Rasa Percaya Diri Anak

Jangan pernah menganggap anak disleksia sebagai anak yang bodoh atau terbelakang dalam melakukan apa pun. Sebaliknya, bantu anak Anda untuk menemukan keunggulan dirinya agar bisa merasa percaya diri dan tidak pesimis terhadap hambatan-hambatan yang dialaminya. Jika perlu, perkenalkan mereka pada tokoh-tokoh hebat yang mampu mengatasi masalah disleksianya, eperti, Sebastian Basch, Leonardo Da Vinci, Einstein, Tom Cruise, dan lain sebagainya.

Menggunakan Kacamata Prisma

Kacamata prisma adalah kacamata yang khusus dibuat oleh dokter mata untuk mengatasi masalah penglihatan anak disleksia. Kacamata ini hanya boleh dipakai ketika anak akan belajar membaca dan pemakaiannya pun harus di bawah pengawasan orang dewasa. Sebab, jika digunakan dalam jangka waktu yang panjang, kacamata ini bisa menimbulkan dampak negatif pada mata.

Kesimpulannya, disleksia bukan penyakit atau keterbelakangan mental. Jika ditangani dengan benar dan intensif, anak disleksia juga bisa berkembang dengan baik. Bahkan mereka bisa melebihi anak kebanyakan, lo.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a reply
Cara Mudah Mengajari Anak TK Belajar MembacaIngin Menjadikan Buku Sebagai Teman Baik Anak? Ini Dia Caranya

Leave Your Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Free Call

We are pleased to answer all your questions

+62 888 1 800 900
Live Chat via Whatsapp!