Gangguan Bipolar pada Anak-Anak: Jenis dan Gejalanya

Gangguan bipolar biasanya dikaitkan dengan kondisi mental orang dewasa. Namun, menurut pemaparan Daniel K. Hall-Flavin, M.D. di situs Mayo Clinic, gangguan bipolar juga bisa terjadi pada anak-anak. Kondisi tersebut, sambung Daniel, paling sering didiagnosis pada anak-anak yang berusia lebih tua atau remaja. Meski demikian, pada dasarnya kondisi ini dapat terjadi pada anak-anak dari segala usia.

1. Apa Itu Gangguan Bipolar?

gangguan bipolar

pixabay.com

Dikutip dari Children’s Hospital Colorado, gangguan bipolar adalah suatu kondisi ketika seseorang mengalami perubahan suasana hati yang dramatis. Perubahan itu terjadi dalam periode yang disebut episode, yang bisa berlangsung selama beberapa hari hingga bulan.

2. Apa Penyebabnya?

pixabay.com

Hingga sekarang, penyebab dari gangguan mental ini belum dapat dijabarkan secara detail. Namun dalam beberapa tahun terakhir, seperti dilansir WebMD, para ahli medis mulai menemukan titik terang tentang masalah ini.

Mereka pun meyakini bahwa kondisi tersebut dipengaruhi faktor genetik atau riwayat keluarga. Di sisi lain, faktor lingkungan dan gaya hidup dinilai memiliki efek pada tingkat keparahan gangguan ini.

3. Gejala Gangguan Bipolar pada Anak-Anak

pixabay.com

Perilaku yang tidak terkendali dan kondisi emosional yang tidak stabil dianggap sebagai hal yang wajar selama masa kanak-kanak dan remaja. Bahkan dalam kebanyakan kasus, kondisi tersebut tidak tergolong gangguan mental yang memerlukan perawatan serius.

Namun, apabila anak menunjukkan gejala yang parah dan berkelanjutan, atau bahkan telah memicu masalah yang serius, itu bisa lebih dari sekadar fase. Nah, berikut adalah beberapa gejala umum yang sering dijumpai pada anak-anak:

Anak-anak dengan gangguan mental ini akan mengalami gejala dalam episode yang berbeda. Di antara episode-episode tersebut, mereka bisa saja kembali ke perilaku dan suasana hati yang normal.

Selain itu, sejumlah kondisi medis dapat menunjukkan gejala mirip gangguan ini, seperti misalnya attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD), gangguan perilaku, gangguan oposisi, gangguan kecemasan, dan depresi berat. Bahkan, beberapa di antaranya juga sering dialami bersamaan dengan gangguan bipolar.

4. Jenis Gangguan Bipolar pada Anak-Anak

Pixabay.com

Berdasarkan versi terbaru dari The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) yang diterbitkan oleh The American Psychiatric Association, jenis gangguan suasana hati yang terbaru pada anak-anak disebut Disruptive Mood Dysregulation Disorder (DMDD).

DMDD dapat didiagnosis pada anak-anak yang berusia antara 6 sampai 18 tahun. Kondisi psikis ini umumnya ditandai dengan emosi yang gampang meledak.

Lantas, apa bedanya gangguan bipolar pada anak-anak dan orang dewasa? Salah satu perbedaan yang paling menonjol adalah anak-anak mengalami siklus yang lebih cepat. Apabila periode manik dan depresi pada orang dewasa umumnya terjadi dalam hitungan minggu, bulan, atau tahun, itu dapat berlangsung dalam satu hari pada anak-anak.

5. Menjadi Orang Tua dari Anak Bipolar?

pixabay.com

Berikut adalah beberapa hal dasar yang sebaiknya dilakukan orang tua yang memiliki anak dengan gangguan bipolar, menurut The National Institute of Mental Health (NIMH):

Karena gangguan ini bisa menyerupai masalah kesehatan mental lainnya, segera temui dokter untuk mencari tahu kejelasan tentang kondisi si kecil.

Exit mobile version