Obat Sirup Berbahaya? Orangtua Harus Berhati-hati

28 October 2022

 

Setelah kasus hepatitis akut misterius, kini para orangtua di Indonesia kembali dihantui perasaan was-was akibat merebaknya kasus gagal ginjal akut pada anak. Penyakit gagal ginjal bukanlah penyakit yang mudah disembuhkan. Pasiennya perlu melakukan cuci darah secara rutin untuk menggantikan kinerja ginjal. Parahnya lagi, kasus gagal ginjal akut pada anak ini sudah mencatat angka kematian.

Penyebab utama yang dicurigai para peneliti hingga saat ini adalah obat sirup berbahaya. Obat sirup untuk anak yang dimaksud ini adalah obat sirup yang mengandung EG (Etilen Glikol) dalam jumlah melebih ambang batas.

Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan BPOM untuk menelusuri kasus ini. Berikut adalah hasil temuan dari BPOM.

 

Obat yang aman berdasarkan data registrasi BPOM

 

BPOM telah memeriksa kembali data registrasi obat sirup di Indonesia tanpa pengujian karena tidak memang tidak mengandung Etilen Glikol dan Dietilen Glikol. Obat tersebut juga tidak mengandung zat pelarut tambahan seperti Propilen Glikol, Polietilen Glikol, Sorbitol, dan Gliserin. Totalnya ada 133 obat sirup dan semua dinyatakan aman untuk dikonsumsi sesuai anjuran.

 

BPOM terkait obat yang diminum pasien gagal ginjal akut

 

BPOM juga telah melakukan penelitian lebih lanjut terhadap obat-obat yang ada di rumah para pasien gagal ginjal akut misterius. Setidaknya ada 102 obat yang dikumpulkan dan 33 di antaranya masih menunggu proses pengkajian. Sejauh ini ditemukan 5 obat sirup yang terbukti tidak aman karena mengandung Etilen Glikol di ambang batas aman. Per tanggal 20 Oktober 2022, obat-obatan tersebut sudah resmi dilarang oleh BPOM untuk digunakan.

 

Putusan Kemenkes

 

Pada pemberitaan nasional dan internasional, obat sirup inilah dugaan terbesar penyebab munculnya penyakit gagal ginjal akut pada anak. Namun, Kemenkes dan BPOM belum bisa memutuskan apakah kejadian di Indonesia benar disebabkan oleh obat sirup berbahaya semata atau ada kaitannya dengan faktor lain.

Dugaan faktor lainnya yang memicu kemunculan gagal ginjal akut pada anak ini adalah infeksi virus, infeksi bakteri Leptospira, dan multisystem inflammatory syndrome in childer (MIS-C) atau yang biasa dikenal sebagai sindrom peradangan multisistem pasca Covid-19.

Terlepas dari dugaan sementara, kelima obat sirup tersebut sudah ditarik dari peredaran karena terbukti membahayakan konsumen dengan kandungan EG yang berlebihan.

 

Anak terlanjur minum obat berbahaya, harus apa?

 

Via Freepik

 

Sebelum berita tentang obat berbahaya tersebut tayang dan izin edarnya dicabut, mungkin ada anak Anda atau anak di lingkungan sekitar ada yang terlanjur meminumnya. Anda perlu tenang terlebih dulu. Lakukan observasi terlebih dulu pada kondisi anak.

Gejala gangguan ginjal akut yang paling terlihat adalah lemas, susah buang air kecil atau intensitasnya berkurang, dan banyak tidur. Apabila tidak ada tanda-tanda gejala tersebut pada anak, Anda bisa tenang. Namun, tetap beri asupan cairan yang cukup agar sisa-sisa obat bisa terbawa keluar bersama urine. Jika anak mengalami gejala tersebut, segera bawa ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. Saat ini juga pemerintah telah mengimport obat dari Singapura, Australia, dan Jepang untuk mengatasi gangguan ginjal dalam jumlah banyak.

Indonesia sendiri dilaporkan telah mendapatkan banyak kasus gagal ginjal akut, bahkan sudah melebihi kasus di Gambia dan Nigeria yang lebih dulu mendeteksi fenomena ini. Sebagai orangtua, cermati obat yang akan diberikan pada anak dan ikuti aturan pemakaian sesuai anjuran produsen atau dokter. Tidak perlu panik, tapi selalu waspada dan hati-hati.

 

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 4.8 / 5. Vote count: 741

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a reply
Tips Liburan Bareng Balita Naik PesawatGangguan Ginjal Akut Misterius pada Anak, Waspadai Gejalanya

Leave Your Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Free Call

We are pleased to answer all your questions

+62 888 1 800 900
Live Chat via Whatsapp!