Menerapkan Sleep Training pada Balita

Menerapkan Sleep Training pada Balita

 

Menerapkan sleep training sejatinya bisa dilakukan sejak anak berusia 4 bulan hingga usia balita. Dengan sleep training sedini mungkin, kualitas tidur si kecil dapat bertambah. Balita akan mampu tidur sendiri tanpa bergantung pada hal tertentu dan perkembangan tubuh serta otak mereka akan lebih lancar. Kedua orangtua pun jadi memiliki lebih banyak waktu untuk beristirahat.

Tapi kita semua tahu kalau sleep training itu tidaklah mudah. Pastinya anak akan merasa rewel, kesepian, dan bingung dengan ritme baru. Namun jangan menyerah ya, coba lakukan cara efektif menerapkan sleep training pada balita berikut ini!

 

Segera tidurkan bayi ketika mengantuk

 

Via Freepik

 

Ketika si bayi sudah terlihat mengantuk, maka sebaiknya Anda segera menidurkannya dan meletakkannya di kasur. Dengan demikian, si kecil akan terbiasa untuk tidur ketika merasa mengantuk. Jika dilakukan sejak dini dan rutin, maka ketika terbangun di malam hari sendiri pun ia akan mudah tertidur kembali.

 

Menetapkan jam tidur yang konsisten

 

Anak akan terbiasa dengan rutinitas, oleh karena itu sebisa mungkin Anda tetapkan jam tidur anak dan konsisten untuk menidurkan anak pada jam tersebut. Saat jam tubuh anak sudah terbiasa, maka mereka akan lebih mudah terlelap pada waktunya.

 

Dampingi anak, bukan menggendongnya

 

Pada beberapa kasus, anak akan lebih mudah tertidur ketika ditemani oleh orangtuanya. Hal ini sah-sah saja, namun jangan dibiasakan untuk menggendongnya, ya. Lebih baik rebahkan anak di atas kasur, sementara Anda berjaga di sisi ranjang. Sebelum tidur, selesaikan kegiatan menyusui atau MPASI agar mereka terbiasa untuk tidak tidur sambil menyusu atau mengempeng.

Saat mendampingi anak sleep training, orangtua juga boleh sambil tidur di ranjang yang berbeda. Tujuannya agar anak ikut terlelap.

 

Pisahkan kamar tidur si kecil dan orangtua

 

Via Freepik

 

Untuk anak yang sudah berusia 1 tahun atau lebih, Anda dapat pertimbangkan untuk mulai memisahkan kamar tidur. Dengan dipisah, anak mungkin akan merasa ketakutan. Tapi di saat yang sama, mereka akan belajar untuk menenangkan diri sendiri untuk tidur.

Jelaskan pada anak apa yang harus mereka lakukan di kamar tidur dan tidak perlu khawatir karena orangtua ada di kamar sebelah. Jika Anda ingin memantau perkembangan anak, sebaiknya tidak bolak-balik masuk kamar mereka karena hanya akan mendistraksi proses tidur. Lebih baik pasanglah kamera CCTV agar Anda bisa memantau dari kamar sebelah.

 

Pertimbangkan metode cry-it-out

 

Via Freepik

 

Salah satu metode sleep training yang paling populer adalah cry-it-out. Pada metode ini, bayi sengaja tinggal di dalam kamarnya sendiri. Jika ia menangis, tidak ada yang boleh menenangkannya. Biarkan ia menangis sekeras-kerasnya hingga ia lelah dan tertidur dengan sendirinya. Metode ini memang terdengar kejam dan banyak orangtua yang tidak tega. Namun dalam beberapa kali coba, metode ini dapat langsung terasa efeknya.

Saat menerapkan metode cry-it-out, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Di antaranya adalah kondisi popok anak yang bersih dan baju tidur yang nyaman agar mereka bisa langsung tidur nyenyak usai menangis. Pastikan juga ranjangnya aman dan tidak ada benda berbahaya yang dapat melukai anak ketika mereka menangis histeris.

Akhir kata, sleep training memang bukan hal yang mudah untuk balita dan juga orangtua. Tapi bersabarlah dan selalu konsisten mengajarkan anak untuk tidur mandiri. Anda juga bisa dukung anak tidur dengan menciptakan suasana yang tenang, piyama yang lembut, dan suhu udara nyaman. Selamat mencoba!

Exit mobile version