Tips Mengatasi Anak yang Tidak Suka Makan Sayur dan Pemilih

20 April 2017

Makanan yang bergizi merupakan sumber nutrisi yang penting bagi seorang anak yang tengah dalam masa pertumbuhan. Hanya saja, banyak orang tua menghadapi masalah serupa, yakni anak yang tidak suka makan sayur. Selanjutnya, hal ini akan berdampak pada keseimbangan asupan nutrisi pada anak.

Sebagai orang tua, Anda pun harus bersikap aktif untuk mengajak anak mengonsumsi makanan yang sehat. Namun, jangan pula memaksa mereka untuk mengonsumsi sayur. Semakin dipaksa, anak akan menampakkan sikap penolakannya. Oleh karena itu, Anda harus melakukannya secara perlahan agar mereka terbiasa.

1. Sediakan menu yang terbatas

 

Source -pixabay

Source -pixabay

Waktu makan, tidak ada salahnya kalau Anda menyediakan pilihan menu yang terbatas. Misalnya, hanya menyediakan makanan berbahan sayur. Hal ini bisa Anda lakukan meski sudah mengetahui kalau si kecil tidak terbiasa mengonsumsi sayur.

Pada momen tersebut, katakan kalau menu tersebut merupakan satu-satunya makanan yang disajikan. Jadi, kalau mereka tidak mau makan, maka tidak akan ada menu lain yang bisa dikonsumsi. Bujuk mereka untuk setidaknya mencoba satu gigitan. Jangan lupa untuk memberi apresiasi saat mereka mencoba sayur untuk pertama kalinya.

Menurut lembaga American Academy of Pediatrics (AAP), langkah seperti ini lebih baik dibandingkan membiasakan anak mengonsumsi makanan yang tidak sehat. Kesehatan anak tidak akan terlalu terganggu hanya gara-gara melewatkan satu atau dua waktu makan.

2. Potong sayur dalam ukuran yang kecil

 

Sourace- pixabay

Sourace- pixabay

Tidak jarang, anak yang tidak suka makan sayur karena mereka mengetahui bentuk dari sayuran. Hal ini bisa Anda atasi dengan memotong sayur dalam ukuran yang kecil. Dengan begitu, penampakan sayur dalam makanan akan lebih tersamar.

Selain itu, Anda juga harus pintar dalam mengolah makanan sehat yang bisa menggugah selera makan anak.  Dengan tampilan makanan yang menarik, anak yang tengah dalam kondisi lapar pun mau tidak mau bakal menyantap makanan di depannya.

3. Berikan informasi manfaat mengonsumsi sayur

 

Source – pixabay

Seorang anak usia 3-5 tahun, sudah bisa mencerna informasi dengan baik. Tidak ada salahnya kalau Anda memberikan masukan berupa manfaat kebiasaan mengonsumsi sayur. Asalkan, Anda bisa mengomunikasikannya dengan baik, sehingga bisa dimengerti anak.   

Salah satu caranya adalah dengan menceritakan dongeng yang berkaitan dengan aktivitas makan sayur oleh tokoh utamanya. Anda pun bisa mengarang cerita itu secara kreatif. Membaca banyak buku tentang cerita dongeng pun bakal sangat membantu.

4. Beri contoh

 

Source - pixabay

Source – pixabay

Seorang anak selalu berusaha untuk mencontoh sikap yang diperlihatkan oleh orang-orang di sekitarnya. Termasuk juga anak yang tidak suka makan sayur. Oleh karena itu, Anda bisa mengajak mereka membiasakan diri makan sayur dengan cara memberikan contoh secara langsung.

Kebiasaan makan bersama menjadi hal yang tepat untuk bisa memperlihatkan contoh konsumsi sayur kepada anak. Saat makan bersama, anak pun akan bisa secara langsung melihat kalau kedua orang tuanya juga terbiasa mengonsumsi makanan yang sehat dan bernutrisi tinggi.

5. Sediakan hadiah

 

Source - pixabay

Source – pixabay

Langkah terakhir yang bisa Anda lakukan agar anak mau mengonsumsi sayuran adalah dengan memberikan hadiah. Misalnya, bakal membelikan es krim kalau mereka berhasil menghabiskan sepiring nasi dengan sayuran di atasnya. Dengan begitu, anak yang tidak suka makan sayur akan tergoda untuk menghabiskan makanannya.

Sayur menjadi sumber nutrisi yang sangat penting bagi anak. Bahkan, kekurangan sayuran bisa berdampak serius pada tubuh. Mulai dari rendahnya daya tahan tubuh, osteoporosis, hingga gangguan mata. Oleh karena itu, pastikan anak mulai terbiasa mengonsumsi makanan ini sejak dini.

Leave a reply
Mengetahui Gejala Tantrum pada Anak Usia Dini, Yuk!5 Aplikasi untuk Membatasi Aktivitas Gadget Balita

Leave Your Reply

Your email address will not be published.

Free Call

We are pleased to answer all your questions

+62 888 1 800 900
Recent Posts
Live Chat via Whatsapp!