Jika Nilai Pelajaran Anak Jelek, Apa yang Anda Lakukan?

Tidak ada orang tua yang ingin nilai pelajaran anak jelek. Namun, bagaimana lagi jika hal tersebut sudah terjadi? Apa yang harus Anda lakukan sebagai orang tua? Simak penjelasannya di bawah ini. 

Hindari Menghakimi Anak

Menghakimi Anak

Menghakimi Anak

Hal pertama yang harus Anda ingat jika nilai pelajaran anak jelek adalah jangan menghakimi. Marah adalah hal yang harus dihindari oleh orang tua, apalagi sampai mengatai anak bodoh. Kesalahan dalam memberikan sikap pada peristiwa ini hanya akan memperburuk hubungan orang tua dan anak, dan berujung pada nilai yang tidak kunjung membaik.

Sebagai orang tua, Anda memang harus tegas, tapi bukan menjadi jahat. Anda ada untuk membantu anak, bukan memusuhinya. Oleh karena itu, berikan perhatian kepada anak melalui komunikasi dan bahasa tubuh yang baik. Jadilah sahabat bagi anak dan buat dia merasa nyaman untuk menghadapi masalahnya bersama Anda. 

Dengarkan Penjelasan Anak

Mendengar Penjelasan Anak

Setiap peristiwa pasti ada penyebabnya. Ketahui hal tersebut dengan berkomunikasi langsung kepada anak. Perlu Anda ketahui bahwa penyebab nilai pelajaran anak jelek bisa berasal dari dalam maupun luar. Mungkin saja anak sedang sakit sehingga kesulitan konsentrasi belajar. Mungkin juga penjelasan gurunya terlalu membingungkan. Dengan mendengarkan penjelasan anak tentang penyebabnya, Anda bisa menentukan apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki hal ini.

Tentu Anda harus berkomunikasi dengan baik dan tidak memojokkan anak. Menggunakan nada tinggi dan membentak hanya akan membuat anak membentengi diri dan tidak jujur kepada Anda. 

Dampingi Belajarnya

Mendampingi Anak

Apakah Anda sudah mendampingi anak belajar? Salah satu kesalahan saat nilai pelajaran anak jelek adalah orang tua tidak menyelami apa yang dirasakan oleh anak. Bisa jadi yang membuat anak kesulitan adalah karena memang mata pelajaran tersebut sulit dipahami.

Di sekolah, anak kurang paham dengan penjelasan guru. Sementara di rumah, anak tidak tahu harus bertanya kepada siapa karena tidak ada yang mendampingi. Dengan mendampingi anak belajar, orang tua bisa berkomunikasi dengan anak dan memahami di mana akar kesulitan belajarnya.

Ada beberapa orang tua yang langsung mendaftarkan anaknya ke bimbingan belajar jika nilainya mengalami penurunan. Namun, hal tersebut belum tentu menyelesaikan masalah. Patut Anda ketahui bahwa tidak semua anak menyukai suasana belajar di bimbel. Jadi, sebelum keluar biaya tambahan, temani anak Anda selama belajar. 

Jaga Suasana Belajar yang Menyenangkan

Suasana Belajar

Nilai pelajaran anak jelek adalah satu titik jatuh bagi anak. Yang perlu dilakukannya adalah bangkit dan berjalan lagi. Dalam tahap ini, yang bisa Anda lakukan sebagai orang tua adalah menjaga agar anak tetap termotivasi untuk belajar. Caranya adalah dengan menjaga suasana belajar tetap menyenangkan.

Tidak semua anak memiliki kemampuan yang sama. Ada anak yang pandai Matematika, tapi lemah Bahasa Inggrisnya. Ada anak yang bagus dalam materi, tapi tertinggal dalam olahraga. Mengetahui hal ini, Anda harus paham bahwa anak belum tentu menguasai semua mata pelajaran. Jangan sampai setelah mengetahui nilai tersebut, Anda semakin gencar memaksa anak belajar sampai dia benci melakukannya, terlebih mata pelajaran yang tidak dikuasainya.

Ajarkan Tanggung Jawab dan Disiplin

Bertanggung Jawab

Memang tak bisa dimungkiri. Ada kemungkinan bahwa sumber masalahnya berasal dari kebiasaan buruk anak sendiri. Dia lebih sering bermalas-malasan, menonton televisi, bermain, dan sebagainya. Oleh karena itu, jadikan momen nilai pelajaran anak jelek ini sebagai titik baliknya.

Ajarkan anak untuk lebih bertanggung jawab dan disiplin dalam belajar. Kalau perlu, terapkan peraturan untuk belajar terlebih dahulu sebelum bermain, atau mengerjakan PR dahulu sebelum menonton TV.

Nah, Anda sudah tahu kan bagaimana harus bersikap? Semoga apa yang sudah disampaikan dapat Anda praktikkan, sehingga nilai-nilai pelajaran anak pun kembali membaik.

Exit mobile version