Mengatasi Emosi Anak Umur 3 Tahun

Bagi para orang tua pasti tahu bagaimana rasanya mengatasi emosi anak yang sedang tantrum. Oleh karena itu kita sebagai orang tua harus mencari edukasi tentang hal ini. Jika anak Anda menginjak usia 3 tahun, maka perkembangan sang anak akan berkembang dimana motorik kasar dan halusnya juga akan ikut berkembang dengan bertambah umur sang anak. Hal ini membuat perkembangan emosi sang anak juga bisa berubah, dimana anak berusia 3 tahun masih belum mampu mengontrol emosinya.

Anak cenderung memberikan reaksi yang berlebih ketika dirinya melihat atau merasakan sesuatu yang tidak nyaman pada dirinya, ketika dirinya sedang bermain dan orang tua-nya meminta untuk berhenti atau membereskan mainan tersebut, anak di usia ini bisa menolak dan memberikan reaksi seperti berteriak maupun mengacuhkan kedua orang tua-nya.

Laura Markham, PH.D., menulis di buka Peaceful Parents, Happy Kids bahwa ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk mengatasi anak yang belum mampu mengontrol emosi-nya dengan baik.

 

  1. Anak Akan Mengikuti Emosi Kita

Ketika anak menunjukkan emosi-nya, maka kita tidak boleh melawan emosi sang anak, jika kita berteriak, maka anak juga akan berteriak, begitu juga apabila kita berbicara dengan pelan, maka anak juga akan berbicara dengan pelan.

Jadi kesimpulannya, jika anak sedang emosi, kita tidak boleh bertambah dengan emosi dengan memarahi-nya, kita harus bisa bersabar dan mengajarinya dengan lembut, karena jika kita juga terbawa emosi, maka emosi sang anak bisa semakin menjadi-jadi.

 

  1. Komunikasi Yang Baik

Anak yang jarang bertemu atau berbicara dengan orang tua-nya tentu akan sangat sulit di atur, karena itu setiap orang tua harus membuat komunikasi dengan anak-nya dengan baik agar orang tua bisa memberikan contoh dan menjelaskan mana yang baik dan mana juga hal yang tidak baik, jika sedang bersama, maka orang tua bisa mengatakan bahwa tindakan mana saja yang salah dan mana saja tindakan yang benar.

Jika Anda jarang bertemu dengan anak Anda, maka anda bisa mengajari anak Anda ketika nada bertemu pada malam hari atau weekend agar anak Anda mengerti bahwa Anda adalah orang tua yang penuh perhatian kepada dirinya.

 

  1. Terimalah Keinginan Anak

Meski anak sedang marah atau emosi, kita sebagai orang tua harus menunjukkan bahwa kita peduli dengan perasaan atau keinginan sang anak, dan jelaskan kepada anak bahwa jika ada sesuatu yang tidak disukai-nya, sang anak bisa membicarakannya dengan baik di banding menangis atau marah-marah.

Dan dengan begitu, sang anak akan merasa lebih dipedulikan, dan sang anak tidak akan terbawa emosi apabila dirinya merasa tidak nyaman dengan suatu hal, karena itu dukungan dari orang tua akan sangat membantu sang anak agar dapat berpikir positif dan belajar bagaimana menahan emosinya tersebut.

 

  1. Tahan Niat Untuk Menghukum Anak

Hukuman memang terkadang harus kita berikan kepada anak kita, tetapi jika sang anak sedang mengeluarkan emosi negatif dan dibalas dengan hukuman tersebut, maka anak akan bertambah kesal dan membuat energy negatif di sekitar dirinya dan membuat nya salah berkembang.

Lebih baik untuk orang tua tidak langsung menghukum sang anak, apalagi jika sedang berada di tempat umum, bantu sang anak agar tetap menahan emosi-nya, dan setelah sampai rumah, anda bisa jelaskan apa yang salah, dan tentu saja hal itu bisa membuat sang anak lebih mengerti dan tidak merasa dipermalukan di depan umum.

 

  1. Bantu Anak Anda Meredam Emosi Negatif

Apabila anak Anda sudah melawan anda dan berani memukul, itu bukan bearti bahwa anak Anda adalah anak yang nakal, itu hanya gambaran bahwa anak Anda tidak bisa menyalurkan emosi negatif yang dimilikinya, dan untuk itu orang tua memiliki peran untuk memberikan rasa sayang dengan menyentuh ataupun memluk sang anak.

Anak kecil sendiri biasa meluapkan emosinya dengan menangis, dan jika terjadi seperti itu, buatlah sang anak merasa nyaman agar dapat mengendalikan emosi-nya, dan berhenti menangis dan mengingat bahwa menangis bukanlah hal yang tepat untuk meluapkan emosi bagi dirinya.

 

Nah, jadi jika kita memiliki anak yang emosi dan suka marah atau memukul, jangan menganggap anak tersebut anak nakal ya, bisa saja sang anak tidak atau belum mengetahui bagaimana cara meluapkan emosi-nya, dan untuk para orang tua, bersabar terus ya akan hal tersebut agar sang anak bisa berkembang dengan baik!!

Exit mobile version