Ikut Kompetisi Ajarkan Anak 5 Hal Ini

Ketika orang tua menyadari anak memiliki bakat atau kemampuan tertentu, ada baiknya dia mulai diajak untuk ikut kompetisi. Di samping demi mendapatkan prestasi dan hadiah, ternyata mengikuti lomba juga memberikan manfaat lain yang berguna bagi tumbuh kembang anak. Apakah itu? Mari kita simak beberapa penjelasan berikut.

Membuka Wawasan

Wawasan Anak

Wawasan Anak

Biasanya keseharian seorang anak hanya terbatas di lingkungan rumah dan sekolah. Dengan mengajak anak ikut kompetisi, Anda membantu membuka cakrawalanya bahwa dunia ini masih lebih luas daripada yang selama ini dibayangkannya.

Di atas langit, masih ada langit. Jika selama ini anak merasa yang paling hebat, kompetisi mengajarkannya bahwa dia bukanlah satu-satunya. Kompetisi menunjukkan kepadanya bahwa kreativitas bisa berbentuk macam-macam, bahkan yang belum pernah dibayangkannya.

Misalnya, dalam lomba mewarnai. Anak percaya diri akan kemampuan jarinya yang rapi dan penggunaan warna tegas. Dalam lomba, dia melihat peserta lain menggunakan kemampuan padu padan warna dan gradasi, yang belum pernah dia coba. Ini adalah hal baru dan dia akan senang mencobanya.

Melatih Kepercayaan Diri

Melatih Percaya Diri

Pengalaman adalah guru yang berharga. Sekali mengikuti lomba, anak akan mendapatkan banyak pengalaman berharga dan berkesan. Misalnya, dia bisa bertemu dengan banyak orang, memahami aturan selama perlombaan, mempelajari trik-trik agar kemampuannya diakui para juri, dan sebagainya. Tidak semua anak memiliki pengalaman tersebut.

Nilai lebih yang didapatkan anak selama ikut kompetisi sangat membantunya membangun kepercayaan diri. Dibandingkan teman-temannya yang tidak ikut lomba, dia lebih paham apa yang harus dilakukan. Selain itu, pengalaman tersebut sangat berguna bagi anak jika menghadapi kompetisi lainnya. Dia jadi tenang dan tidak mudah gugup.

Membangun Pribadi yang Kompetitif

kompetisi Anak

Dengan ikut kompetisi, anak diajarkan untuk mencapai target. Dia akan berusaha sebaik mungkin untuk menjadi juara. Anak akan berupaya memberikan kemampuannya yang terbaik.

Jiwa kompetitif seperti ini akhirnya dapat memberikan pengaruh yang baik pada hasil belajarnya. Jika teman-teman yang lain bisa mendapatkan nilai 8, dia akan berusaha untuk mencapai 9 atau 10. Selain itu, anak bisa memiliki motivasi belajar sehingga tugas-tugasnya tidak dikerjakan secara asal-asalan.

Mengenalkan Sportivitas

Sportivitas Anak

Yang paling dicari dalam sebuah kompetisi adalah juara. Ada yang menang dan kalah. Hal ini biasa. Namun, tidak demikian bagi anak yang tak pernah ikut kompetisi.

Kekalahan dalam lomba mengajarkan kepada anak untuk berbesar hati dan berlapang dada. Beberapa anak mungkin akan menangis pada awalnya. Namun, melalui komunikasi yang baik dari orang tua, anak akan mampu belajar menerimanya.

Perlu menjadi catatan penting bagi para orang tua. Sportivitas dapat dipupuk jika orang tua menekankan kepada anak akan pentingnya proses, bukan hasil. Artinya, anak sudah melakukan dengan usahanya sendiri dan sesuai aturan yang berlaku. Penekanan pada hasil, hanya akan membuat anak menghalalkan segala cara dan berakibat pada timbulnya kecurangan. Tidak hanya berlaku dalam perlombaan, tetapi juga kompetisi dalam kelas.

Mengenalkan Arti Usaha dan Kerja Keras

Arti Usaha dan Kerja Keras

Dengan mengikuti kompetisi, anak akan mengerti arti usaha dan kerja keras. Jika dia belum mendapatkan hasil yang diinginkan, artinya masih perlu memberikan usaha yang lebih daripada sebelumnya.

Hal ini juga berlaku di dalam kelas. Jika anak ingin mendapatkan nilai yang baik, dia harus belajar dengan sungguh-sungguh. Tanpa usaha, tidak akan ada hasil.

Kompetisi adalah dunia yang sementara, tapi memberikan banyak hal bagi kehidupan anak. Pengaruh baiknya bisa muncul pada sikap dan perilakunya di rumah dan sekolah. Manfaatnya tidak hanya berguna saat ini, tetapi juga untuk masa depan.

Exit mobile version