Dampak Memaksa Anak Membaca 

Memaksa Anak Membaca

Banyak anak berusia yang sudah berusia dibawah tujuh tahun sudah bisa membaca, dan tak sedikit dari mereka merupakan hasil belajar dari membaca sejak dini. Tidak seperti itu sebenarnya, karena banyak sekolah yang menyaratkan agar anak bisa membaca sebelum masuk ke SD, dan membuat TK dan PG memasukkan pelajaran membaca ke dalam kurikulum mereka. Inilah yang membuat orang tua terkadang memaksa anak untuk membaca.

Menurut beberapa orang, syarat tersebut merupakan pemaksaan pada anak untuk belajar membaca, dan apa saja efek buruk memaksa anak belajar membaca?

Secara psikologis, anak anak PG dan TK belum siap masuk dalam tahapan belajar membaca, hal tersebut harus diajarkan pada umur yang pantas, dan jika terlalu cepat itu secara langsung sudah memaksa mereka.

Hasilnya mereka tidak akan suka dengan kegiatan membaca dan hal ini sangat krusial mengingat membaca jadi sarana terbesar si kecil dalam belajar.

Dampak kedepannya, anak yang dipaksa membaca akan memiliki minat rendah terhadap buku dan bahkan saat ini anak Indonesia masih rendah memiliki minat baca dimana rata-rata anak anak membaca 27 halaman per tahun.

Sangat jauh jika dibandingkan dengan anak di Finlandia yang membaca 300 halaman selama 5 hari, dan rendahnya minat membaca akan berpengaruh pada perkembangan pengetahuan si kecil.

 

Lebih lanjut lagi, anak yang harusnya masih bebas bermain tanpa aturan tiba tiba harus berkenalan dengan konsep belajar, meski beberapa konsep belajar menekankan proses yang menyenangkan, atau diselipkan dengan bermain, tetap saja memiliki efek yang tidak terlalu baik untuk anak-anak.

Anak yang dipaksa membaca usia dini bisa terhambat pertumbuhan otak kanannya, di mana otak kanan merupakan sumber kreativitas yang bisa membuat si kecil lebih cerdas.

Jika dipaksa, perkembangan kreativitas mereka bisa terhambat, dan pada dasarnya anak kuat di otak kanan mereka akan jadi sulit mengembangkan minat mereka karena tertahan sistim belajar terlalu dini.

 

Pada masa Golden Age, anak memang akan cepat menangkap semua pembelajaran, maka dari itu, termasuk mudah untuk mengajarkan anak membaca usia dini.

Mereka mudah mengerti dan cepat paham dan hasilnya mereka dapat membaca dalam waktu singkat, tetapi meski mereka bisa membaca tetapi mereka belum tentu mengerti apa yang mereka baca, si kecil bisa saja membaca deretan kalimat namun ketika ditanya apa arti kalimat tersebut, maka si kecil tidak akan mengerti.

Maka dari itu sangatlah penting untuk memberikan pemahaman dahulu sebelum mengajarkan si kecil membaca, memberikan banyak kata untuk dikenal sebelum ia diajarkan barisan huruf yang akan membentuk kata.

 

Proses membaca sebenarnya sudah harus dilakukan jauh sebelum mereka berkenalan dengan huruf, dari bayi, ajaklah si kecil membaca buku.

Semakin sering Anda membacakan buku ke mereka, semakin banyak bank kata yang dimiliki oleh mereka, sehingga pada saat mereka belajar baca mereka bisa sekaligus memahami apa kata tersebut.

Sering dibacakan buku, anak akan menunjukkan minat membaca secara alami di umur tiga tahun, meski begitu jangan langsung mengajarkannya membaca, cukup kenalkan beberapa huruf yang membuat si kecil tertarik, selalu jawab pertanyaan ketika dia sedang bertanya.

Kita juga bisa membelikan berbagai macam buku yang bisa mengajarkan sang anak membaca dan secara tak sadar maka si anak akan bisa secara perlahan belajar membaca.

Sangat penting menanamkan kesukaan membaca pada si kecil, karena itu akan memudahkan kita sebagai orang tua dan akan membuat si kecil menjadi bertambah wawasannya.

 

Exit mobile version