Anak Suka Melawan? Ini Sikap yang Perlu Anda Ambil

14 July 2023

 

Seiring bertambahnya usia dan faktor pergaulan di lingkungan terdekat, anak balita bisa mengalami perubahan sikap. Dari yang tadinya penurut dan penyabar, bisa jadi suka melawan. Hal ini tentu sangat meresahkan karena orangtua jadi ikut emosi dan kepribadian anak bisa memburuk jika tidak segera diatasi. Untuk mengatasi anak yang suka melawan, Anda tidak boleh melawannya kembali dengan cara keras. Tapi, ambillah sikap tenang dan damai seperti berikut!

 

Dengarkan opini dari si kecil

 

Komunikasi adalah kunci dari segala permasalahan. Alih-alih memarahinya, coba ajak anak untuk berdiskusi. Pertama-tama dengarkan opini dari anak tanpa bersikap mengguruinya. Lalu, ajak anak untuk bergantian mendengarkan opini ataupun permintaan dari Anda. Dengan komunikasi 2 arah seperti ini, anak biasanya akan lebih tenang dan terbuka menyuarakan pendapatnya alih-alih bersikap melawan terus menerus.

 

Tidak memaksa

 

Orangtua memang ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Tapi hal ini seringkali malah membuat orangtua memaksa anaknya melakukan sesuatu yang mungkin anak tidak suka. Saat anak tidak diberi kesempatan untuk memilih hal lain yang disukainya, maka akhirnya akan akan melawan permintaan orangtua.

Alih-alih memaksa, coba lakukan pendekatan persuasif. Misalnya dengan mencari tahu apa yang disukai anak, kemudian bisa juga dengan cara menjelaskan terlebih dulu maksud dan tujuan dari permintaan orangtua.

 

Beri anak pilihan

 

Sama seperti orang dewasa, anak-anak pun sudah memiliki jalan pikirnya sendiri dan tidak suka jika harus diatur terus-menerus oleh orangtuanya. Daripada memerintahnya atau memintanya melakukan sesuatu, lebih baik beri anak pilihan. Dengan begitu, anak akan merasa lebih nyaman dan merasa pendapatnya juga dihargai.

Contohnya ketika hendak tidur, Anda bisa beri pilihan apa kegiatan yang akan dilakukan bersama. Apakah membaca dongeng atau bermain role play.

 

Lakukan kegiatan yang bisa menstabilkan emosi

 

Via Freepik

 

Orangtua dan anak harus sama-sama memiliki emosi yang stabil agar lebih mudah menghindari konflik, termasuk sikap melawan. Lakukanlah kegiatan yang sifatnya menstabilkan emosi. Di antaranya adalah meditasi, olahraga, mendengarkan musik, melakukan aktivitas outdoor, mewarnai, membaca, dan sebagainya.

 

Ajak anak bekerja sama

 

Pernahkah ketika Anda meminta tolong anak untuk mencuci piring, tapi mereka malah marah karena masih ingin main? Biasanya ketika diminta tolong, anak-anak merasa seakan dirinya disuruh sehingga ada rasa terpaksa yang muncul.

Coba ganti konsepnya dengan mengajak anak bekerja sama. Misalnya, “ayo kita cuci piring bareng”. Maka anak akan lebih senang melakukannya. Selain pekerjaan terasa ringan karena dilakukan bersama, bonding antar orangtua dan anak akan semakin erat.

 

Biarkan anak belajar dari pengalaman

 

Via Freepik

 

Ketika kita melarang anak melakukan sesuatu yang sekiranya membahayakan atau memberi dampak negatif, kebanyakan anak akan merasa kesal. Wajar saja, itu karena anak belum pernah mengalaminya sendiri dan masih penasaran.

Jika orangtua menjelaskan, anak belum tentu percaya. Jadi untuk beberapa kasus, biarkan saja anak belajar dari pengalamannya dan beri sedikit kebebasan. Ketika anak sudah mengalami dampak negatif dari hal yang mereka inginkan, otomatis mereka akan merasa tidak nyaman dan memilih untuk tidak melakukannya lagi.

 

Pahami cara berpikir anak

 

Cara berpikir anak dan orangtua pasti berbeda. Alih-alih ngotot dengan cara berpikir Anda, sesekali ubahlah sudut pandang pemikiran dari sisi anak. Apakah anak sedang bad mood, ada masalah di sekolah, stress, dan sebagainya. Semakin Anda memahami cara berpikir anak, maka Anda akan mudah mencari cara untuk menghindari dirinya bersikap melawan orangtua.

Ingatlah untuk selalu mengontrol emosi Anda terlebih dulu sebelum menghadapi anak yang suka melawan. Karena jika masih emosi, bisa-bisa anak akan semakin berusaha untuk melawan dan hal ini dapat membuat hubungan antara kalian menjadi renggang.

 

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 4.9 / 5. Vote count: 993

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a reply
7 Tempat Main Anak Terbaru di JakartaAnak Sudah Lancar Membaca Di Usia Dini? Waspada Hiperleksia

Leave Your Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Free Call

We are pleased to answer all your questions
+62 888 1 800 900
Live Chat via Whatsapp!